Senin, 24 Oktober 2022

Menangislah, Tanda Kamu Manusia Bukan Batu!

"Nangis aja jangan ditahan, kamu bukan batu. Nangis aja nangis, gak usah maksa selalu pengen terlihat kuat gitu sih. Air mata gak akan abis ko. Oh tetep gamau. Giliran baca novel, nonton film/drakor ko langsung banjir itu. Bisa jadi itu sedih yang terpendam. Tapi gak sadar aja. Bener ga?"

Tiba - tiba suara hatiku mengatakan demikian. Entah kenapa banyak orang yang salah kaprah tentang air mata.

Dia yang nggak pernah nangis itu bukan berarti orang yang kuat (stroong)! sebaliknya orang yang mudah menangis bukan berarti dia lemah. 

Bahagia bukan juga berarti nggak pernah mengeluarkan air mata. Itu salah besar. 

Nangis itu menandakan kita manusia, punya hati. That's it!

Orang yg nggak pernah nangis bisa jadi hatinya keras seperti batu. Terus jadi nya lebih sering marah - marah. Lebih banyak mengkritik diri dan orang lain! Terlalu menuntut kesempurnaan. Harus serba bisa, serba Okay di mata orang lain. Hatinya belum tentu merasa cukup dan tenang. 😆

Tapi nggak juga nangis terus setiap hari ya. Ya, dikira - kira aja. Intinya kalau sedih itu nggak apa-apa nangis aja ko, wajar banget. Mau kamu perempuan atau laki - laki. Sama - sama punya stok air mata yang nggak akan habis.

Jumat, 14 Oktober 2022

Bullying membawa Petaka

Sebuah film yang berjudul, "Kalian Pantas Mati" yang bergenre horror ini pantas diberikan apresiasi karena related dengan kehidupan anak remaja jika dilihat dari sisi kenakalannya. Remaja yang notabenenya dilahirkan dari orang tua berada namun orang tuanya kurang memberikan perannya serta lebih sibuk diluar rumah membuat anak - anak tumbuh tanpa aturan. Mereka merasa bebas melakukan apapun yang mereka suka. Termasuk membully teman yang berasal dari keluarga miskin namun memiliki segudang prestasi. 
Bully di kalangan remaja memang sangat memprihatinkan. Banyak kasus perundungan yang melukai fisik dan psikis korban. 
Hal inilah yang harus diwaspadai oleh pihak sekolah dan kerjasama dari pihak orang tua untuk terus mengawasi pergaulan putra putrinya. 
Dari film tersebut, kita bisa lihat karakter Dini, seorang gadis remaja yang cantik, pintar dan berbakat di bidang seni tari. 
Namun, karena dini anak dari penjaga sekolah. Dia tidak punya power untuk melawan ketika teman - temannya yang tergabung dalam sebuah geng anak - anak tajir membully nya.
Dampak dari bully ini membuat dia merasa rendah diri dan ingin lepas dari kehidupan ayahnya yang hanya seorang penjaga sekolah. 
Namun, sayangnya kecelakaan membuat nyawanya tak tertolong. Hal inilah yang membuat ayahnya sangat kehilangan dan mempunyai dendam terhadap murid - murid yang sudah membully anaknya. 
Dengan belajar ilmu hitam, dia pun bisa memanggil arwah dini untuk membalas perbuatannya teman - temannya. 
Namun, dini aslinya adalah anak yang baik dan tidak pendendam, maka sosok hantu dini muncul dengan karakter yang baik. 
Sementara, hantu dini yang lain adalah sisi jahat dari ilmu hitam yang ayahnya lakukan untuk menyakiti teman - teman dini yang sudah membully nya.
Sementara Raka, adalah murid yang bisa melihat makhluk astral. 
So, segitu aja infonya dari saya. Film ini layak untuk ditonton. 
Film horor yang gak horor banget. Kebanyakan film horor dari awal sampai akhir bikin tegang. Kalau film ini sangat beda, ada sisi humornya, romantis, horor dan anak muda banget.

Sabtu, 08 Oktober 2022

Pentingnya Menyadari Kesehatan Mental Sejak Dini

Beberapa orang yang saya kenal ternyata mempunyai isu tentang keluarga. Beraneka ragam problematika. Dengan berbagai emosi yang bergejolak. Bahkan di usia yang masih sangat kecil salah satu teman saya sudah menyaksikan orang tuanya bertengkar hebat dan akhirnya berpisah. Sejak saat itu dia diasuh oleh kakek dan neneknya. Ibunya yang sejak kejadian itu tak pernah lagi menemuinya. Dan ayahnya yang masih ada namun selalu terasa asing bagi anaknya sendiri. 

Emosi terkadang menjadi bumerang bagi yang memilikinya. Apalagi jika emosi yang sudah bertahun-tahun itu disimpan dan terus terakumulasi sehingga tanpa sadar kadarnya membesar. Ketika ada pemicu yang pas, di saat itulah ego mengendalikan diri,  menghancurkan naluri. 

Sisi baik yang sudah terbentuk pun seolah tak ada artinya. 

Banyak sekali orang tua yang ternyata masih menyimpan emosi entah itu kemarahan, ketakutan dan kesedihan nya terhadap orang tua mereka namun sayangnya emosi itu diabaikan tanpa diproses dengan benar sehingga puluhan tahun kemudian emosi itu kembali menghampiri ketika dia sudah menikah. 

Sisi kekanak - kanakan nya muncul setelah mereka punya pasangan dan anak.

Jarang sekali ada orang tua yang rendah hati mau mengakui emosi yang masih tersimpan puluhan tahun ini. Mereka terus berasumsi bahwa mereka baik - baik saja. "mana mungkin saya masih menyimpan kemarahan saya terhadap orang tua saya."

