My Journey
coretan kehidupan
Minggu, 09 November 2025
Sabtu, 08 November 2025
Manipulator Vs Super Empath
ketika manipulator bertemu dengan super empath yang terjadi bukan pertarungan fisik tapi adu energi dan kesadaran.
Super empath
bisa membaca niat, perasaan bahkan pola pikir orang . . . .
Tanpa kata –
kata, mereka tahu mana yang tulus dan mana yang memainkan peran.
Sedangkan manipulator hidup dengan topeng. Mereka
menipu, memanfaatkan dan mencari “korban” yang bisa digerakkan demi keuntungan
pribadi. Bagi mereka, manusia hanyalah alat.
Mereka berlari tanpa jejak. Mereka tersenyum, namun
sudah menutup semua celah. Energi tidak lagi dimasuki. Mereka tidak membalas
dengan amarah – tapi dengan kesadaran.
Selasa, 13 Februari 2024
Kesadaran Adalah Kunci Menikmati Hidup
Ketika sebuah situasi lantas membuat kita sedih, nggak habis pikir dan bertanya - tanya. Mengapa dan mengapa? Penghakiman pun sering terbesit di benak. Apakah Tuhan adil? Ketika orang baik diperlakukan seperti itu? Kenapa harus dia yang menerima musibah itu? Kenapa harus ada orang jahat? Lagi - lagi kita mungkin sedih, kesal, marah dibuatnya.
Gapapa, nangis aja. Keluarin aja. Setelah itu, ambil hikmahnya. Bahwa takdir adalah kehendakNya. Allah cuma pengen kasih lihat ke kita tentang hidup itu punya lika likunya. Belajarlah dari hidup yang kadang rasanya pahit, tapi mungkin itu jalan menuju rasa yang manis yang harus kita lalui. Agar sampai di titik kita yakin sepenuhnya bahwa yang terjadi adalah kuasaNya.
Hidup punya dramanya masing - masing. Layaknya sebuah layar bioskop. Yang banyak menampilkan banyak film. Lucu, sedih, romantisme dan sebagainya. Layar adalah layar. Tanpa layar, film tidak akan pernah bisa ditampilkan. Namun, layar ini sering dilupakan karena adanya film yang diputar. Padahal layar dan film ini sebenarnya terpisah. Dan layar adalah alat untuk menampilkan berbagai macam film.
Layar adalah kita. Kesadaran. Yang apapun film yang ditampilkan tidak akan membuat kita hanyut di dalamnya. Kesedihan, kesenangan adalah buah dari pengalaman yang terjadi dengan diri kita yang sebenarnya bisa kita amati, pahami dan nikmati di setiap momennya tanpa perlu penolakan yang berlebihan.
Minggu, 11 Februari 2024
Kesadaran Adalah Awal Terbukanya Hati dan Pikiran
Kesadaran adalah awal dari terbukanya hati dan pikiran. Jika hati dan pikiran kita sudah terbuka maka kita akan terkoneksi dengan cahaya ilahi.
Terkoneksi dengan bahasa semesta. Bahasa rasa yang kadang tidak logis namun nyata.
Layaknya seorang sakti yang mampu membaca pikiran, yang mampu membaca kejadian yang akan datang tanpa harus digembar gemborkan.
Cukup dengan diam seolah kita sedang menerima pesan yang semesta sampaikan.
Kesadaran adalah cara kita untuk menyelaraskan vibrasi, frekuensi dan energi dengan sang Pencipta.
Level yang sulit untuk dicapai oleh kita yang masih egosentris. Kita yang masih melekat pada wujud dan materi.
Minggu, 21 Januari 2024
Jika Hanya Sebuah Prasangka Sungguh Aku Tak Peduli
Jika kamu mendengar kebaikanku dari orang lain, jangan langsung percaya.
Pun jika kamu dengar keburukanku dari orang lain jangan juga langsung percaya.
Apapun yang hanya kamu dengar dari orang lain, bukan dari orangnya langsung jangan pernah langsung percaya. Cari tahu sendiri, mengalami sendiri.
Lagi pula baik atau buruknya aku di mata orang lain, aku nggak terlalu peduli.
Aku menikmati diriku apa adanya.
Aku menikmati setiap momen pertumbuhanku.
