Jumat, 20 Februari 2015

Si Kitten Sayang, Si Kitten Malang


Jumat (050215) pukul 9 pagi aku bawa si kitten ke Kinik Rimba (pet shop & klinik hewan) Jatikramat, Bekasi karena keadaanya semakin parah.

Sejak hari minggu sebenarnya si kitten sudah mengalami penurunan nafsu makan dan jalannya agak oleng ke kanan. Tapi aku pikir hanya sakit biasa dan tidak parah karena si tina (induknya) masih mau ngelonin dan nyusuin.

Pagi harinya aku cuma liat si tina (induknya) sama si kitten 2 (kembarannya). Beberapa jam kemudian aku lihat si kitten 1 (yang sakit) terkapar penuh lumpur di pinggir kali. Dia menggigil dan sama sekali tidak bisa bergerak. Hanya bisa merintih kesakitan.

Aku bawa dia ke dalam rumah untuk dibilas dengan air bersih dan dikeringkan dengan hair dryer lalu aku taruh di kadus. Kondisinya semakin parah karena dia sudah tak bisa bangun. Hanya “meong-meong” lemah. Aku suapin wischas junior sarden dia masih mau makan. Lalu aku biarin dia tidur.

Keesokan harinya kubawa si kitten ke klinik dengan perasaan panik.

Saat dibawa ke klinik sang dokter hewan belum datang, Drh. Ilman praktek mulai pukul 11 siang. Si penjaga klinik bilang taruh di sini saja kucingnya. Akhirnya aku taruh si kitten dengan perasaan lega. Lega karena tempat ini lebih aman jika terjadi apa-apa dengan si kitten. Aku pulang ke rumah lalu kembali ke klinik ketika dokternya sms sudah berada di sana.

“Gimana dok anak kucingnya?”

“Suhu badannya 35 derajat. Ini berarti di bawah normal (38 derajat). Tadi sudah saya suntik. Sepertinya sakitnya sudah parah dan menjalar ke bagian syaraf. Matanya bisa dioperasi kalau badannya sudah sehat. Tapi, nanti dia cuma punya satu mata seperti kucing itu (menunjuk salah satu kucing berwarna putih).”

Aku menceritakan kronologi kejadian sakitnya si kitten.

“Awalnya si kitten jalan sempoyongan dan ga mau makan, dia cuma mau nyusu sama induknya. Matanya gak kenapa-kenapa. Tapi lama-lama matanya begini dan gak bisa bangun. Padahal kembarannya aja sehat. Lalu saya harus gimana dok? sebenarnya saya dilarang bawa kucing ini ke rumah lagi. Ini diam-diam saya bawa ke klinik karena tidak tega.”

Lalu dokternya bawa si kitten ke tempat pemeriksaan buat diinfus karena dia kekurangan nutrisi banyak. Beberapa menit dokter berusaha menaruh alat infus tapi gagal karena si kitten gak bisa diam. Meronta-ronta. Akhirnya dia dikasih obat cacing berbentuk tablet berwarna putih. Waktu dokternya masukin obatnya si kitten malah melepeh itu obat. Dokternya berusaha masukin lagi obatnya sampai jarinya tergigit dan akhirnya berdarah.

Aku kagum saat dokter mengobati si kitten. Dokternya sangat peduli. Si kitten diajak ngomong dan dielus-elus. Sampai dia rela digigit si kitten.

“Pasien saya hari ini banyak yang sangar. Nih liat saya dicakar dan digigit (terlihat bekas cakar di bagian lengan).” Ungkapnya sambil tertawa datar.

Setelah itu si kitten disuapin makanan sama dokternya. Dia lahap banget malah mau nambah terus.

"Kamu laper ya? Udah berapa hari gak makan?" Ungkap Dokter sambil menggoda si kitten.

Kitten masih dalam perawatan dan aku berharap (kitten) segera sembuh dan bisa bermain-main lagi dengan kembarannya.

Ini Si Kitten beberapa hari sebelum sakit.

Cicak Versus Buaya Jilid 3


Jumat, 23 Januari 2015 Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap oleh Bareskrim Polri di Cimanggis Depok ketika mengantar anaknya ke sekolah. Polri menangkap BW dengan tuduhan pemalsuan keterangan pada kasus Pilkada Kotawringin, Kalimantan pada 2010.

Menurut Mahfud MD ketika dikonfirmasi oleh pihak Metro TV, Pilkada Kotawaringin pada 2010 bebas dari kasus. Dan menurutnya, tudingan Polri kepada BW hanya mengada-ngada. “Kita lihat saja nanti. Karena pada Pilkada Kotawingin itu sama sekali tidak ada kasus. Semuanya sudah clear Lagi pula, kenapa baru dibuka sekarang? Sudah lewat lima tahun yang lalu.”

Menurut Polri, BW merupakan kuasa hukum salah satu calon Pilkada Kotawaringin yang memberikan keterangan palsu pada persidangan sengketa Pilkada yang melibatkan Akil Muchtar.

Pada 15 Januari Polri menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait adanya pemalsuan keterangan yang dilakukan oleh BW. Saat ini, Polri mengatakan memiliki tiga bukti berupa dokumen, surat, dan saksi.

Siang hari sekitar pukul 13.00 ratusan aktivis mendatangi gedung KPK. Mereka menyerukan aksi #saveKPK.