Ditambah doktrin bahwa orang tua harus dipatuhi dan tidak boleh dilawan. 

Seorang anak yang sering melihat, mendengar dan merasakan kemarahan orang tuanya akan merekam semua itu dan menganggapnya itu adalah hal yang normal. Dan ketika dia menikah pun keadaan yang harmonis menjadi sangat asing dan tidak normal. Sehingga keributan - keributan yang dipicu hal - hal sederhana menjadi konflik yang selalu ada dan menyertai di hari - harinya.

Orang tua yang dulunya terluka tanpa sadar ketika dewasa luka itu masih ada dan ditularkan ke pasangan serta anaknya. Tanpa adanya kesadaran, hal ini terus terjadi bagaikan lingkaran setan. 

Mereka yang terlihat "baik - baik saja" ternyata masih menyimpan kemarahan. Di usia saya yang masih remaja saya pun mengalami penyakit psikosomatik yang ternyata disebabkan oleh kemarahan yang saya pendam bertahun - tahun dan terus terakumulasi. Penyakit ini pun seolah tak bisa hilang dengan obat - obatan medis. Penyakit yang kambuh - kambuhan. Ternyata akarnya adalah kemarahan yang saya tahan saat masih anak - anak sampai menginjak usia dewasa. Beberapa tahun belakangan ini, isu kesehatan mental menjadi sangat booming. Dan saya mencoba mempelajari dan mendalami itu. Hingga saya menyadarinya, menerimanya dan memasrahkannya. Hingga kini saya tak pernah lagi merasakan sakit seperti dulu.

Banyak anak yang tumbuh dengan luka dan luka itu tak pernah disadari keberadaanya. 

Selamat hari kesehatan mental dunia.


Rabu, 05 Oktober 2022

Amuk di Kanjuruhan

Di setiap pertandingan, selalu ada yang jadi pemenang. Pemenang hanya simbol dari kegigihan usaha yang dilakukan. Sama seperti pemenang, yang kalah juga simbol bahwa harus lebih giat lagi berusaha. Adalah hal wajar ketika kalah mengakui dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Dan ketika menang, merayakannya dengan bersuka cita dan tetap rendah hati merangkul yang kalah untuk sama - sama merayakan kemenangan itu dan tetap menyemangatinya. Memahami bahwa semuanya adalah takdir yang harus diterima.

Suporter yang "beringas" adalah simbol adanya kemarahan di dalam dirinya entah marah ke siapa. Kekalahan club nya hanyalah pemicu kecil dari emosi besar yang sudah ada jauh di dalam dirinya. 

Jiwa - jiwa muda yang sedang bergejolak itu awalnya memang sudah rentan. Hal ini bisa dilihat dari mudahnya mereka terprovokasi. Hal ini tentu bisa saja dimanfaatkan oleh pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak yang hanya mencari "keuntungan" dari mereka yang masih beranjak remaja. Jiwa muda ini tentu tidak takut mati dan tidak mempertimbangkan akibat perbuatannya ternyata membuat banyak teman - teman mudanya yang mati sia - sia. 

Penonton yang melebihi kapasitas pun menjadi tanggung jawab panitia yang mungkin hanya mementingkan pemasukan tanpa mempertimbangkan dampaknya. Demi uang ratusan nyawa melayang.

Polisi yang panik dengan membludaknya puluhan ribu penonton yang ribuan supporter yang memaksa masuk secara tidak sadar menembakkan gas air mata, termasuk ke beberapa tribun yang banyak terdapat perempuan dan anak - anak. Alhasil, mereka berhamburan. 

Efek gas air mata, tidak main - main. Semua kejadian ini berawal dari emosi yang tidak terkendali. Perilaku yang tidak disadari. 

Selamat jalan para pemuda. Selamat menuai apa yang sudah kau tanam. Yang masih selamat, marilah kita mulai melihat ke diri masing - masing, merefleksi diri atas kejadian yang sangat memilukan ini.

sumber foto : detik.com


Jumat, 29 Juli 2022

Zoom Out

Untuk apa manusia hidup jika tak ada kebaikan.

Untuk apa manusia hidup jika tak ada persahabatan.

Untuk apa manusia hidup jika tak ada kebermanfaatan.

Kejahatan yang dilakukan sebenarnya buat apa?

Perselisihan yang terjadi sebenernya untuk siapa?

Dan kesia – siaan sebenernya apa?

Tengoklah jauh ke dalam dirimu .

Sebelum kamu tengok kanan kirimu.

Lihatlah sisi kelammu .

Sebelum kamu menemukan sisi terangmu.

Nilailah dirimu sebelum kamu menilai orang lain.

Cukuplah  menyuarakan kebaikan tanpa adanya keteladanan.

Cukuplah kau menilai buruk orang lain tanpa pernah berkaca pada diri sendiri.

Dunia ini begitu luas.

Alam semesta ini sungguh tak terbatas.

Tapi kita, masih saja membatasi diri dengan menilai seseorang hanya dari satu. Tanpa melihat secara utuh.

Kejahatan, perselisihan dan kesia-siaan terlihat begitu konyol.

Kita hanyalah butiran debu di alam semesta ini.

Zoom out.

Agar kita bisa jauh lebih tenang.

Jauh lebih fokus pada hal – hal penting.

Dan jauh lebih bijaksana.

