Jumat, 12 Januari 2024
Malam Yang Tanpa Salah Paham
Rabu, 10 Januari 2024
Hati Adalah Nahkoda
Senin, 08 Januari 2024
Mengenal Ego
Dulu, saya kewalahan menghadapi ego setiap orang yang selalu ingin dimengerti. Akhirnya saya kalah banyak. Mereka menang banyak.
Manipulatif. Adalah karena kita terlalu mengedepankan ego. Minim untuk berkaca pada diri sendiri.
Memangnya mereka pikir, cuma mereka yang boleh marah. Saya nggak boleh marah?
Dulu, saya pura - pura bodoh ketika mereka seenaknya membohongi saya. Cukup tahu. Dan suatu saat saya pastikan mereka terima balasannya tanpa perlu saya yang membalasnya.
Dulu mereka bersikap seolah mereka yang tersakiti.
Saya selalu disalahpahami. It's okay. Saya nggak perlu memberikan penjelasan panjang kali lebar. Percuma. Yang mereka mau, saya yang salah.
Dulu, mereka banyak mengkritik kesalahan. Tapi, giliran mereka salah. Saya coba memberikan pengertian. Tidak perlu saya hakimi berlebihan.
Kadang capek banget menghadapi ego mereka yang tinggi.
Saya coba cari solusi, minimal untuk pertahanan diri saya sendiri.
Agar ketika saya menghadapi ego mereka, nggak lantas membuat saya down.
Lagi - lagi yang dipermasalahkan adalah benar - salah.
Tanpa mempertimbangkan sisi yang lainnya.
Kini, ketika menghadapi ego mereka. Saya coba terima dengan hati terbuka, memberikan ruang untuk ego mereka menumpahkan segalanya. Dan tumpahan egonya nggak lantas membuat saya terbawa emosi. Fokus mencari solusi.
Sabtu, 06 Januari 2024
Manusia Digital
Di jaman ini manusia digital tercipta.
Manusia yang kesibukannya beralih ke dunia digital.
Hai, hai si manusia digital. Bagaimana kabar duniamu?
Sudah berapa banyak receh yang kau habiskan di dunia digital?
Sudah berapa banyak hal kamu bagikan hanya untuk kebutuhan akan validasi orang - orang?
Sudah seberapa bahagia kamu hidup di dunia digital?
Musim viral apa lagi bulan ini?
Tetap waspada di dunia digital. Sama seperti di dunia realitas, ada saja kejahatan - kejahatan yang dibuat oleh manusia digital.
Kejahatan yang lebih halus, tak kasar mata, tipu - tipu yang semakin besar dibandingkan di dunia realitas. Semakin besar namun semakin halus.
Kebingungan adalah hal biasa yang dialami oleh manusia peralihan.
Hidup di antara era non digital dan terpaksa beralih ke dunia digital.
Adaptasi yang agak kaku terpaksa dijalani.
Hai manusia Digital, semakin banyak topeng yang kamu buat.
Padahal bisa aja sih nggak pakai topeng, tapi lagi - lagi ketakukan akan tidak diterimanya eksistensimu membuatmu terbuai sama topeng yang diciptakan.
Kelelahan yang bukan lagi lelah fisik karena aktivitas nyata. Tapi, kelelahan pikiran semakin dirasa.
Pikiran yang sibuk ke sana kemari. Tak berhenti mencari sebelum kuota habis. Tapi, lagi - lagi langsung cepat terisi demi eksistensi diri.
Kamis, 04 Januari 2024
Menerima
Hal tersulit dalam hidup ini adalah menerima. Terutama menerima kekurangan diri sendiri. Menerima bahwa hal buruk yang terjadi dalam hidup adalah akibat perbuatan kita sendiri di masa lalu. Kita dihujat karena dulunya, sadar atau nggak pasti kita pernah menghujat orang lain. Kita sakit, karena kita nggak bisa merawat tubuh dengan menjaga pola makan, gaya hidup atau pengelolaan stress.
Nggak ada satu keburukan pun yang kita lakukan yang luput kembali ke kita. Pun kebaikan.
Semua yang kita keluarkan akan kembali ke kita.
Ketika kita menghujat seseorang sadarilah kalau kita sedang menanam itu untuk diri kita sendiri di kemudian hari.
Kita melihat kekurangan orang, tapi buta sama kekurangan diri sendiri.
Disamping kita juga lebih suka membicarakan kelebihan diri sendiri kita pun sangat senang membicarakan kekurangan orang lain. Jadi mengganggap dirinya paling sempurna.