Lalu, sore harinya Presiden Joko Widodo melakukan press conferences terkait penangkapan BW. Dalam konferensi pers tersebut, Presiden didampingi oleh JK (Wapres), Abraham Samad (Ketua KPK), dan Rony Sompi (Humas Polri). Menurut Presiden Jokowi, kedua institusi (KPK dan Polri) harus mengatasi permasalahan hukum secara objektif dan mengindari gesekan.

Menurut kuasa hukum BW, saat ini kliennya sedang menjalani pemeriksaan di Kapolri. Dan kasus ini merupakan kasus KUHP biasa bukan tentang penyuapan.

Masyarakat menuding ada tekanan-tekanan politik yang terjadi antara pihak Polri dan KPK. Sebelumnya, Calon Kapolri Komjend Pol Budi Gunawan dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus pemberian grasi, pencucian uang dan rekening gendut. Hal ini direspon Polri dengan menyerang KPK dalam kasus BW.

Beberapa hari kemudian secara berurutan para petinggi KPK dinyatakan tersangka oleh Polri dalam kasus-kasus lain. Maka masyarakat menilai Polri ingin melumpuhkan KPK.

Diolah dari berbagai sumber

Vonis Sang Putri Mahkota


Dahulu kala di sebuah negeri hidup seorang Putri Mahkota pewaris tunggal kerajaan. Sang putri lalu menikah dengan pangeran tampan dan dikaruniai seorang bayi laki-laki.

Sang putri juga memperoleh kepercayaan penuh dari rakyat untuk menggantikan pemerintahan sebelumnya. Ia berjanji pada rakyat untuk memberantas korupsi dan menyejahterakan kehidupan rakyat miskin.

Ajaib! Negeri tersebut berubah menjadi sangat makmur dan sejahtera. Jumlah rakyat miskin berkurang. Hasil bumi melimpah.

Suatu ketika sang pangeran jatuh sakit. Sang putri terpaksa harus merawatnya dengan kasih sayang penuh. Ia tidak mau sang pangeran dirawat orang lain.

“Perintahkan kepada kementerian untuk mengurus proyek pembangunan Wisma Olahraga! Bilang kalau saya saat ini harus fokus merawat pangeran yang sedang sakit.” Ucapnya ketika sedang memimpin rapat.

Menteri-mentri yang ditugaskan justru berkhianat. Mereka memanipulasi jumlah angka yang harus dikeluarkan pemerintah . Biaya proyek membengkak tanpa sepengetahuan sang putri. Namun, sang putri terlanjur menandatangani surat persetujuan atas proyek tersebut.

Sang putri menangis. Matanya sembab, sambil mengusap peluh di kening.

“Saya dijebak. Mereka orang kepercayaan saya. Tapi mereka pengkhianat!” Ucapnya kepada hakim.

Sang putri lantas pergi meninggalkan ruang persidangan. Ia divonis lima tahun penjara dan denda ratusan juta. Sang pangeran meninggal dunia karena serangan jantung setelah mendengar kabar tersebut.

Kejar Paket C


Bagi adik-adik yang sebentar lagi menghadapi Ujian Nasional (UN), kalian gak usah cemas, khawatir, apalagi sampai nyontek dan membeli kunci jawaban. Kenapa? Karena itu hanya akan membodohi diri sendiri. Buktikan tanggungjawabmu selama tiga tahun menuntut ilmu dari pagi hingga sore hari di sekolah, ditambah les tambahan. Berapa banyak waktu dan tenaga yang kamu korbankan? Berapa banyak uang orangtuamu yang sudah dikeluarkan? Dengan tidak menyontek berarti kamu menghargai pengorbananmu dan pengorbanan orangtuamu selama ini. Dan banyangkan kalau kamu nyontek bagaimana nanti kamu bisa mempertanggjawabkan masa depanmu? Kuliahmu? Pekerjaanmu?

Lalu bagaimana jika kamu sudah belajar tekun dan memilih jujur, tidak menyontek tapi ternyata tidak lulus? Jangan khawatir apalagi sampai ingin bunuh diri. Ketidaklulusanmu sesungguhnya juga bisa karena kesalahan sistem pendidikan yang ada. Dan kabar baiknya kamu yang memilih jujur ini sudah lebih baik dari mereka yang lulus dengan nilai tinggi tapi dari hasil nyontek atau membeli kunci jawaban. Ingat! Masa depan kalian tidak ditentukan dari hasil UN.

Saya akan kasih beberapa contoh pegalaman kakak-kakak kita yang pernah tidak lulus UN dan ada juga yang memilih tidak sekolah SMA.

Apakah mereka bodoh sehingga tidak lulus? Apakah mereka tidak mampu bayar uang sekolah sehingga tidak bisa sekolah? TIDAK. Lalu bagaimana nasib mereka? Putus asakah? Malu? Tidak bisa kuliah? Atau masa depan suram?

TIDAK juga!

Mereka semua akhirnya BISA melanjutkan KULIAH di perguruan tinggi terkemuka dengan prestasi yang membanggakan! Langsung aja yuk, kita simak uraiannya.

1. Andri Riski Putra

Saya dari awal memilih tidak mengikuti sekolah menengah atas (SMA). Alasannya adalah saya merasa tidak perlu sekolah sampai 3 tahun, saya melihat banyak kekacauan sistem pendidikan. Jika kelulusan hanya ditentukan oleh Ujian Nasional (UN), bagaimana kalau ada yang selama tiga tahun sekolah, namun saat ujian nasional dia gagal meraih standar nilai kelulusan dan dinyatakan tidak lulus?

