Kamis, 26 Mei 2022

Qiana Cahaya Maulidya (Part 2)

Qiana (part 1)

"Bu ini sudah ada pengapuran plasenta. Kayanya bener di awal pemeriksaan waktu usia kehamilan 5 Minggu, HPL 9 November bukan yang terakhir ibu cek, akhir November atau awal Desember. Ini harus segera dikeluarkan. Tidak apa, besar di luar saja, karena bayi Ibu IUGR."

Hari itu adalah malam Minggu dan dokter menyarankan untuk dilakukan operasi sesar besoknya. Meskipun dokter libur praktek tapi melihat kondisimu, dokter rela mengorbankan waktu liburnya demi menyelamatkan kamu. 

"Tapi, dok saya belum ada persiapan apa-apa. Bagaimana kalau Senin saja?"

Dan akhirnya, dokter menyetujui untuk dilakukan operasi pada hari Senin. Di perjalanan pulang sekitar jam 10 malam, pikiran umma kalang kabut, harus melakukan persiapan, mengabarkan ke keluarga dan mungkin mereka juga akan kaget.

Di satu sisi umma senang karena akan segera ketemu bidadari cantik, di sisi lain, teringat trauma ketika persalinan pertama yang membuat umma merasa cemas.

Senin, 2 November pukul 10.00 WIB. UGD RS Hermina. Setelah dilakukan CTG selama setengah jam lebih dan tidak terlihat pergerakanmu. Namun, detak jantungmu masih terdengar. Beda dengan kakak kamu yang ketika di CTG hampir satu menit sekali melakukan tendangan di perut umma.

Selesai CTG, suster langsung menghubungi dokter Vera. Dan dokter memutuskan segera lakukan operasi. 

Umma dibawa ke lantai 3 untuk mengganti pakaian. Momen yang ditunggu segera tiba. 

Selesai mengganti pakaian, umma di bawa ke ruang operasi. Sebelum memulai operasi, dokter dan tim berdoa demi kelancaran dan keselamatan. 

Operasi dimulai, terasa sekali dingin ruangan dan ketika perut umma mulai disayat. Dokter sambil berbincang satu sama lain. 

Tangis umma pun pecaaah ketika mendengar suara tangis pertama mu di dunia. Dan umma bisa melihatmu dari pantulan dinding ruangan. Tubuhmu yang mungil, kemerahan, dan tangismu yang kencang. 

Salah satu suster memperlihatkanmu ke umma setelah kamu dibersihkan. "Bu berat dedenya 1,99 kg ya. Gpp Bu nanti gede di luar ko. Banyak kasus seperti ini, bahkan salah satu dokter di sini juga pernah bayinya IUGR. Tapi Alhamdulillah gemuk sekarang."

"Terima kasih suster. Iya tidak apa yang penting tidak kurang satu apapun."

Meskipun kecil, tapi Alhamdulillah kamu sehat, nak. Tidak perlu berada di ruang Nicu dan tidak dipakai alat apa-apa. 

Hanya ditaruh di inkubator supaya suhunya tetap hangat. 

Cantik sekali anak umma, Masya Allah. Matamu berbinar, bibirmu merah, kulitmu putih. Banyak yang bilang ini Farhan versi perempuan.


Senin, 23 Mei 2022

Meluruhkan Kesombongan

Pernah merasa lebih baik dari orang lain? Atau menganggap orang lain lebih rendah dari kita? 

Menjudge orang lain tanpa tahu hal atau kejadian apa saja yang sudah dilalui dan dialami orang yang kita jelekkan adalah perbuatan sia - sia.

Di jaman hiperkoneksi saat ini, yang kesempurnaan bagaikan dewa yang selalu diagung - agungkan. 

Semua berlomba - lomba menampilkan sisi kesempurnaan tanpa mau peduli dengan keadaan di dalam diri masing - masing atau  malah justru mengotori lisan kita sendiri dengan menjelek - jelekkan orang lain yang justru kita nggak bener - bener mengenalnya? 

Selain karena nggak mengenal orang tersebut, kita juga sepertinya nggak mengenal diri sendiri.