Lagi - lagi lupa kalau dirinya juga punya luka, punya dosa.
Kita semakin sulit membedakan mana yang real mana yang maya.
Realitas yang selalu disangkal ketika yang terjadi nggak sesuai keinginan.
Akhirnya menyalahkan faktor eksternal. Selalu yang disalahkan orang lain.
Atau yang lebih ekstrem menyalahkan Tuhan. Kalau Tuhan aja disalahkan, gimana manusia lain. Nggak ada nilainya di matanya. Hina sekali.
Semakin reaktif kita, semakin menunjukkan bahwa luka kita banyak. Ego kita besar. Dan kesadaran kita minim.
You know lah, manusia itu gampang dipanas-panasin. Gampang dikomporin. Jadi nggak usah diseriusin amat sih. Berita hoaks. Gosip itu tujuannya cuma buat nunjukkin si penggosip lebih baik dari yang digosipin. Sesimpel itu.
Terus kita jadi ikut - ikutan memjelekkan. Kita jadi ikut - ikutan menyebar kebencian. Padahal yang punya kepentingan si penggosip. Yang ingin lebih unggul dalam segala hal. Nggak mau kalah saing. Gengsinya besar. Nggak mau rugi. Jadinya sikut - sikutan. Capek banget lihatnya.
Mampu menerima diri secara utuh akan berdampak pada kemampuan menerima orang lain secara utuh. Tidak mudah dihasut, tidak mudah dipengaruhi hal - hal negatif, tidak mudah percaya hoaks dan senantiasa membawa hati yang damai.
Sabtu, 30 Desember 2023
Paradoks
Siapa bilang kita hanya butuh untuk dicintai. Ternyata kita juga butuh untuk dibenci.
Orang semakin dibenci akan semakin tumbuh.
Siapa bilang kita hanya butuh sehat. Ternyata kita juga butuh sakit untuk menghapus dosa - dosa.
Kita butuh musuh untuk tahu sisi kelemahan kita.
Kita butuh paradoks dalam menjalani hidup.
Kita butuh "neraka" untuk tahu "surga". Kita butuh penderitaan untuk tahu kesenangan. Sama halnya kita butuh sedih untuk tahu arti bahagia
Cintailah musuhmu. Sayangilah orang yang membencimu.
Pun cintailah sewajarnya, karena cinta bisa jadi benci.
Pun bencilah sewajarnya, karena benci bisa jadi cinta.
Cintailah malam sebagaimana kamu mencintai siang.
Rabu, 27 Desember 2023
Drama Hidup
Banyak yang takut tampil apa adanya dan takut menunjukkan keasliannya.
Karena selama ini terbiasa memakai topeng. Topeng fisik maupun topeng psikologis.
Tuntutan sosial mengharuskan setiap individu memainkan berbagai peran. Ketika di rumah, di masyarakat atau di tempat kerja. Berbeda rupa. Terus memainkan peran.
Drama menjadi hal biasa. Padahal 'kehidupan' dengan 'drama hidup' sangat berbeda.
Drama membuat lelah diri dan orang lain. Setiap orang terbebani dengan perannya sendiri. Dengan drama yang dibuatnya sendiri.
Aku adalah Kesadaran
Aku bukan pelayan buat egoku. Aku juga bukan pikiran burukku apalagi emosi sesaatku.
Aku adalah kesadaran. Aku yang mampu mengendalikan egoku. Aku yang mampu menyetir laju pikiranku.
Aku bukanlah topengku. Aku adalah keberanian untuk menunjukkan sisi asliku.
Asliku bukanlah tentang kepribadianku. Bukan juga tentang identitasku. Apalagi fisikku.
Aku juga bukan kebahagiaan yang kalau sesuatu terjadi sesuai keinginanku.
Selamat Liburan
Met liburan ya. Puas - puasin liburannya. Bahagianya juga di puas - puasin. Kan nanti back to rutinitas lagi. Udah nggak bisa bahagia lagi.
Apalagi lihat rekannya bahagia, kamunya yang menderita. Padahal, abis liburan. Eh tapi, ko ky nggak bahagia. Padahal udah abis berapa M itu buat healing. Apa cuma sekedar refresing?
Jadi, percuma aja liburan ke mana - mana tapi pribadinya masih yang gitu - gitu aja. Pengen diakui, pengen sukses di mata orang lain.
Katanya be your self. Tapi, kenal diri aja belum clear. Jadinya ya gitu, sering marah - marah nggak jelas. Kalau ada masalah emosi duluan. Hmm, mau sampai kapan ky gitu?