Sementara selama ini banyak beredar bocoran kunci jawaban yang membuat peserta ujian mengambil jalan pintas dengan membeli kunci jawaban tersebut dan mereka lulus dengan nilai tinggi. Bahkan ternyata kabar bocoran kunci jawaban itu diperoleh dari pihak sekolah adalah benar adanya. Hal ini menjadi sangat ironi karena terjadi hampir di seluruh sekolah.

Itulah mengapa saya memilih tidak bersekolah tapi bisa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Bagaimana caranya? Saat itu saya langsung mengikuti Kejar Paket C. Setelah lulus ujian Paket C saya belajar dengan tekun dari pagi sampai malam. Saya mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan akhirnya saya diterima di Univeristas Indonesia, Fakultas Hukum.

Setelah saya lulus sebagai Sarjana Hukum, saya bekerja sebagai Junior Associate Assegaf Hamzah & Partner, Junior Associate Hadiputranto, Penggagas Masjidschoooling, dan saat ini saya adalah Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pemimpin Anak Bangsa. Saya juga menerbitkan buku berjudul, "Orang Jujur Tidak Sekolah".

2. Farikha Mardhatillah

Saya pernah tidak lulus Ujian Nasional tingkat SMA. Lalu saya mengambil Kejar Paket C. Setelah dinyatakan lulus dengan mengantongi IJAZAH PAKET C saya belajar tekun dengan mengikuti bimbingan belajar di sebuah bimbel. Saya memilih program IPS di bimbel tersebut walaupun saya asli anak IPA. Alhamdulillah saya lolos pada Ujian Masuk Bersama (UMB) dan diterima di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulllah Jakarta dengan mengambil Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Saya mengikuti berbagai kegiatan ektra di kampus lalu saya juga mencari beasiswa dan penghasilan sendiri sebagai pengajar bimbel dan les privat.

Alhamdulillah saya mampu menyandang Sarjana Komunikasi Islam dalam waktu yang pas (4 tahun) dengan IPK 3,55.

3. Ikriema Adawiyah

Saya juga tidak lulus UN tingkat SMA. Saya melanjutkan Kejar Paket C. Setelah lulus saya mendaftarkan diri di Kampus Unindra Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Saya menikah saat semester 5. Suami saya cuti kuliah lalu bekerja untuk mencari nafkah. Saya tetap melanjutkan kuliah. Meski setelah itu saya hamil, saya selalu mengikuti kegiatan perkuliahan dan kegiatan positif lainnya. Saya mengajar anak-anak di sekitar rumah, memasak, mengurus suami, dan ikut berbagai lomba menulis. Dari salah satu lomba tersebut, tulisan saya akhirnya lolos seleksi dan dibukukan bersama beberapa penulis lain. Itu adalah kumpulan cerpen pertama saya. Saya merasa terharu saat dinyatakan menang. Karena cerpen tersebut adalah kisah nyata saya bersama suami yang pertama kali dibukukan. Kumpulan cerpen tersebut sudah beredar luas di toko buku.

Lalu bagaimana nasib kuliah saya? Sementara saya juga harus pintar membagi waktu. Saya ingin lulus tepat waktu. Keluarga sangat mendukung saya agar menyelesaikan kuliah. Berkat dukungan keluarga dan suami saya bisa menyelesaikan kuliah dalam waktu 4 tahun. Saya sangat bahagia karena memiliki suami dan anak yang menjadi motivasi saya selama ini.

Nah kan, ternyata Ujian Nasional bukan sesuatu yang harus ditakuti. Sebenarnya masih banyak sosok lain yang memiliki pengalaman dengan Kejar Paket C. Namun, hanya beberapa yang saya tuliskan karena keterbatasan relasi. Saya tidak bisa menghubungi mereka satu per satu. Ini akan menjadi perwakilan saja.

Saya lupa namanya. Saat itu saya mengikuti acara seminar pendidikan nasional di Gelora Bung Karno. Ada seorang mahasiswa UHAMKA yang mendapatkan penghargaan sebagai “Mahasiswa Terbaik” dan mendapat beasiswa. Lalu dia diminta menceritakan pengalamannya. Ternyata dia waktu SMA tidak lulus UN. Dia sempat malu dengan teman-temannya yang lain. Namun, setelah itu dia bangkit dan melanjutkan kuliah di UHAMKA. Dia sungguh-sungguh menjalani kuliah dan kegiatan ektra lainnya.

Mereka ini hanya segeintir orang yang beruntung. Kenapa disebut beruntung? Karena mereka tahu bahwa terkadang orang yang jujur dan sungguh-sungguh hidupnya tidak selalu berjalan lancar. Mereka senantiasa diuji. Tapi karena keyakinan dan keteguhan hati mereka mampu melewati ujian tersebut dan yang terpenting mereka telah mendapatkan kedamaian hati serta kepuasan diri. So, berbahagialah menghadapi UN. Jangan Nyotek. Jujur itu pilihan. Karena sesungguhnya proses lebih penting daripada hasil. Tetap belajar yang rajin. Good luck!^_^

Sabtu, 21 Juni 2014

Murid (Kesayangan)

Ini cerita tentang pengalamanku saat mengajar anak-anak. Aku merasa nyaman mengajar karena bisa bertemu dengan malaikat-malaikat kecil yang masih polos, penuh canda tawa, dan kejahilan serta kenakalan khas mereka. Anak-anak itu polos, lugu, nakal, dan pintar.