Sehingga begitu mudah melihat kekurangan orang lain dan begitu sulit melihat kekurangan diri sendiri.

Atau yang lebih parah lagi di depan terlihat baik dan di belakang justru menjelek - jelekkan. Begitukah kita diajarkan oleh Nabi?

Bukankah kita tahu bahwa Nabi saja dijelekkan, dilempar batu, diludahi tetap tidak mau melawan?

Bahkan Nabi mendoakan orang - orang zhalim itu agar diberikan hidayah dan kesadaran diri. Hingga Allah yang mendatangkan musibah kepada mereka agar mau bertaubat. 

Sekian.




Minggu, 22 Mei 2022

Tenggelam dalam Kefanaan


Dunia semakin hari menuntut manusia untuk terlihat sempurna.
Manusia semakin hari dituntut untuk kehidupan yang serba wah.
Media sosial adalah topeng kebahagiaan yang kerap ditampilkan. Kefanaan yang semakin diabaikan menggerus kepekaan.
Kelelahan fisik hingga menyebabkan tubuh tak mampu lagi menahan beban mental. Hingga maraknya fenomena kerasukan Yang selalu dikaitkan dengan hal – hal mistis, nyatanya itu semua adalah gangguan psikologis.
Kesadaran diri akan pentingnya menjaga fisik dan psikis semakin berkurang. Sebab,semuanya disediakan serba instan dan praktis.

Bagaimana mungkin kita mengabaikan penyakit mental yangKerap menjadi sumber permasalahan. Semakin diabaikan kelelahan mental akan membuat kita terlihat tidak natural.
Sama halnya seperti kelelahan fisik hingga terjadi sakit. Namun, kelelahan mental hingga penyakit mental masih saja dikesampingkan. Trauma masa lalu yang dianggap tabu hingga membuat malu.Membuat manusia menutup rapat memori kelam itu.

Berusaha terlihat baik – baik saja adalah awal dari kepalsuan diri. Manusia yang terbatas melihat yang hanya bisa terlihat. Bahkan lupa kalau yang bisa dilihat justru kefanaan.
Dan yang tidak terlihat adalah kekekalan. Fisik yang terlihat dan jiwa tidak bisa dilihat. Baju bagus yang dipakai tidak menjamin jiwa yang bagus pula.

Tubuh manusia adalah bungkus dari jiwa yang tak terlihat. Dan kita lebih sering fokus pada yang terlihat.
Selamat datang di dunia fana. Selamat bersenang – senang sampai kematian datang.

Jumat, 29 April 2022

Tentang Sebuah Kesalahan

Milyaran orang di bumi tidak ada yang benar - benar suci. Mereka pasti pernah melakukan kesalahan. Bahkan ada yang berulang kali melakukan kesalahan dan tidak pernah mau menyadari. Tapi, tenang itu semua bisa diatasi.
Lanjut, padahal kita harus sama - sama memahami bahwa kita ada untuk saling mengasihi bukan untuk saling mengoreksi. Jika ada salah maka perbaiki dengan hati bukan dengan emosi.
Manusia cenderung ingin "diingini" pada setiap keputusannya. Padahal mustahil jika setiap keputusan kita itu harus bisa diterima. Kadang orang lain punya cara pandang yang berbeda.
Ini yang sering menimbulkan konflik. Hingga pada akhirnya saling menyalahkan. Bukankah lebih indah jika kita saling memahami?
Setiap kita punya latarbelakang berbeda - beda, hidup dan dibesarkan di lingkungan yang berbeda, mempunyai hobi menonton film dan membaca buku yang berbeda pula. Jadi isi kepala kita pasti berbeda.
Tentang sebuah kesalahan adalah tentang bagaimana kita bisa menyikapi setiap kesalahan itu dengan melihat secara utuh dari berbagai aspek (latarbelakang, pengalaman) hingga nantinya kita bisa memahami kesalahan itu untuk bisa diperbaiki dengan hati yang lapang, bukan emosi yang meradang.
Bogor, 30 April 2022.