Rabu, 27 Juli 2022

Mengatasi Kecemasan Remaja Di Era Hiperkoneksi

Tak dapat dipungkiri bahwa kesehatan mental saat ini menjadi isu yang sangat mendunia. Bahkan di kalangan perkotaan negara – negara berkembang isu ini sudah mulai banyak diperbincangkan. Kesadaran untuk menjaga kesehatan mental mulai dikampanyekan oleh berbagai elemen masyarakat. Terlebih kesadaran akan kesetaraan pentingnya menjaga kesehatan mental layaknya kita menjaga kesehatan fisik.

Menurut WHO Kesehatan mental adalah kondisi sejahtera seseorang, ketika seseorang menyadari kemampuan dirinya, mampu untuk mengelola stress yang dimiliki serta beradaptasi dengan baik, dapat bekerja secara produktif dan berkontribusi untuk lingkungannya.

Kecemasan dan depresi adalah gangguan mental yang sering dialami remaja di era digital saat ini. Menurut data Riskesdas (riset kesehatan dasar) 2018 presentasi depresi pada usia remaja (15 – 24 tahun) sebesar 6,2%. Depresi berat akan mengakibatkan remaja menyakiti diri sendiri bahkan berpikir untuk bunuh diri. Menurut ahli Suciodologist, sebesar 4,2% siswa di Indonesia pernah berpikir untuk bunuh diri. Pada kalangan mahasiswa sebesar 6,9% mempunyai niat bunuh diri sedangkan 3% nya melakukan percobaan bunuh diri.

Peran keluarga menjadi sangat penting dalam menumbuhkan mental yang sehat pada remaja. Seorang remaja yang dibesarkan dengan figur pengasuh yang baik akan tumbuh dengan karakter yang kuat. Karakter yang kuat sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental.

Pengetahuan tentang mental health haruslah diberikan mulai dari lingkup terkecil keluarga, sekolah, masyarakat hingga negara. Namun, peran keluarga diharapkan lebih aktif demi menjaga anak-anak remaja mereka agar terhindar dari mental illness dan meminimalisir resiko yang ditimbulkan dari gejala mental illness yang cenderung diakibatkan karena faktor luar, seperti tekanan dalam bidang akademik, perundungan (bullying), kecemburuan sosial dan sebagainya.

Pada remaja masa kini, umumnya gangguan kecemasan timbul akibat adanya perubahan yang cukup ekstrem pada kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Tekanan dan ekspektasi yang tinggi dari keluarga maupun sosial terhadap diri seorang remaja sangat berpengaruh atas timbulnya rasa kecemasan yang berlebih ini. Tekanan dan ekspektasi ini tidak dibarengi dengan support system yang melingkarinya dalam hal ini keluarga. Banyak orang tua menganggap sepele rasa kecemasan yang dirasakan oleh remaja dan membandingkan masa remaja yang dialaminya dengan yang dialami oleh anak-anaknya.

Padahal memasuki masa remaja di era digital seperti sekarang ini juga merupakan tantangan yang harus dilewati oleh remaja dan tentunya akan lebih banyak lagi kecemasan yang dirasakan. Media sosial menjadi salah satu pengaruh besar terhadap kecemasan remaja.

Dengan terbiasa melihat kehidupan orang lain di media sosial membuat diri kita sebagai remaja tanpa sadar menjadi lebih sering membandingkan hidup kita dengan orang lain meskipun hanya melihat dari unggahan foto ataupun story yang hanya beberapa hitungan detik saja. Selain itu, kita pun akan lebih banyak dan lebih mudah mendapatkan informasi dari berbagai macam sumber yang tentunya tidak selalu valid. Informasi tersebut tentunya akan menumpuk di dalam kepala dan menimbulkan banyak pertanyaan sehingga timbul rasa cemas berlebihan karena takut tidak bisa mengimbangi dunia luar.

Untuk itu, penggunaan media sosial perlu diawasi oleh orang tua serta diberikan pemahaman tentang bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terbawa arus tren dunia maya dan tidak mudah percaya dengan informasi yang dilihat di dunia maya. Agar pengawasan dan pemahaman ini dapat tersampaikan kepada remaja, orang tua perlu menempatkan dirinya sebagai teman bagi mereka.

Orang tua yang memiliki anak menginjak masa remaja haruslah bisa menjadi teman yang asik untuk diajak berdiskusi. Ketika orang tua sudah dianggap teman, mereka akan lebih nyaman untuk bercerita apapun yang mereka alami dan mereka rasakan. Mereka tidak akan canggung kepada orang tua, namun tetap bisa menjaga rasa hormat kepada kedua orang tua.

Penting bagi orang tua untuk menanamkan nilai – nilai spiritual di masa remaja anaknya. Nilai – nilai spiritual yang dimaksud menurut Prof. Notonegoro adalah ; (1) nilai kebenaran yang bersumber pada akal manusia sesuai fakta – fakta yang ada, (2) nilai estetis atau nilai keindahan yang bersumber pada unsur – unsur perasaan manusia, (3) nilai kebaikan atau nilai moral mengenai baik buruknya suatu perbuatan dan (4) nilai religius yang berisi filsafat – filsafat hidup yang dapat diyakini kebenarannya.

Orang tua juga dilarang menghakimi anak remaja ketika berbuat kesalahan. Penghakiman hanya akan membuat anak semakin membenci orang tuanya. Jangan pula menghukum anak remaja dengan hukuman yang tidak sepadan dengan kesalahan yang dilakukan. Berilah apresiasi ketika anak remaja melakukan perbuatan baik sekecil apapun. Penghargaan yang diberikan orang tua akan memunculkan rasa percaya diri mereka. Sehingga mereka akan termotivasi untuk berbuat yang lebih baik lagi.