“Kak, aku mau tanya,” Seorang anak menunjuk tangan ketika aku sedang menerangkan materi di kelas.

“Silahkan, Nicholas. Mau bertanya apa?”

“Kak, apa bahasa inggrisnya rumah?” Anak-anak yang lain menimpali “Haaaaaaaaa-uuuuu-ssssss.(HOUSE).” Seluruh isi ruangan ramai oleh tawa. Aku mengangkat bahu dan ikut tertawa. Ternyata itu bentuk ekspresi mereka saat sedang kehausan. Bagaimanapun aku tidak bisa marah. Aku tertawa melihat kenakalan demi kenakalan, tapi juga diimbangi dengan peningkatan prestasi mereka.

Bel istirahat berbunyi.

“Nah, waktunya istirahat anak-anak. Yang haus boleh minum sepuasnya.” Anak-anak kembali tertawa. Satu per satu meninggalkan ruang kelas.

Lalu, saat sedang istirahat. Ada seorang anak perempuan yang mengatakan, “Kak, coba kakak jadi Ibu aku.”

“Lho memangnya Ibu kamu kemana, Nak?”

“Kak, Ibu aku kan lagi sakit keras, mau dioperasi. Doain yah kak supaya cepat sembuh.” Aku tersenyum lalu memeluknya. Bagaimanapun aku dan kebanyakan orang dewasa harus banyak belajar dari anak-anak. Terutama tentang kejujuran dan apa adanya mereka. Itulah kenapa aku merasa puas walaupun tidak dibayar mahal. Karena rezeki bukan hanya sekedar materi.

Bayi Lucu dan Gadis Cantik di Gerbong

Whoooooooong! Whooooong!

Suasana ramai mudik lebaran, penuh sesak oleh orang-orang yang rindu kampung halaman . Darmo yang duduk disampingku terlihat asik membaca koran. Dari gerbong sebelah datang seorang ibu dengan bayinya. “Eh, maaf anak muda. Bisa tolong gendong bayi ini sebentar? Saya mau mengambil uang di dalam tas. Sebentar lagi saya turun.”

“Oh, iya, bu.” Sambil tersenyum aku menerima bayi tersebut. Aku memangkunya sambil sesekali bercanda.

Darmo yang tadinya sedang asik membaca tiba-tiba melirik dan meledekku, “Hei, lihatlah. Kau sudah cocok punya anak. Ayolah, menikah, broo!”

Tiba-tiba aku merasa ada air hangat yang mengalir di celana panjangku. Belum sempat aku lihat, ibu itu meminta bayinya dan berterimakasih sambil berlalu cepat.

Aku pun turun di stasiun tersebut untuk ke toilet. Aku kembali ke gerbong dan melihat disamping darmo ada seorang gadis cantik. “E-h, maaaf mba. Ini tempat duduk saya. Tadi saya tinggal ke toilet sebentar.”

Gadis cantik itu jengkel, wajahnya terlihat menyeramkan. “Hei, salah sendiri kenapa kau tinggalkan. Lagi pula tempat duduk ini untuk semua penumpang. Kau seharusnya bisa mengalah dengan penumpang perempuan. Astaga, kau mengompol pula? Dasar laki-laki aneh.” Gadis itu terlihat keheranan dan berlalu meninggalkanku.

Aku hanya mematung sementara darmo tertawa terbahak-bahak.

Kamis, 06 September 2012

CONTOH ABSTRAK

ABSTRAK
PENGARUH GENDER TERHADAP KETERLIBATAN KAUM WANITA DI PARLEMEN

Wanita merupakan calon ibu yang berkewajiban untuk mengurus anak, mengurus rumah tangga, dan bahkan mencari nafkah untuk membantu perekonomian keluarga. Wanita memiliki hak dan kewajiban yang harus dilindungi oleh negara dan agama. Hak kebebasan dalam berkarya dan menyalurkan aspirasi di dunia politik. Di samping itu, kaum wanita saat ini sudah mengalami kemajuan di berbagai bidang dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi lain, kaum wanita saat ini masih banyak yang enggan untuk menduduki bangku parlemen dan terlibat dalam dunia politik.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka pertanyaan mayornya adalah bagaimana pengaruh gender terhadap peran kaum wanita di parlemen? Kemudian pertanyaan minornya adalah sejauh mana kaum wanita saat ini memiliki peran penting di parlemen? Seperti apa Islam memandang keterlibatan kaum wanita di parlemen? apakah kaum wanita yang duduk di parlemen dapat membagi waktunya dengan baik terhadap keluarga?

Pemahaman gender dalam masyarakat menyebabkan adanya hubungan yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan. Kaum laki-laki lebih mendominasi pekerjaan-pekerjaan di luar rumah terlebih sebagai seorang aktivis. Dalam UU tahun 2004, menjelaskan bahwa keterwakilan kaum wanita di parlemen hanya 30%. Hal itu berarti, masih terdapat diskriminatif terhadap perempuan. Padahal, seharusnya kaum wanita diberikan kewenangan yang sama dalam parlemen.