Minggu, 24 April 2022

Merefleksi Keinginan

Keikhlasan dan Kebijaksanaan akan mengantarkan kita pada kesadaran diri bahwa yang sesungguhnya manusia ingini hanyalah ketenangan dan kedamaian hidup.
Ketenangan dan kedamaian hidup terkadang dikamuflase oleh keberlimpahan dan kemewahan. Yang justru merusak kedamaian dan ketenangan itu sendiri.
Sudah terlalu jauh manusia salah arah, salah tujuan hidup dengan terus mengejar keinginan – keinginan yang lama - lama telah mengkontaminasi kejernihan hati dan pikirannya.
Ikhlas adalah menerima yang ada dan yang tidak ada. Yang sudah kita miliki dan yang belum kita miliki.
Bijaksana yaitu respon yang tepat dan seimbang terhadap sikap seseorang atau sesuatu yang terjadi dan yang tidak terjadi.
Obsesi terkadang mampu mendobrak benteng kebijaksanaan yang pernah dimiliki.
Impian kita terkadang mampu mengikis keikhlasan sehingga tak mampu bertahan pada realita dunia. Ekspektasi tinggi adalah awal dari sebuah sakit hati.
Bagaikan menggoes sepeda, kadang hidup di bawah dan di atas. Atau seperti bumi yang senantiasa berotasi yang mengakibatkan malam berganti siang, gelap berganti terang.
Seperti cara kerja alam semesta ini yang terus berotasi dan berevolusi tanpa henti seperti itu pula manusia untuk bisa bertahan meski harus berada di titik terendah yang membuat lelah hingga mencapai titik tertinggi yang membuatnya terkadang lupa diri.

Rabu, 20 April 2022

Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?

Judul kali ini terinspirasi dari soundtrack film Kartini. Namun, jika kita dalami kalimat dari judul ini mungkin kita akan terus menghayati diri kita sebagai perempuan yang utuh. Hingga mendapatkan pemahaman dari jawaban "memang kenapa bila aku perempuan?"
Ya, perempuan adalah makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan dengan segala kemampuan dan kodrat yang hanya melekat pada dirinya.
Kodrat inilah yang membuat kita berbeda dari laki - laki. Kodrat kita sebagai perempuan yaitu, haid, hamil dan menyusui.
Pertanyaan dari "memang kenapa bila aku perempuan" muncul dari stigma negatif yang melekat pada perempuan yang dimulai sejak zaman kegelapan. Perempuan dijadikan budak, perempuan tidak bisa bebas memilih, perempuan dijadikan second class dan masih banyak lagi.
Di tengah maraknya perbudakan dan diskriminasi yang dialami oleh perempuan, Kartini hadir sebagai cahaya di tengah kegelapan. Hingga kita semua meyakini bahwa habis gelap terbitlah terang.
Sebagai perempuan mungkin dengan kodrat yang membuat kita dipandang lebih lemah, karena haid mengandung dan menyusui dijadikan beban dan tanggung jawab yang berat. Bukan dijadikan sebagai sebuah keistimewaan yang membuat kita lebih kuat.
Segala stigma negatif yang masih melekat pada perempuan, perlahan akan runtuh jika kita saling menginspirasi.
Laki - laki dan perempuan harus saling mendukung. Jangan ada yang merasa lebih kuat, lebih hebat dan lebih utama.