Kamis, 30 Juni 2022

Mengenal Diri

sumber gambar : narasipost

Mengenal diri. Kata ini terdengar aneh dan membingungkan. 

Memangnya ada manusia yang nggak kenal sama dirinya sendiri? Atau muncul pertanyaan, "mengenal diri semacam apa yang dimaksud di sini?"

Bukan hanya tau identitas diri. Tapi lebih dalam dari itu. Konsep mengenal diri adalah cara kita memandang diri kita sendiri sampai ke akar - akarnya. 

Ketika ada pertanyaan, "who am I?" Jawabannya tentu akan mengacu pada sifat diri, kelebihan diri dan kekurangan diri.

Untuk dapat menjawab pertanyaan itu butuh proses yang terkadang tidak bisa singkat. 

Butuh proses dan waktu yang lebih intens agar kita bisa menjawab dengan sejujur - jujurnya dan sadar penuh atas hal itu.

Mengenal diri sangat penting. Karena betapa banyak anak nakal yang disebabkan karena mereka nggak kenal sama dirinya sendiri.

Beruntung bagi seorang anak yang dibesarkan dengan figur pengasuh yang baik, yang mampu melihat secara utuh anak mereka dengan penuh cinta kasih. 

Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan apa yang mau mereka lakukan untuk kenyamanan dirinya bukan hanya untuk kenginan orang tuanya semata.

Sebaiknya sebagai orang tua kita harus refleksi dan menyadari bahwa tidak ada istilah anak nakal. Yang ada hanyalah anak yang sedang mencari perhatian karena kurangnya pengenalan diri mereka sendiri.

Anak yang sudah mengenal dirinya akan lebih nyaman dalam berbuat hal yang positif yang mereka sukai. Mereka akan bertindak secara spontan dan lebih ekspresif bukan agresif.

Mengenal diri sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Mari kita luangkan waktu untuk lebih mengenal siapa kita sesungguhnya. Karena kita akan lebih mudah mencintai dan menghargai orang lain ketika kita sudah bisa mengenal dan mencintai diri sendiri.

Rabu, 15 Juni 2022

Memento Mori : Mengingat Hari Kematian

Hari ini makin banyak orang yang membicarakan tentang kematian.

Apa yang harus dikhawatirkan dengan kematian jika itu adalah sebuah kepastian.

Tak harus menunggu tua untuk mempersiapkan kematian.

Tak juga harus menunggu sakit untuk mengingat kematian.

 

Kapanpun, dimanapun kematian akan selalu mengintai.

Menjaga diri agar tubuh tetap sehat adalah usaha untuk memperpanjang kehidupan manusia.

Namun, jika takdir berkata lain. Apa yang bisa kita perbuat?

Jika Tuhan berkata, “waktunya kamu pulang.”

 

Mengingat hari kematian akan meluruhkan keangkuhan dan kesombongan.

Melihat lebih banyak sisi baik dari kehidupan.

Mengambil setiap hikmah yang ada pada insan yang lebih dulu berpulang.

Dan menyambut hidup dengan lebih bermakna dan bernilai.

Rabu, 08 Juni 2022

Kehilangan

 

Apa yang sebenarnya kita miliki di dunia ini?

Bahkan diri kita sendiri bukan pemilik aslinya?

Lalu kenapa kita merasa sedih ketika kehilangan?

Kehilangan barang kesayangan terlebih kehilangan orang2 tersayang.

Adalah karena sifat memiliki yang membuat kita enggan untuk terpisahkan.

Adalah hal yang wajar ketika air mata ini terjatuh bahkan mengalir deras ketika tiba hari kematian orang yang kita sayang. 

Kehilangan seseorang dari kehidupan itu berarti kita tak bisa lagi melihat, menyentuh dan bahkan memeluknya. 

Yang hidup menangisi kepergian yang sudah tiada.

Sementara bayi yang baru lahir ke duniapun menangis untuk pertama kalinya dia di dunia.

Mengapa?

Ya, karena sejatinya dunia ini begitu rumit. 

Dunia ini sungguh membuat kita lelahkan?

Mungkinkah orang yabg meninggal dunia sama sekali tidak merasakan kesedihan?

Justru senang karena bisa kembali kepada sang pencipta.

Sementara, kita yang ditinggalkanlah yang merasakan kesedihan itu. Karena tak bisa lagi memilikinya.

Rasa sayang yang teramat membuat diri kita enggan terpisahkan. 

Selamat menunggu fase kehilangan dalam hidupmu. Bersiaplah untuk air mata yang seketika menetes. Pikiran yang kalut dan hati yang begitu rapuh.

Semoga kita bisa melalui fase ini dengan sabar dan ikhlas serta meyakini bahwa suatu saat kita semua akan dikumpulkan lagi di akhir hayat kita.

Kamis, 26 Mei 2022

Qiana Cahaya Maulidya (Part 2)

Qiana (part 1)

"Bu ini sudah ada pengapuran plasenta. Kayanya bener di awal pemeriksaan waktu usia kehamilan 5 Minggu, HPL 9 November bukan yang terakhir ibu cek, akhir November atau awal Desember. Ini harus segera dikeluarkan. Tidak apa, besar di luar saja, karena bayi Ibu IUGR."

Hari itu adalah malam Minggu dan dokter menyarankan untuk dilakukan operasi sesar besoknya. Meskipun dokter libur praktek tapi melihat kondisimu, dokter rela mengorbankan waktu liburnya demi menyelamatkan kamu. 

"Tapi, dok saya belum ada persiapan apa-apa. Bagaimana kalau Senin saja?"