Teori yang digunakan adalah traditionalism. Ini menjelaskan bahwa pemikiran KAAB yang terdiri atas nilai-nilai, persepsi, adat istiadat, kebiasaan, tradisi, kreasi, kepercayaan, pola pikir, dan perasaan yang ingin mempertahankan budaya tradisional dan masih bersifat ortodoks. Lawan dari teori ini adalah Modernism. Ini menerangkan bahwa pemikiran KAAB yang berupa nilai-nilai, persepsi, adat istiadat, kebiasaan, tradisi, kreasi, kepercayaan, pola pikir, dan perasaan yang mengikuti perkembangan secara modern. Di samping itu, anggota masyarakat itu ingin melakukan perubahan dan kemajuan. Jelasnya, teori ini mengutamakan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki (Bakti ; 2004 : 128)

Saat ini kaum wanita memiliki peran penting dalam dunia politik. Melalui undang-undang tentang partai politik, telah diatur keberadaan 30% perempuan untuk duduk di parlemen. Begitu juga UU Pemilu yang mewajibkan setiap partai wajib mengalokasikan 30% caleg bagi kader partai perempuan. Namun, saat ini jumlah anggota dewan perempuan baru mencapai 18% dari 30% yang dialokasikan.( http://www.politikindonesia.com)

Dalam dimensi agama, Islam tidak melarang dan membatasi kaum wanita untuk turut serta dalam dunia politik. Sejumlah perempuan dapat menjadi anggota atau bahkan ketua parlemen. Apabila mereka dapat mempunyai kemampuan dalam bidang politik. Melalui cara-cara kepemimpinan demokratis dan berdasarkan konstitusi, serta perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Kesuksesan atau kegagalan dalam partai politik atau parlemen tidak ada kaitannya sama sekali dengan persoalan jenis kelamin, tetapi lebih pada sistem yang diterapkan dan kemampuan (Muhammad ; 2001: 144)

Kesenjangan pada gender janganlah membuat ketidakadilan. Perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kewajiban yang berbeda. Biarlah kaum wanita saat ini, membebaskan dirinya untuk berkarya di dunia politik. Sepanjang wanita tidak melupakan kewajibannya dalam keluarga. Jadi jelas, bahwa ketelibatan wanita di parlemen tidak akan melupakan kodrat mereka sebagai wanita.

Keywords : Gender, politik, parlemen, kebebasan, dan undang-undang.

Penulis : Fera

Selasa, 24 Juli 2012

EMBUN DI SURGA DAN LANGIT DI BUMI

Oleh : Fera

Menerima, memaafkan, tapi tidak melupakan adalah proses yang sulit dan menyakitkan bagi seindah-indahnya jiwa. “Tersenyum dan berbahagialah engkau Embun dan jadilah secantik-cantinya bidadari Tuhan di surga.”

Panasnya terik matahari yang menyelimuti kota Jakarta siang ini. Tidak sepanas hati Pak Johan. Setelah kehilangan putri sulungnya. Jiwanya bagai tercabik-cabik oleh setiap kata dan perbuatan yang ia lakukan terhadap Embun ketika masih hidup. Beribu-ribu air mata dan penyesalan tak membuat Embun kembali untuk selamanya.

Enam tahun yang lalu….

Terlahir dari rahim seorang ibu. Ia nampak sangat cantik dengan kulitnya yang putih, rambutnya yang pirang, dan bergelombang. Kedua orang tua, sanak saudara, bahkan dokter dan suster yang bertugas dalam persalinan sangat bahagia menyambut kelahiran malaikat kecil ditengah-tengan kehidupan mereka. “Alhamdulillah ,selamat! Bayi bapak terlahir dengan fisik yang sempurna, cantik, dan lucu,” ungkap seorang dokter kandungan. Saat itu Ibu Lena dan Pak Johan adalah orang yang paling bahagia di dunia menyambut anak pertama yang sudah dinanti sejak dua tahun pernikahan mereka. “alhamdulillah, akhirnya kita dikasih momongan ya pak,” Ibu Lena tersenyum lega mengungkapkan rasa bahagia luar biasa kepada suami. Sambil menggendong bayi yang mereka beri nama Embun Cahaya Putri, Pak Johan membalas dengan senyum bangga memandang bayinya yang masih suci itu.

Setahun kemudian…

Embun tumbuh menjadi anak yang sangat lucu, menggemaskan, tapi tidak rewel, ia seakan tahu bagaimana menyikapi suasana demi suasana. Anak yang manis. Tersenyum. Aku sebagai tetangga dari keluarga Pak Johan pun merasa senang melihatnya.

Saat itu ibu sedang mengandung anak yang nanti setelah lahir akan merubah posisiku sebagai anak bungsu dikeluarga kami. Menjadi anak terakhir itu menyenangkan, lebih dimanja, diperhatikan, dan dibela kalau sedang bertengkar dengan kakak. Tapi, mendapatkan adik bayi yang lucu pun aku sangat tidak keberatan. Aku tersenyum.

Sebulan lagi ibu akan melahirkan malaikat kecil yang akan terdaftar menjadi anggota keluarga kami. Dokter memastikan bahwa bayi yang lahir adalah berjenis kelamin laki-laki. Semua anggota keluarga sangat senang dan terharu karena sudah lama menanti bayi laki-laki. Akhirnya, bayi tampan itu lahir dengan sempurna. Ayah dan ibu sepakat untuk menamainya, “Langit”. Tanpa embel-embel dibelakangnya. Unik dan langka.