Kamis, 07 April 2022

Curahan Hati Angie Setelah 10 Tahun di Bui

Seorang wanita cantik mantan politisi di era tahun 2000an yang bernama Angelina Sondakh atau yang akrab dipanggil Mba Angie tampil di acara talk show Kompas TV yang dipandu oleh Rosiana Silalahi.
Angie adalah panggilan akrabnya. Mereka terlihat sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Di awal perbincangan Mba Rosie mengatakan bahwa dia marah dengan sosok perempuan di depannya. Namun, di akhir talk show pemandu acara tersebut mengungkapkan bahwa dia mau mempercayai semua perkataan Angie dari awal hingga akhir acara. Dia menyimpulkan bahwa, Angie benar - benar sudah menyesali perbuatannya. Dia berharap kehidupan Angie setelah ini menjadi lebih baik dan Angie tidak lagi mengkhianati kepercayaan orang - orang terdekat hingga masyarakat luas yang telah memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Saya kagum dengan sosok Ibu satu anak ini. Terlihat sekali hatinya berusaha kuat dan tegar meskipun dihadapi dengan ujian yang sangat berat semenjak menjadi politisi.
Air mata yang terus menetes selama acara berlangsung adalah bukti bahwa mantan koruptor ini sangat menyesali perbuatannya. Banyak nilai - nilai kebaikan yang bisa kita ambil dari pernyataan dan pengalaman hidupnya. Setiap perkataannya bahkan membuat saya kagum. Terlihat sekali bahwa wanita ini pintar dan tegar.
Lagi - lagi saya sering mengingat pesan yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sungguh relevan dan benar adanya. Back to the topic, ada beberapa pernyataan mba Angie ini yang sangat menarik buat saya pribadi bahkan mungkin juga masyarakat luas, yakni :
1. Tentang Kehidupan Politik di Indonesia
2. Tentang Kehidupan di Penjara
3. Tentang Menjadi Ibu yang Baik
Okey, saya akan bahas poin pertama. Kehidupan politik di Indonesia menurut Mba Angie masih jauh dari kata bersih. Tidak ada yang bisa menjamin seseorang yang terjun ke dunia politik menjadi manusia yang lebih baik. Tentu, menurut saya ini bukan rahasia umum lagi. Hanya saja sering diabaikan oleh banyak orang. Angie mengenang ketika dia merasa lebih bahagia bermain bersama orangutan dan alam tanpa mengenal korupsi. Namun, ketika itu dia mencoba terjun ke dunia politik karena mengira manusia - manusia di sana lebih manusia (mulia), namun ternyata salah.
Di dalam politik Money Power is addiction. Kita akan terus mencari lebih banyak lagi dan lagi bahkan sampai kita tidak akan pernah puas.
"DPR di jaman saya sangat kotor, ketika lingkungan kita kotor dan kita memilih menjadi bersih maka kita akan tergeser. Pilihannya adalah ikutan kotor atau tergeser." Dan semua pengalamannnya menjadi pembelajaran bahwa dia tidak ingin kembali ke politik .
"Ada aktor besar yang menjerumuskan saya, namun biarlah itu menjadi rahasia saya dan tidak akan saya umbar. Saya pecaya bahwa alam semesta ini tidak diam dan bekerja. Allah tidak tidur."
Yang kedua, tentang kehidupan di penjara. Beliau mengatakan bahwa, "di penjara saya banyak mendapatkan pelajaran hidup yang bernilai. Di penjara saya belajar kesederhanaan, makan dengan tempe saja bisa kenyang. Definisi kebahagiaan menurut saya sebelum dan sesudah masuk penjara menjadi berbeda. Dulu saya kira kemewahan adalah sumber kebahagiaan, barang - barang branded yang saya dulu banyak koleksi hanya kesenangan semu." Beliau juga mengatakan mendapatkan beberapa sahabat dari penjara.
Yang ketiga adalah tentang menjadi Ibu yang baik. Menjadi koruptor dan dihukum 10 tahun perjara membuat ibu muda yang kala itu baru memiliki satu balita kehilangan momen berharga sebagai seorang ibu.
"Saya merasa bukan Ibu yang baik. Saya menjadi contoh yang buruk buat anak saya."
Namun, saya harus membayar itu semua dengan berusaha menjadi ibu yang baik buat Keanu. Saya ingin dia percaya dengan ibunya saat ini. Saya menyesal telah memberi makan anak saya dengan uang haram. Saat ini saya hanya ingin hidup sederhana dengan anak dan keluarga saya. Angie pun mengingat kejadian ketika dia terpaks harus membersihkan parit dan berkubang dengan sampah demi bertemu dengan anaknya.
Saya yakin mba, alam semesta memang bekerja sesuai dengan tugasnya. Dan saat ini alam sedang bekerja memulihkan stigma negatif mba Angie menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Selasa, 29 Maret 2022