Dan akhirnya, dokter menyetujui untuk dilakukan operasi pada hari Senin. Di perjalanan pulang sekitar jam 10 malam, pikiran umma kalang kabut, harus melakukan persiapan, mengabarkan ke keluarga dan mungkin mereka juga akan kaget.

Di satu sisi umma senang karena akan segera ketemu bidadari cantik, di sisi lain, teringat trauma ketika persalinan pertama yang membuat umma merasa cemas.

Senin, 2 November pukul 10.00 WIB. UGD RS Hermina. Setelah dilakukan CTG selama setengah jam lebih dan tidak terlihat pergerakanmu. Namun, detak jantungmu masih terdengar. Beda dengan kakak kamu yang ketika di CTG hampir satu menit sekali melakukan tendangan di perut umma.

Selesai CTG, suster langsung menghubungi dokter Vera. Dan dokter memutuskan segera lakukan operasi. 

Umma dibawa ke lantai 3 untuk mengganti pakaian. Momen yang ditunggu segera tiba. 

Selesai mengganti pakaian, umma di bawa ke ruang operasi. Sebelum memulai operasi, dokter dan tim berdoa demi kelancaran dan keselamatan. 

Operasi dimulai, terasa sekali dingin ruangan dan ketika perut umma mulai disayat. Dokter sambil berbincang satu sama lain. 

Tangis umma pun pecaaah ketika mendengar suara tangis pertama mu di dunia. Dan umma bisa melihatmu dari pantulan dinding ruangan. Tubuhmu yang mungil, kemerahan, dan tangismu yang kencang. 

Salah satu suster memperlihatkanmu ke umma setelah kamu dibersihkan. "Bu berat dedenya 1,99 kg ya. Gpp Bu nanti gede di luar ko. Banyak kasus seperti ini, bahkan salah satu dokter di sini juga pernah bayinya IUGR. Tapi Alhamdulillah gemuk sekarang."

"Terima kasih suster. Iya tidak apa yang penting tidak kurang satu apapun."

Meskipun kecil, tapi Alhamdulillah kamu sehat, nak. Tidak perlu berada di ruang Nicu dan tidak dipakai alat apa-apa. 

Hanya ditaruh di inkubator supaya suhunya tetap hangat. 

Cantik sekali anak umma, Masya Allah. Matamu berbinar, bibirmu merah, kulitmu putih. Banyak yang bilang ini Farhan versi perempuan.


Senin, 23 Mei 2022

Meluruhkan Kesombongan

Pernah merasa lebih baik dari orang lain? Atau menganggap orang lain lebih rendah dari kita? 

Menjudge orang lain tanpa tahu hal atau kejadian apa saja yang sudah dilalui dan dialami orang yang kita jelekkan adalah perbuatan sia - sia.

Di jaman hiperkoneksi saat ini, yang kesempurnaan bagaikan dewa yang selalu diagung - agungkan. 

Semua berlomba - lomba menampilkan sisi kesempurnaan tanpa mau peduli dengan keadaan di dalam diri masing - masing atau  malah justru mengotori lisan kita sendiri dengan menjelek - jelekkan orang lain yang justru kita nggak bener - bener mengenalnya? 

Selain karena nggak mengenal orang tersebut, kita juga sepertinya nggak mengenal diri sendiri.

Sehingga begitu mudah melihat kekurangan orang lain dan begitu sulit melihat kekurangan diri sendiri.

Atau yang lebih parah lagi di depan terlihat baik dan di belakang justru menjelek - jelekkan. Begitukah kita diajarkan oleh Nabi?

Bukankah kita tahu bahwa Nabi saja dijelekkan, dilempar batu, diludahi tetap tidak mau melawan?

Bahkan Nabi mendoakan orang - orang zhalim itu agar diberikan hidayah dan kesadaran diri. Hingga Allah yang mendatangkan musibah kepada mereka agar mau bertaubat. 

Sekian.




Minggu, 22 Mei 2022

Tenggelam dalam Kefanaan


Dunia semakin hari menuntut manusia untuk terlihat sempurna.
Manusia semakin hari dituntut untuk kehidupan yang serba wah.
Media sosial adalah topeng kebahagiaan yang kerap ditampilkan. Kefanaan yang semakin diabaikan menggerus kepekaan.
Kelelahan fisik hingga menyebabkan tubuh tak mampu lagi menahan beban mental. Hingga maraknya fenomena kerasukan Yang selalu dikaitkan dengan hal – hal mistis, nyatanya itu semua adalah gangguan psikologis.
Kesadaran diri akan pentingnya menjaga fisik dan psikis semakin berkurang. Sebab,semuanya disediakan serba instan dan praktis.

Bagaimana mungkin kita mengabaikan penyakit mental yangKerap menjadi sumber permasalahan. Semakin diabaikan kelelahan mental akan membuat kita terlihat tidak natural.
Sama halnya seperti kelelahan fisik hingga terjadi sakit. Namun, kelelahan mental hingga penyakit mental masih saja dikesampingkan. Trauma masa lalu yang dianggap tabu hingga membuat malu.Membuat manusia menutup rapat memori kelam itu.

Berusaha terlihat baik – baik saja adalah awal dari kepalsuan diri. Manusia yang terbatas melihat yang hanya bisa terlihat. Bahkan lupa kalau yang bisa dilihat justru kefanaan.
Dan yang tidak terlihat adalah kekekalan. Fisik yang terlihat dan jiwa tidak bisa dilihat. Baju bagus yang dipakai tidak menjamin jiwa yang bagus pula.

Tubuh manusia adalah bungkus dari jiwa yang tak terlihat. Dan kita lebih sering fokus pada yang terlihat.
Selamat datang di dunia fana. Selamat bersenang – senang sampai kematian datang.