“adikku yang tampan namamu sungguh indah, kejar dan gapailah cita-citamu setinggi langit, Langit!” ia tersenyum menatapku, seakan mengerti dan meng-iya-kan omongan kakaknya. Bayi yang pintar. Gemas sekali aku melihatnya. Embun, bayi yang tidak rewel dan tidak sering menangis dibanding Langit. Aku merasa ada yang tidak wajar dengan pertumbuhan Embun saat itu. Ia sering sakit-sakitan hingga harus bolak-balik dibawa ke klinik. Kasihan Pak Johan dan Bu Lena. Terlebih saat itu Bu Lena sedang mengandung anak keduanya. Pada suatu tengah malam, aku dan keluarga mendengar pertengkaran hebat dari dalam rumah pak Johan. Mereka berdua bertengkar sambil menyebut-nyebut nama Embun.

“tubuhnya panas dan badannya menguning, Embun kenapa Pak?“ Keluh Bu Lena.

“saya akan membawanya ke klinik sekarang juga, dasar kau anak yang selalu menyusahkan orang tua!” dengan raut muka yang penuh amarah Pak Johan berlalu ke luar rumah dengan menggedong Embun. Mereka pergi entah kemana, mungkin ke klinik. Sementara aku mengintip dari jendela, melihat Bu Lena sedang menangis sambil mengelus-ngelus perutnya yang semakin membesar. “ya Allah, berilah mereka kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.”

Langit terbangun dari tidurnya dan menangis kencang saat mendengar pertengkaran mereka. Ibu memberinya susu dan menimang-nimang hingga ia kembali tertidur. Bayi yang pintar. Aku tersenyum.

Minggu pagi aku merawat Langit dirumah karena pada saat itu ayah dan ibu sedang pergi ke pasar. Sementara kakak sedang sibuk dengan skripsinya. Sekali-dua bercanda dengan aku dan Langit. Kak Maya yang pada saat itu sedang menempuh kuliah semester 8 di sebuah perguruan tinggi negeri di depok. Setelah lulus ia akan mendapat gelar sarjana psikologi. Dalam menulis skripsi, ternyata ia mengambil kasus tentang anak penderita kelainan down syindrom atau keterbelakangan mental. Sementara aku masih duduk di kelas X SMA. Perbedaan umur yang amat jauh antara Kak Maya, aku, dan Langit. Aku tersenyum.

Tiga tahun kemudian …

Embun, gadis malang yang ternyata mengalami gejala down syndrome. Ia sering dimarahi, dibentak, bahkan dipukul oleh ayahnya sendiri karena sikapnya yang lamban saat di ajari sesuatu. Sementara ibunya sibuk mengurus adiknya yang masih balita. Mungkin Pak Johan merasa kecewa, kesal, dan malu karena anak yang telah di nanti selama dua tahun dan dibanggakan itu ternyata mengalami keterbelakangan mental. Padahal Embun masih bisa disembuhkan dengan terapi dan didukung dengan lingkungan tempat tinggal yang baik. Bahkan Kak Maya berniat mengajak keluarga Pak Johan untuk melakukan berbagai terapi kepada Embun. Namun, Pak Johan menolak dengan alasan tak ada biaya dan tak ada waktu. Alhasil, karena perlakuan kasar yang Pak Johan berikan selama ini justru memperparah keadaan Embun.

Aku sering mengajaknya bermain bersama Langit di halaman rumah. Kak Maya juga ikut bergabung memberikan berbagai permainan yang menyenangkan. Hanya Kak Maya yang pada saat itu dapat mengerti dan berkomunikasi sangat baik dengan Embun. Walaupun Embun mengalami gejala down syndrome, ibu dan ayah tidak pernah melarang kami untuk bermain dengannya atau menjauhinya. Aku tersenyum.

“ayo, sini sekarang giliran kamu embun yang bernyanyi,” Kak Maya membujuk.

“kak Embun, kak Embun ayo nyanyi,” Langit protes. Karena sejak tadi ia terus yang bernyayi.

Dengan bujukan dan rayuan maut Kak Maya, akhirnya Embun mau bernyanyi. Walau masih terbata-bata ia merasa senang melakukannya. Aku tersenyum.

Tak lama saat kami sedang bermain. Pak Johan datang. Memanggil dan mengajak Embun untuk makan siang. Dengan tegas ia memanggil Embun. Sungguh aku khawatir dengan perlakuan Pak Johan. Embun menggeleng dan raut wajahnya menampakkan ketakutan seolah meminta perlindungan kami.

“waktunya makan siang ya adik-adik, mainnya sudah dulu nanti kita lanjutkan lagi,” aku memberikan aba-aba.

“Embun, nanti kita main lagi ya sayang, sekarang kamu makan dulu sama bapak,” Kak Maya membujuk. Embun mengangguk tanda setuju. Akhirnya Embun pulang dan kami masuk ke dalam rumah. Makan siang.

“aaaaampuuuun baapaak….aaaampuuuuun…” Embun menjerit kesakitan. Telinganya dijewer oleh Pak Johan karena gak mau makan.

“Kak Bunga, Langit mendengar Kak Embun menjerit!”