Ramadhan dan Usaha Menghapus Jejak Kesalahan

Ramadhan akan tiba dalam beberapa hari lagi. Sudahkah kita siap menjadi pribadi yang lebih utuh sebagai umat muslim? Sudahkah kita siap memperbaiki jiwa yang selama ini jauh dari jalanNya?
Ramadhan bagi saya adalah waktu yang tepat untuk kita kembali ke jalan yang benar. Jalan yang selama ini kita tinggalkan.
Manusia sebagai makhluk yang dinamis terkadang lupa akan eksistensinya sebagai makhluk yang beriman. Ibadah yang kita lakukan selama ini mungkin masih jauh dari kata sempurna, seperti kata seseorang yang mengatakan bahwa "sholat itu penting, jangan yang penting sholat, puasa itu penting, jangan yang penting puasa."
Artinya apa? Ibadah yang kita lakukan hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban. Tidak benar – benar memaknai ibadah sebagai bentuk syukur kita kepadaNya atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Selain itu, manusia sebagai makhluk sosial menjadi tempatnya salah dan khilaf dan terkadang tanpa sadar telah melukai orang lain dengan ucapan maupun tidakannya.
Menjadi manusia yang sadar diri atas segala kesalahannya adalah hal yang penting. Itulah arti dari mendapat hidayah (mencari kebenaran). Setelah kita tahu kesalahan kita, maka kita akan memperbaikinya dengan sungguh – sungguh.
Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan dan dosa. Untuk itu, marilah kita bermuhasabah sekecil atau sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, Allah akan mengampuni jika kita sungguh – sungguh menyadari akan kesalahan itu dan mau memperbaiki.
Selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.

Selasa, 22 Maret 2022

Menjaga Kewarasan Seorang Ibu

Kasih ibu kepada beta. Tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia. Begitulah lirik lagu untuk para ibu yang sering kita dengar.
Ibu adalah wanita yang dulunya pernah menjadi anak perempuan yang lucu dan menggemaskan.
Masa anak - anak seharusnya diisi dengan hal - hal baik, penuh kasih sayang oleh keluarga khususnya orang tua. Namun, terkadang hidup tidak selalu berjalan mulus. Tuntutan ekonomi seringkali membuat orang tua frustasi.
Seorang teman mengatakan bahwa setiap keluarga akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, kecemasan, kehilangan dsb. Hal ini sudah tercantum dalam kitab suci umat muslim. Namun, terkadang kita lupa akan peringatan itu dan selalu ingin hidup bahagia, tenang dan damai. Lalu ketika tiba-tiba Allah memberikan kita ujian hidup, lantas iman kita goyah, hati kita tidak ikhlas menerima ujian tersebut. Padahal di kitab suci pun sudah dijelaskan bahwa Allah tidak akan menguji seseorang di luar kesanggupannya.
Terlebih doktrin yang masih kental di daerah - daerah perdesaan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi, karena nanti akan menjadi istri dan ibu yang mengurus suami dan anak - anak.
Saya rasa menjadi istri dan ibu yang baik justru butuh kuliah khusus karena sudah banyak yang menjalankannya dan terkadang banyak juga yang tidak sanggup dan menyerah.
Masalah keluarga yang beragam dan kompleks terkadang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga inti. Harus ada pihak luar yang lebih kompeten dan tidak memihak.
Hari ini kita digegerkan oleh berita seorang Ibu di Brebes yang tega menganiaya 3 anaknya, hingga salah satunya meninggal dunia.
Banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi, baik dari faktor internal maupun eksternal. Karena sesuatu terjadi pasti ada sebab dan akibat.
Yang jelas seorang Ibu harus diberikan support nafkah lahir maupun batin, Karena perempuan cenderung menggunakan perasaannya dibandingkan dengan logikanya.
Seorang suami juga harus membantu istri menjalani pekerjaan rumah dan merawat anak - anak sehingga tidak membebankan sepenuhnya kepada istri.
Teruntuk Ibu di Brebes yg kasusnya lg viral. Semoga Ibu segera diberikan terapi oleh ahlinya. Saya tau pasti ibu juga mengalami banyak hal yg tak menyenangkan mungkin sejak ibu masih kecil sampai ibu dewasa dan ketika berkeluarga keadaan psikologis ibu diperparah oleh keadaan. Itulah pentingnya kita peka terhadap saudara, tetangga dan sekitar kita. Agar hal2 spt ini tidak terjadi lagi. Seorang ibu harus diberikan kebahagiaan dan ketenangan batin. Karena menjadi ibu di jaman yang penuh tuntutan sekarang ini tidaklah mudah.