Jumat, 29 April 2022

Tentang Sebuah Kesalahan

Milyaran orang di bumi tidak ada yang benar - benar suci. Mereka pasti pernah melakukan kesalahan. Bahkan ada yang berulang kali melakukan kesalahan dan tidak pernah mau menyadari. Tapi, tenang itu semua bisa diatasi.
Lanjut, padahal kita harus sama - sama memahami bahwa kita ada untuk saling mengasihi bukan untuk saling mengoreksi. Jika ada salah maka perbaiki dengan hati bukan dengan emosi.
Manusia cenderung ingin "diingini" pada setiap keputusannya. Padahal mustahil jika setiap keputusan kita itu harus bisa diterima. Kadang orang lain punya cara pandang yang berbeda.
Ini yang sering menimbulkan konflik. Hingga pada akhirnya saling menyalahkan. Bukankah lebih indah jika kita saling memahami?
Setiap kita punya latarbelakang berbeda - beda, hidup dan dibesarkan di lingkungan yang berbeda, mempunyai hobi menonton film dan membaca buku yang berbeda pula. Jadi isi kepala kita pasti berbeda.
Tentang sebuah kesalahan adalah tentang bagaimana kita bisa menyikapi setiap kesalahan itu dengan melihat secara utuh dari berbagai aspek (latarbelakang, pengalaman) hingga nantinya kita bisa memahami kesalahan itu untuk bisa diperbaiki dengan hati yang lapang, bukan emosi yang meradang.
Bogor, 30 April 2022.

Minggu, 24 April 2022

Merefleksi Keinginan

Keikhlasan dan Kebijaksanaan akan mengantarkan kita pada kesadaran diri bahwa yang sesungguhnya manusia ingini hanyalah ketenangan dan kedamaian hidup.
Ketenangan dan kedamaian hidup terkadang dikamuflase oleh keberlimpahan dan kemewahan. Yang justru merusak kedamaian dan ketenangan itu sendiri.
Sudah terlalu jauh manusia salah arah, salah tujuan hidup dengan terus mengejar keinginan – keinginan yang lama - lama telah mengkontaminasi kejernihan hati dan pikirannya.
Ikhlas adalah menerima yang ada dan yang tidak ada. Yang sudah kita miliki dan yang belum kita miliki.
Bijaksana yaitu respon yang tepat dan seimbang terhadap sikap seseorang atau sesuatu yang terjadi dan yang tidak terjadi.
Obsesi terkadang mampu mendobrak benteng kebijaksanaan yang pernah dimiliki.
Impian kita terkadang mampu mengikis keikhlasan sehingga tak mampu bertahan pada realita dunia. Ekspektasi tinggi adalah awal dari sebuah sakit hati.
Bagaikan menggoes sepeda, kadang hidup di bawah dan di atas. Atau seperti bumi yang senantiasa berotasi yang mengakibatkan malam berganti siang, gelap berganti terang.
Seperti cara kerja alam semesta ini yang terus berotasi dan berevolusi tanpa henti seperti itu pula manusia untuk bisa bertahan meski harus berada di titik terendah yang membuat lelah hingga mencapai titik tertinggi yang membuatnya terkadang lupa diri.

Rabu, 20 April 2022

Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?

Judul kali ini terinspirasi dari soundtrack film Kartini. Namun, jika kita dalami kalimat dari judul ini mungkin kita akan terus menghayati diri kita sebagai perempuan yang utuh. Hingga mendapatkan pemahaman dari jawaban "memang kenapa bila aku perempuan?"
Ya, perempuan adalah makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan dengan segala kemampuan dan kodrat yang hanya melekat pada dirinya.
Kodrat inilah yang membuat kita berbeda dari laki - laki. Kodrat kita sebagai perempuan yaitu, haid, hamil dan menyusui.
Pertanyaan dari "memang kenapa bila aku perempuan" muncul dari stigma negatif yang melekat pada perempuan yang dimulai sejak zaman kegelapan. Perempuan dijadikan budak, perempuan tidak bisa bebas memilih, perempuan dijadikan second class dan masih banyak lagi.
Di tengah maraknya perbudakan dan diskriminasi yang dialami oleh perempuan, Kartini hadir sebagai cahaya di tengah kegelapan. Hingga kita semua meyakini bahwa habis gelap terbitlah terang.
Sebagai perempuan mungkin dengan kodrat yang membuat kita dipandang lebih lemah, karena haid mengandung dan menyusui dijadikan beban dan tanggung jawab yang berat. Bukan dijadikan sebagai sebuah keistimewaan yang membuat kita lebih kuat.
Segala stigma negatif yang masih melekat pada perempuan, perlahan akan runtuh jika kita saling menginspirasi.
Laki - laki dan perempuan harus saling mendukung. Jangan ada yang merasa lebih kuat, lebih hebat dan lebih utama.