Tak hanya tumbuh secara fisik tapi juga tumbuh secara spiritual.
Hingga matang di akhir. Dan berpulang dengan tenang.
Sampai sini paham?
Jumat, 12 Januari 2024
Malam Yang Tanpa Salah Paham
Rabu, 10 Januari 2024
Hati Adalah Nahkoda
Senin, 08 Januari 2024
Mengenal Ego
Dulu, saya kewalahan menghadapi ego setiap orang yang selalu ingin dimengerti. Akhirnya saya kalah banyak. Mereka menang banyak.
Manipulatif. Adalah karena kita terlalu mengedepankan ego. Minim untuk berkaca pada diri sendiri.
Memangnya mereka pikir, cuma mereka yang boleh marah. Saya nggak boleh marah?
Dulu, saya pura - pura bodoh ketika mereka seenaknya membohongi saya. Cukup tahu. Dan suatu saat saya pastikan mereka terima balasannya tanpa perlu saya yang membalasnya.
Dulu mereka bersikap seolah mereka yang tersakiti.
Saya selalu disalahpahami. It's okay. Saya nggak perlu memberikan penjelasan panjang kali lebar. Percuma. Yang mereka mau, saya yang salah.
Dulu, mereka banyak mengkritik kesalahan. Tapi, giliran mereka salah. Saya coba memberikan pengertian. Tidak perlu saya hakimi berlebihan.
Kadang capek banget menghadapi ego mereka yang tinggi.
Saya coba cari solusi, minimal untuk pertahanan diri saya sendiri.
Agar ketika saya menghadapi ego mereka, nggak lantas membuat saya down.
Lagi - lagi yang dipermasalahkan adalah benar - salah.
Tanpa mempertimbangkan sisi yang lainnya.
Kini, ketika menghadapi ego mereka. Saya coba terima dengan hati terbuka, memberikan ruang untuk ego mereka menumpahkan segalanya. Dan tumpahan egonya nggak lantas membuat saya terbawa emosi. Fokus mencari solusi.
Sabtu, 06 Januari 2024
Manusia Digital
Di jaman ini manusia digital tercipta.
Manusia yang kesibukannya beralih ke dunia digital.
Hai, hai si manusia digital. Bagaimana kabar duniamu?
Sudah berapa banyak receh yang kau habiskan di dunia digital?
Sudah berapa banyak hal kamu bagikan hanya untuk kebutuhan akan validasi orang - orang?
Sudah seberapa bahagia kamu hidup di dunia digital?
Musim viral apa lagi bulan ini?
Tetap waspada di dunia digital. Sama seperti di dunia realitas, ada saja kejahatan - kejahatan yang dibuat oleh manusia digital.
Kejahatan yang lebih halus, tak kasar mata, tipu - tipu yang semakin besar dibandingkan di dunia realitas. Semakin besar namun semakin halus.
Kebingungan adalah hal biasa yang dialami oleh manusia peralihan.
Hidup di antara era non digital dan terpaksa beralih ke dunia digital.
Adaptasi yang agak kaku terpaksa dijalani.
Hai manusia Digital, semakin banyak topeng yang kamu buat.
Padahal bisa aja sih nggak pakai topeng, tapi lagi - lagi ketakukan akan tidak diterimanya eksistensimu membuatmu terbuai sama topeng yang diciptakan.
Kelelahan yang bukan lagi lelah fisik karena aktivitas nyata. Tapi, kelelahan pikiran semakin dirasa.
Pikiran yang sibuk ke sana kemari. Tak berhenti mencari sebelum kuota habis. Tapi, lagi - lagi langsung cepat terisi demi eksistensi diri.
Kamis, 04 Januari 2024
Menerima
Hal tersulit dalam hidup ini adalah menerima. Terutama menerima kekurangan diri sendiri. Menerima bahwa hal buruk yang terjadi dalam hidup adalah akibat perbuatan kita sendiri di masa lalu. Kita dihujat karena dulunya, sadar atau nggak pasti kita pernah menghujat orang lain. Kita sakit, karena kita nggak bisa merawat tubuh dengan menjaga pola makan, gaya hidup atau pengelolaan stress.
Nggak ada satu keburukan pun yang kita lakukan yang luput kembali ke kita. Pun kebaikan.