“ssstt, selesaikan dulu makan mu Langit…baru boleh bicara, ya.” Kami mendengar dengan jelas teriakkan Embun dan Pak Johan saat sedang makan siang.

“dasaaaar anak bodoh, disuruh makan saja gak mau! Ayo makan cepat. Nanti kalau kamu sakit, bapak juga yang repot!”

“bapak! sudah. Jangan membentaknya terlalu keras. Malu didengar tetangga.” Bu Lena menampih.

“halaaah, cape saya mengurusnya. Kau sajalah yang mengurusnya. Biar saya yang menjaga Della.”

Bu Lena mengalah dan mengambil alih untuk mengurus Embun saat itu.

Sementara Embun masih menangis, peluh, sesak didadanya saat bapaknya membentak, menjewer dan mencoba untuk memukulnya. “maafkan Embun, Pak,” suara lirihnya terdengar sangat pelan hampir tak terdengar. Sungguh gadis manis yang malang.

Della Oktaviani, putri kedua Pak Johan dan Bu Lena. Adik Embun yang paling dimanja dan disayang oleh kedua orang tuanya. Ia lebih pintar dalam melakukan segala hal dibandingkan Embun. Kakak beradik itu sering terlihat tak akur. Orang tuanya sering membela Della dan memarahi Embun. Pernah pada suatu hari mereka terlihat sedang bermain dihalaman lalu bertengkar.

“bapak, kak Embun tuh nakal!” Della mengadu.

“ada apa Della sayang? Kamu diapakan sama Embun?” “Kak Embun mau ngambil boneka aku pak,” boneka yang baru di belikan Pak Johan.

“Embun hanya ingin pinjam sebentar pak,” kepalanya menggeleng. Embun berusaha untuk menjelaskan.

“pak.. kenapa Della punya boneka yang banyak dan lebih bagus dari Embun? Embun mau pinjam sebentar, Embun mau lihat.”

“jangan ganggu adikmu yang sedang bermain, Embun harus mengalah dengan Della, kamu sudah besar. Tidak pantas memainkan boneka lagi. ” Pak Johan bersikap tak adil.

Mata Embun berkaca-kaca lalu pergi ke kamar meninggalkan Della dan Pak Johan. Aku menghela nafas. Sedih mengingatnya. Sejak kecil Embun jarang dibelikan boneka. Tidak seperti Della yang selalu dituruti keinginannya.

Karena umurnya yang sudah 4 tahun lebih 2 bulan maka Embun didaftarkan ke sebuah taman kanak-kanan dekat rumah. Sebenarnya, pihak sekolah tidak membolehkan Embun bergabung di TK tersebut dan menyarankannya untuk dimasukkan saja ke sekolah luar biasa (SLB). Namun, Kak Maya saat itu datang membujuk dan menjelaskan bahwa Embun masih bisa seperti anak normal lainnya. Setelah mendapat penjelasan dari Kak Maya yang seorang psikolog. Dengan lulusan sarjana coumloud, Embun akhirnya dapat berlajar dan bermain di TK tersebut.

“Langit, aku ke sekolah dulu ya…nanti kita main lagi,” Embun tersenyum girang. Ia terlihat antusias menuju taman kanak-kanak diantar oleh Bu Lena.

“da-daah kak embun…” Langit melambaikan tangannya.

“ibu, aku juga mau sekolah kaya Kak Embun,” Langit protes kepada Ibu.

“iya, sayang…tahun depan kamu boleh sekolah seperti Kak Embun.” Aku tersenyum melihat tingkah lucunya.

Embun adalah gadis kecil yang cukup pandai untuk ukuran penderita gejala down syndrome. Ia sungguh tak boleh dikekang atau dibentak bahkan sampai dipukul. Hanya kasih sayang yang tulus dari orang-orang terdekatlah yang akan membuatnya sembuh. Insya Allah. Kita memang harus lebih bersabar dalam mengasuh dan merawatnya. Berdoalah agar Ibu dan Bapak senantiasa diberikan kesabaran dalam menghadapinya. Hal tersebut diungkapkan Kak Maya kepada Bu Lena saat berada di taman kanak-kanak. Aku menghela nafas.

Hari pertama masuk TK. Embun terlihat seperti anak-anak lainnya. Ia bermain kesana kemari. Bernyanyi walau masih terbata-bata. Semua itu adalah proses yang harus dilaluinya untuk dapat menyesuaikan dengan anak-anak normal.

Ia agak sedikit lambat dalam berpikir maupun bertindak dibanding dengan teman-temannya. Apalagi jika sedang latihan membaca dan berhitung. namun, Embun lebih suka menggambar. Jika ia disuruh menggambar oleh Bu Amel, wajahnya tampak riang dan antusias dan jika ia sudah menggambar sungguh hasilnya jauh lebih bagus dari anak-anak se-usianya. Itulah kelebihannya. Harus didukung penuh. Setelah masuk TK. Embun lebih sering menghabiskan waktunya untuk menggambar. Seolah gambar tersebut hidup untuk mengungkapkan segala hal yang sedang ia rasakan. Menggambar suasana rumahnya. Ada Pak Johan, Bu Lena, Della, dan dia sendiri. Dalam gambarnya, Embun nampak menyendiri dari anggota keluarga yang lain. Ia terlihat sedang bermain bersama boneka Barbie yang selalu ia inginkan. Sementara yang lain sedang berkumpul di meja makan.