Senin, 14 Februari 2022

Puasa Media Sosial. Berani Coba?

Puasa media sosial adalah jeda atau rehat sejenak dari aktivitas dunia maya. Puasa medsos adalah ikhtiar kita untuk menjaga kesehatan mental di era digital saat ini. Selain untuk menjaga kesehatan mental, banyak manfaat lain dari puasa medsos. Simak selengkapnya di video ini yaaa.

Rabu, 09 Februari 2022

Tingkatkan Gizi di Masa Pandemi

sumber foto : hellosehat.com

Pandemi belum berakhir. Namun, waktu terus berjalan. Menjelang dua tahun pandemi di Indonesia, sungguh menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan, menjaga pola makan dan tentunya menjaga protocol Kesehatan.

Di samping menjaga protokol kesehatan ada hal penting yang terkadang kita lupa, yakni menjaga pola makan. Penelitian menunjukkan bahwa virus tidak akan bertahan lama di tubuh orang yang sehat.

Menjaga pola makan adalah ikhtiar yang harus kita lakukan di masa pandemi ini. Naik turunnya kasus covid di Indonesia ternyata membuat kehidupan semakin tidak pasti. Namun, yang pasti adalah mengkonsumi makanan dan minuman yang bergizi akan membuat tubuh sehat dan menangkal virus yang hinggap.

Banyak makanan bergizi yang bisa kita konsumsi tapi, banyak juga makanan tidak sehat yang minim gizi yang beredar di kehidupan kita. Kita bisa memilih mana yang lebih baik bagi kesehatan tubuh bukan mana yang enak di lidah kita.

Sehat itu mahal tapi kalau kita sakit itu akan lebih mahal lagi biaya penyembuhannya. So, memang terkadang makanan sehat itu rasanya tidak selalu enak. Orang dulu senang mengkonsumi jamu – jamu yang pahit yang ternyata memang ampuh untuk menangkal berbagai penyakit.

Tapi, masa iya hari gini minum jamu??? Eiiiitss, tenang. Gak harus jamu yang bisa kita konsumi ko. Kalau minum jamu pahit itu terlalu ekstrem, kalian bisa ko dengan menjaga pola makan 4 sehat 5 sempurna.

Sudah tahu dong menu 4 sehat 5 sempurna? atau pura – pura lupa? Hemmm. Yuk, yakin dengan menjaga gizi yang kita konsumsi Insya Allah virus gak akan mau deket – deket sama kita. Nah, kalau sudah sehat kita bisa lengkapi dengan menjaga protokol kesehatan.

Senin, 30 Agustus 2021

Alarm Perdamaian Dunia

Hai sobat semua, tahukah bahwa tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia atau World Peace Day? Ada yang tahu bagaimana sejarah terbentuknya World Peace Day tersebut? Nah, bagi yang belum tahu, yuk kita simak artikel yang mengulas tentang World Peace Day kali ini ya.

Pasca terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Banyak negara – negara mengalami kesulitan. Masyarakatnya menderita, kelaparan dan peperangan masih berlanjut setelahnya dalam skala yang lebih kecil. Sehingga banyak negara menginginkan perdamaian dan keamanan dunia.

Karena keinginan tersebut terbentuklah PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa) yang pertama kali didirikan oleh Presiden Amerika Serikat (Franklin Delano Roosevelt), Perdana Menteri Inggris (Winston Churchill) dan Perdana Menteri Uni Soviet (Joseph Stalin) pada 24 Oktober 1945 di san Francisco, California, Amerika Serikat.