Semua yang kita keluarkan akan kembali ke kita.
Ketika kita menghujat seseorang sadarilah kalau kita sedang menanam itu untuk diri kita sendiri di kemudian hari.
Kita melihat kekurangan orang, tapi buta sama kekurangan diri sendiri.
Disamping kita juga lebih suka membicarakan kelebihan diri sendiri kita pun sangat senang membicarakan kekurangan orang lain. Jadi mengganggap dirinya paling sempurna.
Lagi - lagi lupa kalau dirinya juga punya luka, punya dosa.
Kita semakin sulit membedakan mana yang real mana yang maya.
Realitas yang selalu disangkal ketika yang terjadi nggak sesuai keinginan.
Akhirnya menyalahkan faktor eksternal. Selalu yang disalahkan orang lain.
Atau yang lebih ekstrem menyalahkan Tuhan. Kalau Tuhan aja disalahkan, gimana manusia lain. Nggak ada nilainya di matanya. Hina sekali.
Semakin reaktif kita, semakin menunjukkan bahwa luka kita banyak. Ego kita besar. Dan kesadaran kita minim.
You know lah, manusia itu gampang dipanas-panasin. Gampang dikomporin. Jadi nggak usah diseriusin amat sih. Berita hoaks. Gosip itu tujuannya cuma buat nunjukkin si penggosip lebih baik dari yang digosipin. Sesimpel itu.
Terus kita jadi ikut - ikutan memjelekkan. Kita jadi ikut - ikutan menyebar kebencian. Padahal yang punya kepentingan si penggosip. Yang ingin lebih unggul dalam segala hal. Nggak mau kalah saing. Gengsinya besar. Nggak mau rugi. Jadinya sikut - sikutan. Capek banget lihatnya.
Mampu menerima diri secara utuh akan berdampak pada kemampuan menerima orang lain secara utuh. Tidak mudah dihasut, tidak mudah dipengaruhi hal - hal negatif, tidak mudah percaya hoaks dan senantiasa membawa hati yang damai.
Sabtu, 30 Desember 2023
Paradoks
Siapa bilang kita hanya butuh untuk dicintai. Ternyata kita juga butuh untuk dibenci.
Orang semakin dibenci akan semakin tumbuh.
Siapa bilang kita hanya butuh sehat. Ternyata kita juga butuh sakit untuk menghapus dosa - dosa.
Kita butuh musuh untuk tahu sisi kelemahan kita.
Kita butuh paradoks dalam menjalani hidup.
Kita butuh "neraka" untuk tahu "surga". Kita butuh penderitaan untuk tahu kesenangan. Sama halnya kita butuh sedih untuk tahu arti bahagia
Cintailah musuhmu. Sayangilah orang yang membencimu.
Pun cintailah sewajarnya, karena cinta bisa jadi benci.
Pun bencilah sewajarnya, karena benci bisa jadi cinta.
Cintailah malam sebagaimana kamu mencintai siang.
Rabu, 27 Desember 2023
Drama Hidup
Banyak yang takut tampil apa adanya dan takut menunjukkan keasliannya.
Karena selama ini terbiasa memakai topeng. Topeng fisik maupun topeng psikologis.
Tuntutan sosial mengharuskan setiap individu memainkan berbagai peran. Ketika di rumah, di masyarakat atau di tempat kerja. Berbeda rupa. Terus memainkan peran.
Drama menjadi hal biasa. Padahal 'kehidupan' dengan 'drama hidup' sangat berbeda.
Drama membuat lelah diri dan orang lain. Setiap orang terbebani dengan perannya sendiri. Dengan drama yang dibuatnya sendiri.
Aku adalah Kesadaran
Aku bukan pelayan buat egoku. Aku juga bukan pikiran burukku apalagi emosi sesaatku.
Aku adalah kesadaran. Aku yang mampu mengendalikan egoku. Aku yang mampu menyetir laju pikiranku.
Aku bukanlah topengku. Aku adalah keberanian untuk menunjukkan sisi asliku.
Asliku bukanlah tentang kepribadianku. Bukan juga tentang identitasku. Apalagi fisikku.
Aku juga bukan kebahagiaan yang kalau sesuatu terjadi sesuai keinginanku.