Zaman sekarang orang - orang nggak cuma pakai topeng fisik tapi lebih parah lagi topeng psikologis.
Sabtu, 23 Desember 2023
Melepas 2023
2023 adalah tahun dengan paket komplit. Aku pernah senangnya kebangetan, tapi sedihnya juga kebangetan.
2023 adalah tahun kesadaran. Waktunya untuk banyak mengalah, waktunya untuk banyak "me time". Berkontemplasi. Menguliti diri sendiri.
Menyadari bahwa tak ada yang luput dari apapun perbuatan yang sudah kita lakukan. Baik, buruk akan kembali ke kita.
Jeda. Lalu mundur. Perlahan maju lagi. Tapi mungkin untuk kedepannya, nggak mau ngegas. Mau coba effortless aja.
Lupakan soal tuntutan sosial. Yang kadang begitu kejam. Membuat manusia berubah jadi monster. Demi apa lagi? Demi sukses di mata orang lain.
Berbuat baik nggak usah pilih - pilih orang. Supaya apa? Supaya dapat feedback dari org itu? Emang kalau nggak difeedback dari orangnya, Allah nggak akan balas kebaikan kita? Ini konsep yang sering orang lupa.
Makanya banyak yang suka pura - pura. Banyak yang manis banget di depan. Tawain aja. Capek liat drama para manusia. Huuuft.
Tapi, mohon maaf dulu aku juga pernah gitu sih. Ahahaha makanya udah capek lah, pakai topeng terus. Mau dilepasin aja. Bodo amat orang mau bilang apa.
Tapi kalau bisa sih, aku mau manis di depan dan manis di belakang. Bisa nggak ya? Bisa sih kynya dengan catatan harus bisa jaga jarak sm siapapun. Nggak terlalu dekat. Nggak terlalu jauh juga. Biasa aja ke semuanya.
Senin, 18 Desember 2023
Manusia dan Kesadaran
Apa bedanya aku, kamu, dia, kita?
Gak
ada bedanya secara substansi. Hanya saja "sadar" kita beda. Bukan
soal salah benar, baik buruk. Tapi, lagi - lagi "sadar" kita berbeda.
Minggu, 10 Desember 2023
I am what I am
Me time adalah waktunya jujur sama diri sendiri. Berani menerima kekurangan diri sendiri, berani menerima kelebihan orang lain.
Berani untuk bisa apa adanya di hadapan orang lain. Nggak dibuat - buat. Gak pura - pura. Karena goals nya bukan menjadi yang sempurna. Tapi tau apa yang sebenarnya dibutuhkan. Bukan apa yang diinginkan. Karena keinginan belum tentu kebutuhan.
Bungkus memang suka menipu sih, karena kita lebih suka melihat ada apanya bukan apa adanya.
Karena capek juga sih jadi orang lain, capek juga sih kalau terus - terusan berusaha menjadi yang sempurna. Capek kejar - kejaran sama orang lain. Tapi sebenarnya, diri sejatinya ya di situ - situ aja.
Yang dikejar selalu faktor eksternal, padahal faktor eksternal itu kan tak terbatas. Yakin bisa merasa puas?
Sering - sering aja me time. Biar gak ketipu sama dunia yang tipu - tipu. Atau lebih parahnya ditipu sama diri yang palsu.
Rabu, 06 Desember 2023
Benci Bukan Solusi
Benci adalah kondisi yang melebihi rasa tidak suka terhadap sesuatu atau seseorang. Benci dipengaruhi oleh sebuah "belief system" yang udah tertanam di dalam diri.
Benci ini akan terus bertambah jika sesuatu yang dibenci itu selalu kita undang untuk hadir membersamai hari - hari kita. Eh, kita? Kamu aja.
Sama seperti cinta, benci juga bisa membutakan seseorang. Hmm, ada pepatah bilang sebenernya kita ga pernah membenci orang lain, tapi kita hanya membenci diri kita versi yang lain.
Coba deh buat "me time", bukan jalan - jalan ngabisin duit. Me time buat merenung. Sebenernya penting banget ga sih buat benci sama orang? Bukannya justru malah ngabisin energi ya?
Tapi, bentar. Benci itu beda sama kesal ya. Ya kalau kesal sih biasa aja, ky ga lama gitu.
Tapi kalau benci ini biasanya lamaaaaaaaa pake banget. Ya gimana ga lama, kan sebenernya yang dia benci itu diri dia sendiri.
Makanya mungkin perlu self Inquiry. Ya, gak gampang sih. Dan berat. Harus siap sama realitanya. Harus siap sama kekurangan diri sendiri.