Embun yang memiliki keterbatasan mental tidak dapat lulus dalam waktu satu tahun. Ia harus mengulang kembali pelajaran di TK tersebut. Langit yang setahun kemudian menyusul Embun belajar di TK itu. Mereka bertemu dalam satu kelas.

____bersambung___

Jumat, 20 April 2012

Selamat Hari Kartini, Untukmu wanita

Pada hari penciptaan perempuan, malaikat bertanya kepada Allah:

"ya Allah apa keistimewaan dari ciptaanMu ini?"

Allah menjawab : "ada banyak keistimewaan yang dimiliki oleh ciptaanku ini. Di balik kelembutannya dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat. Tutur katanya merupakan kebenaran. Senyumnya adalah semangat bagi orang yang dicintainya. Pelukan dan Ciumannya dapat memberikan kehangatan bagi anak-anaknya. Dia tersenyum bila melihat temannya tertawa. Dia akan menangis bila melihat kesengsaraan. Dia mampu tersenyum di balik kesedihan. Dia sangat bahagia melihat kelahiran. Dia begitu sedih melihat kematian. Tetes air matanya dapat membuat perdamaian.

lalu Malaikat bertanya:

"Sybhanallah begitu istimewanyakah perempuan ya Allah?"

Allah menjawab:

"ya, tapi dia sering lupa satu hal."

"apa itu ya Allah?"

Allah menjawab: "bahwa betapa berharganya dia (harga diri, aurat, kesucian."

Saudariku Muslimah. Engkau tercipta untuk indahkan dunia, engkau adalah bunga dalam taman-taman kehidupan. Engkau adalah pemandangan yang menyejukkan. Saudariku Muslimah. Jaga keindahanmu dengan pakaian takwa, tebarkan harummu dengan akhlak mulia, sejukkan hati orang tuamu, suamimu,dan anak-anak dengan ketulusan cinta dan kasih sayang. Saudariku muslimah, pagi-pagi berpeluh keringat dengan segudang kerjaan didapur, apakah capekmu akan sia-sia?

Rasa capek itu akan terasa nikmat jika dilakukan dengan penghayatan, diiringi keyakinan dan harapan besar kepada Jaza' atau balasan yang Allah siapkan. Ada banderol harga untuk setiap peluh dan lelah yang kita rasakan. Rasulullah SAW bersabda, "tidakklah seorang muslim tertimpa rasa lela, sakit, duka, kesedihan, gangguan, dan kekhawatiran sampai duri yang menusuk. Melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dengan semua hal tersebut."

(HR. Bukhari)

wallahu 'alam bishawaab..

Sabtu, 14 April 2012

DALAM HENINGKU

DALAM DIAMKU

DEBURAN SUARA OMBAK DI PANTAI
SEOLAH MENGHANYUTKANKU MENUJU IMAJINASI
YA, HANYUT TERBAWA OLEH KENANGAN TENTANG DIRIMU
SAAT-SAAT SEPERTI INI AKU HANYA BISA TERDIAM
MENCOBA MERABA PERASAAN INI
SEBERAPA DALAMKAH?
DAN NYATA….
SUNGGUH CINTA INI TAK LEKANG
MESKI WAKTU TELAH BERLALU
WAHAI DEBURAN OMBAK
SELALU KAU MENJADI SAKSI KESETIAAN CINTA KU PADANYA

Rabu, 21 Desember 2011

SENJA RINDU

Oleh :Farikha


Rasa itu kembali hadir
Merenggut ketenangan hati
Mengacaukan pikiran
Menghadirkan kegalauan

Bagaikan mesin waktu yang tak akan pernah berhenti berputar
Begitu pula rinduku kepadamu yang tak akan pernah berhenti walau sejenak

ketika senja mulai menampakkan diri
Disaat itulah sepi datang menghampiri
Tatapanku terpanah pada langit senja yang tampak lelah, tak cerah
Seperti itulah hatiku yang lelah dengan ketidakberdayaan

Senja yang membuat terbenam matahari
Senja yang membuat kegalauan dihati
Senja dan rindu yang tak akan pernah terpisahkan



#211211
05.05

SURAT CINTA UNTUK TUHAN

Oleh : Farikha


Ya Allah, aku tahu Engkau telah menciptakan pasangan pada setiap manusia
Ya Allah, Aku juga tahu walau jarak antara aku dan dia sangat jauh, namun jika sudah takdir ada saja jalannya untuk kita berdua bertemu.
Ya Rabbi, mengapa Engkau Mengirimkannya untukku?
Bagiku, Engkau sudah sangat cukup untuk mengisi kekosongan ruang di hati ini,

Ya Tuhan, aku takut jika dia yang Engkau kirim, malah dapat mengurangi kadar rasa Cintaku pada-MU
Mengabaikan segala perintah-perintahMU
Menuruti segala hawa nafsu yang tanpa sadar telah masuk dalam benih-benih cinta antara aku dan dia
Aku Takut, Engkau menjadi jauh dari ku
Engkau adalah segalanya untukku, bukan dia atau siapapun

Ya Rabbi, bimbinglah aku dalam cinta yang telah Engkau ridhoi
Janganlah Engkau menjauh dari jiwaku, aku mohon
Aku ingin selalu dekat denganMU, Allah
Merasakan setiap detik kemesraan di antara kita
Aku hanya ingin menjadi kekasihMU , Allah


#161211