Setelah terbentuknya PBB maka pada tanggal 21 September 1982 atau tiga puluh tujuh tahun setelahnya ditetapkanlah Hari Perdamaian International atau yang lebih dikenal dengan Hari Perdamaian dunia (World Peace Day). Pada 24 November 1952 dipasang sebuah lonceng perdamaian pemberian Jepang kepada PBB. Hadiah lonceng ini diresmikan pada 8 Juni 1954. Lonceng tersebut sebagai lambang perdamaian Perserikatan Bangsa – Bangsa. Lonceng ini terbuat dari koin – koin yang dileburkan dari hasil sumbangan anak – anak seluruh benua kecuali benua Afrika. Dibunyikan setiap tahun Ketika memperingati Hari Perdamaian Dunia.

Dan untuk pertama kalinya hari peringatan World Peace Day didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB (Ban Ki Moon) untuk Pendidikan Perdamaian pada tahun 2013, sebagai sarana yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

Pendidikan Perdamaian atau Peace Education ini sebagai sarana untuk mewujudkan budaya perdamaian. Dan hal ini terus dikampanyekan di dalam sekolah – sekolah dan masyarakat. Jadi, perdamaian bisa dimulai dari sekolah dengan menerapkan aturan – aturan yang dapat diterima oleh setiap orang sehingga tercipta kondisi yang aman dan damai.

Menjelang Hari Perdamaian Dunia mari kita merefleksikan pada realita saat ini. Sudahkan semua negara – negara di dunia berdamai. Apakah peperangan sudah benar – benar berakhir? Sayang seribu sayang peperangan memang belum berakhir. Masih saja ada konflik, gencatan senjata seperti Palestina dengan Israel. Lalu yang sedang ramai adalah konflik Negara Afghanistan dengan kelompok Taliban.

Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah badai Covid 19 yang sedang menerjang dunia yang seharusnya bersatu melawan penyebaran virus yang menimbulkan banyak kematian justru malah ada kelompok – kelompok yang ingin merebut kekuasaan dengan cara – cara kekerasan dan paksaan.

Hari Perdamaian Dunia rasanya kurang bermakna ketika seluruh Dunia masih merasakan kondisi mencekam, kerusakan dan keributan yang justru sangat berlawanan dengan tujuan – tujuan awal terbentuknya berbagai asosiasi – asosiasi perdamaian.

Hari ini sudah saatnya kita memutuskan untuk berdamai mulai dari lingkup terkecil hingga mencakup perdamaian dalam lingkup berbangsa dan bernegara. Mari ciptakan lingkungan yang aman dan damai di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selamat Hari Perdamaian Dunia. Perdamaian Abadi adalah hak kita semua. Selamat membunyikan alarm perdamaian di hati masing – masing. Semoga Perdamaian abadi kita dapatkan.

Sabtu, 21 Agustus 2021

Mencari Makna Kemerdekaan

Tujuh puluh enam tahun yang lalu dengan semangat yang berapi – api, dengan segala pengorbanan, seorang pemuda berani memutuskan negeri ini harus merdeka.

Berabad – abad sudah kita dijajah, berabad – abad sudah kita dikekang, diperas keringat demi memakmurkan tanah tuan penjajah.

Berabad – abad sudah rakyat ditindas di tanahnya sendiri. Dipaksa bekerja tanpa henti. Diambil segala sumber daya alamnya. Dirampas kebebasannya.

Namun, apakah mereka semakin makmur? Apakah keadilan semakin dekat? Tidak, kawan. Tak ada hasil untuk diri sendiri. Tak ada kemakmuran di tanah sendiri. Hanya ada harapan semu.

Hari ini, mari sejenak kita mengenang masa – masa kelam penjajahan. Menghayati setiap tetes darah perjuangan para pahlawan. Bukan hanya untuk diingat – ingat, tetapi untuk ditiru. Tentu bukan dengan perang antarnegara.

Mari kita membalas jasa para pahlawan dengan mengucap syukur dengan terus berjuang melawan ego pribadi di atas kepentingan bersama.

Jangan ada lagi perpecahan. Jangan ada lagi penindasan. Perbedaan tentu ada, tetapi bukan untuk diperdebatkan. Kekuasaan pun tentu ada, tetapi bukan untuk menindas yang lemah.
Mari kita bersama – sama bergandeng tangan, meneguhkan hati kita agar kelak Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil dan makmur.