Kamis, 07 April 2022

Curahan Hati Angie Setelah 10 Tahun di Bui

Seorang wanita cantik mantan politisi di era tahun 2000an yang bernama Angelina Sondakh atau yang akrab dipanggil Mba Angie tampil di acara talk show Kompas TV yang dipandu oleh Rosiana Silalahi.
Angie adalah panggilan akrabnya. Mereka terlihat sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Di awal perbincangan Mba Rosie mengatakan bahwa dia marah dengan sosok perempuan di depannya. Namun, di akhir talk show pemandu acara tersebut mengungkapkan bahwa dia mau mempercayai semua perkataan Angie dari awal hingga akhir acara. Dia menyimpulkan bahwa, Angie benar - benar sudah menyesali perbuatannya. Dia berharap kehidupan Angie setelah ini menjadi lebih baik dan Angie tidak lagi mengkhianati kepercayaan orang - orang terdekat hingga masyarakat luas yang telah memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Saya kagum dengan sosok Ibu satu anak ini. Terlihat sekali hatinya berusaha kuat dan tegar meskipun dihadapi dengan ujian yang sangat berat semenjak menjadi politisi.
Air mata yang terus menetes selama acara berlangsung adalah bukti bahwa mantan koruptor ini sangat menyesali perbuatannya. Banyak nilai - nilai kebaikan yang bisa kita ambil dari pernyataan dan pengalaman hidupnya. Setiap perkataannya bahkan membuat saya kagum. Terlihat sekali bahwa wanita ini pintar dan tegar.
Lagi - lagi saya sering mengingat pesan yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sungguh relevan dan benar adanya. Back to the topic, ada beberapa pernyataan mba Angie ini yang sangat menarik buat saya pribadi bahkan mungkin juga masyarakat luas, yakni :
1. Tentang Kehidupan Politik di Indonesia
2. Tentang Kehidupan di Penjara
3. Tentang Menjadi Ibu yang Baik
Okey, saya akan bahas poin pertama. Kehidupan politik di Indonesia menurut Mba Angie masih jauh dari kata bersih. Tidak ada yang bisa menjamin seseorang yang terjun ke dunia politik menjadi manusia yang lebih baik. Tentu, menurut saya ini bukan rahasia umum lagi. Hanya saja sering diabaikan oleh banyak orang. Angie mengenang ketika dia merasa lebih bahagia bermain bersama orangutan dan alam tanpa mengenal korupsi. Namun, ketika itu dia mencoba terjun ke dunia politik karena mengira manusia - manusia di sana lebih manusia (mulia), namun ternyata salah.
Di dalam politik Money Power is addiction. Kita akan terus mencari lebih banyak lagi dan lagi bahkan sampai kita tidak akan pernah puas.
"DPR di jaman saya sangat kotor, ketika lingkungan kita kotor dan kita memilih menjadi bersih maka kita akan tergeser. Pilihannya adalah ikutan kotor atau tergeser." Dan semua pengalamannnya menjadi pembelajaran bahwa dia tidak ingin kembali ke politik .
"Ada aktor besar yang menjerumuskan saya, namun biarlah itu menjadi rahasia saya dan tidak akan saya umbar. Saya pecaya bahwa alam semesta ini tidak diam dan bekerja. Allah tidak tidur."
Yang kedua, tentang kehidupan di penjara. Beliau mengatakan bahwa, "di penjara saya banyak mendapatkan pelajaran hidup yang bernilai. Di penjara saya belajar kesederhanaan, makan dengan tempe saja bisa kenyang. Definisi kebahagiaan menurut saya sebelum dan sesudah masuk penjara menjadi berbeda. Dulu saya kira kemewahan adalah sumber kebahagiaan, barang - barang branded yang saya dulu banyak koleksi hanya kesenangan semu." Beliau juga mengatakan mendapatkan beberapa sahabat dari penjara.
Yang ketiga adalah tentang menjadi Ibu yang baik. Menjadi koruptor dan dihukum 10 tahun perjara membuat ibu muda yang kala itu baru memiliki satu balita kehilangan momen berharga sebagai seorang ibu.
"Saya merasa bukan Ibu yang baik. Saya menjadi contoh yang buruk buat anak saya."
Namun, saya harus membayar itu semua dengan berusaha menjadi ibu yang baik buat Keanu. Saya ingin dia percaya dengan ibunya saat ini. Saya menyesal telah memberi makan anak saya dengan uang haram. Saat ini saya hanya ingin hidup sederhana dengan anak dan keluarga saya. Angie pun mengingat kejadian ketika dia terpaks harus membersihkan parit dan berkubang dengan sampah demi bertemu dengan anaknya.
Saya yakin mba, alam semesta memang bekerja sesuai dengan tugasnya. Dan saat ini alam sedang bekerja memulihkan stigma negatif mba Angie menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Selasa, 29 Maret 2022

Ramadhan dan Usaha Menghapus Jejak Kesalahan

Ramadhan akan tiba dalam beberapa hari lagi. Sudahkah kita siap menjadi pribadi yang lebih utuh sebagai umat muslim? Sudahkah kita siap memperbaiki jiwa yang selama ini jauh dari jalanNya?
Ramadhan bagi saya adalah waktu yang tepat untuk kita kembali ke jalan yang benar. Jalan yang selama ini kita tinggalkan.
Manusia sebagai makhluk yang dinamis terkadang lupa akan eksistensinya sebagai makhluk yang beriman. Ibadah yang kita lakukan selama ini mungkin masih jauh dari kata sempurna, seperti kata seseorang yang mengatakan bahwa "sholat itu penting, jangan yang penting sholat, puasa itu penting, jangan yang penting puasa."
Artinya apa? Ibadah yang kita lakukan hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban. Tidak benar – benar memaknai ibadah sebagai bentuk syukur kita kepadaNya atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Selain itu, manusia sebagai makhluk sosial menjadi tempatnya salah dan khilaf dan terkadang tanpa sadar telah melukai orang lain dengan ucapan maupun tidakannya.
Menjadi manusia yang sadar diri atas segala kesalahannya adalah hal yang penting. Itulah arti dari mendapat hidayah (mencari kebenaran). Setelah kita tahu kesalahan kita, maka kita akan memperbaikinya dengan sungguh – sungguh.
Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan dan dosa. Untuk itu, marilah kita bermuhasabah sekecil atau sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, Allah akan mengampuni jika kita sungguh – sungguh menyadari akan kesalahan itu dan mau memperbaiki.
Selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.

Selasa, 22 Maret 2022

Menjaga Kewarasan Seorang Ibu

Kasih ibu kepada beta. Tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia. Begitulah lirik lagu untuk para ibu yang sering kita dengar.
Ibu adalah wanita yang dulunya pernah menjadi anak perempuan yang lucu dan menggemaskan.
Masa anak - anak seharusnya diisi dengan hal - hal baik, penuh kasih sayang oleh keluarga khususnya orang tua. Namun, terkadang hidup tidak selalu berjalan mulus. Tuntutan ekonomi seringkali membuat orang tua frustasi.
Seorang teman mengatakan bahwa setiap keluarga akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, kecemasan, kehilangan dsb. Hal ini sudah tercantum dalam kitab suci umat muslim. Namun, terkadang kita lupa akan peringatan itu dan selalu ingin hidup bahagia, tenang dan damai. Lalu ketika tiba-tiba Allah memberikan kita ujian hidup, lantas iman kita goyah, hati kita tidak ikhlas menerima ujian tersebut. Padahal di kitab suci pun sudah dijelaskan bahwa Allah tidak akan menguji seseorang di luar kesanggupannya.
Terlebih doktrin yang masih kental di daerah - daerah perdesaan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi, karena nanti akan menjadi istri dan ibu yang mengurus suami dan anak - anak.
Saya rasa menjadi istri dan ibu yang baik justru butuh kuliah khusus karena sudah banyak yang menjalankannya dan terkadang banyak juga yang tidak sanggup dan menyerah.
Masalah keluarga yang beragam dan kompleks terkadang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga inti. Harus ada pihak luar yang lebih kompeten dan tidak memihak.
Hari ini kita digegerkan oleh berita seorang Ibu di Brebes yang tega menganiaya 3 anaknya, hingga salah satunya meninggal dunia.
Banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi, baik dari faktor internal maupun eksternal. Karena sesuatu terjadi pasti ada sebab dan akibat.
Yang jelas seorang Ibu harus diberikan support nafkah lahir maupun batin, Karena perempuan cenderung menggunakan perasaannya dibandingkan dengan logikanya.
Seorang suami juga harus membantu istri menjalani pekerjaan rumah dan merawat anak - anak sehingga tidak membebankan sepenuhnya kepada istri.
Teruntuk Ibu di Brebes yg kasusnya lg viral. Semoga Ibu segera diberikan terapi oleh ahlinya. Saya tau pasti ibu juga mengalami banyak hal yg tak menyenangkan mungkin sejak ibu masih kecil sampai ibu dewasa dan ketika berkeluarga keadaan psikologis ibu diperparah oleh keadaan. Itulah pentingnya kita peka terhadap saudara, tetangga dan sekitar kita. Agar hal2 spt ini tidak terjadi lagi. Seorang ibu harus diberikan kebahagiaan dan ketenangan batin. Karena menjadi ibu di jaman yang penuh tuntutan sekarang ini tidaklah mudah.

Senin, 14 Februari 2022

Puasa Media Sosial. Berani Coba?

Puasa media sosial adalah jeda atau rehat sejenak dari aktivitas dunia maya. Puasa medsos adalah ikhtiar kita untuk menjaga kesehatan mental di era digital saat ini. Selain untuk menjaga kesehatan mental, banyak manfaat lain dari puasa medsos. Simak selengkapnya di video ini yaaa.

Rabu, 09 Februari 2022

Tingkatkan Gizi di Masa Pandemi

sumber foto : hellosehat.com

Pandemi belum berakhir. Namun, waktu terus berjalan. Menjelang dua tahun pandemi di Indonesia, sungguh menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan, menjaga pola makan dan tentunya menjaga protocol Kesehatan.

Di samping menjaga protokol kesehatan ada hal penting yang terkadang kita lupa, yakni menjaga pola makan. Penelitian menunjukkan bahwa virus tidak akan bertahan lama di tubuh orang yang sehat.

Menjaga pola makan adalah ikhtiar yang harus kita lakukan di masa pandemi ini. Naik turunnya kasus covid di Indonesia ternyata membuat kehidupan semakin tidak pasti. Namun, yang pasti adalah mengkonsumi makanan dan minuman yang bergizi akan membuat tubuh sehat dan menangkal virus yang hinggap.

Banyak makanan bergizi yang bisa kita konsumsi tapi, banyak juga makanan tidak sehat yang minim gizi yang beredar di kehidupan kita. Kita bisa memilih mana yang lebih baik bagi kesehatan tubuh bukan mana yang enak di lidah kita.

Sehat itu mahal tapi kalau kita sakit itu akan lebih mahal lagi biaya penyembuhannya. So, memang terkadang makanan sehat itu rasanya tidak selalu enak. Orang dulu senang mengkonsumi jamu – jamu yang pahit yang ternyata memang ampuh untuk menangkal berbagai penyakit.

Tapi, masa iya hari gini minum jamu??? Eiiiitss, tenang. Gak harus jamu yang bisa kita konsumi ko. Kalau minum jamu pahit itu terlalu ekstrem, kalian bisa ko dengan menjaga pola makan 4 sehat 5 sempurna.

Sudah tahu dong menu 4 sehat 5 sempurna? atau pura – pura lupa? Hemmm. Yuk, yakin dengan menjaga gizi yang kita konsumsi Insya Allah virus gak akan mau deket – deket sama kita. Nah, kalau sudah sehat kita bisa lengkapi dengan menjaga protokol kesehatan.