Seorang wanita cantik mantan politisi di era tahun 2000an yang bernama Angelina Sondakh atau yang akrab dipanggil Mba Angie tampil di acara talk show Kompas TV yang dipandu oleh Rosiana Silalahi.
Angie adalah panggilan akrabnya. Mereka terlihat sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Di awal perbincangan Mba Rosie mengatakan bahwa dia marah dengan sosok perempuan di depannya. Namun, di akhir talk show pemandu acara tersebut mengungkapkan bahwa dia mau mempercayai semua perkataan Angie dari awal hingga akhir acara. Dia menyimpulkan bahwa, Angie benar - benar sudah menyesali perbuatannya. Dia berharap kehidupan Angie setelah ini menjadi lebih baik dan Angie tidak lagi mengkhianati kepercayaan orang - orang terdekat hingga masyarakat luas yang telah memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Saya kagum dengan sosok Ibu satu anak ini. Terlihat sekali hatinya berusaha kuat dan tegar meskipun dihadapi dengan ujian yang sangat berat semenjak menjadi politisi.
Air mata yang terus menetes selama acara berlangsung adalah bukti bahwa mantan koruptor ini sangat menyesali perbuatannya. Banyak nilai - nilai kebaikan yang bisa kita ambil dari pernyataan dan pengalaman hidupnya. Setiap perkataannya bahkan membuat saya kagum. Terlihat sekali bahwa wanita ini pintar dan tegar.
Lagi - lagi saya sering mengingat pesan yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sungguh relevan dan benar adanya. Back to the topic, ada beberapa pernyataan mba Angie ini yang sangat menarik buat saya pribadi bahkan mungkin juga masyarakat luas, yakni :
1. Tentang Kehidupan Politik di Indonesia
2. Tentang Kehidupan di Penjara
3. Tentang Menjadi Ibu yang Baik
Okey, saya akan bahas poin pertama. Kehidupan politik di Indonesia menurut Mba Angie masih jauh dari kata bersih. Tidak ada yang bisa menjamin seseorang yang terjun ke dunia politik menjadi manusia yang lebih baik. Tentu, menurut saya ini bukan rahasia umum lagi. Hanya saja sering diabaikan oleh banyak orang. Angie mengenang ketika dia merasa lebih bahagia bermain bersama orangutan dan alam tanpa mengenal korupsi. Namun, ketika itu dia mencoba terjun ke dunia politik karena mengira manusia - manusia di sana lebih manusia (mulia), namun ternyata salah.
Di dalam politik Money Power is addiction. Kita akan terus mencari lebih banyak lagi dan lagi bahkan sampai kita tidak akan pernah puas.
"DPR di jaman saya sangat kotor, ketika lingkungan kita kotor dan kita memilih menjadi bersih maka kita akan tergeser. Pilihannya adalah ikutan kotor atau tergeser." Dan semua pengalamannnya menjadi pembelajaran bahwa dia tidak ingin kembali ke politik .
"Ada aktor besar yang menjerumuskan saya, namun biarlah itu menjadi rahasia saya dan tidak akan saya umbar. Saya pecaya bahwa alam semesta ini tidak diam dan bekerja. Allah tidak tidur."
Yang kedua, tentang kehidupan di penjara. Beliau mengatakan bahwa, "di penjara saya banyak mendapatkan pelajaran hidup yang bernilai. Di penjara saya belajar kesederhanaan, makan dengan tempe saja bisa kenyang. Definisi kebahagiaan menurut saya sebelum dan sesudah masuk penjara menjadi berbeda. Dulu saya kira kemewahan adalah sumber kebahagiaan, barang - barang branded yang saya dulu banyak koleksi hanya kesenangan semu." Beliau juga mengatakan mendapatkan beberapa sahabat dari penjara.
Yang ketiga adalah tentang menjadi Ibu yang baik. Menjadi koruptor dan dihukum 10 tahun perjara membuat ibu muda yang kala itu baru memiliki satu balita kehilangan momen berharga sebagai seorang ibu.
"Saya merasa bukan Ibu yang baik. Saya menjadi contoh yang buruk buat anak saya."
Namun, saya harus membayar itu semua dengan berusaha menjadi ibu yang baik buat Keanu. Saya ingin dia percaya dengan ibunya saat ini. Saya menyesal telah memberi makan anak saya dengan uang haram. Saat ini saya hanya ingin hidup sederhana dengan anak dan keluarga saya. Angie pun mengingat kejadian ketika dia terpaks harus membersihkan parit dan berkubang dengan sampah demi bertemu dengan anaknya.
Saya yakin mba, alam semesta memang bekerja sesuai dengan tugasnya. Dan saat ini alam sedang bekerja memulihkan stigma negatif mba Angie menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Kamis, 07 April 2022
Selasa, 29 Maret 2022
Ramadhan dan Usaha Menghapus Jejak Kesalahan
Ramadhan akan tiba dalam beberapa hari lagi. Sudahkah kita siap menjadi pribadi yang lebih utuh sebagai umat muslim? Sudahkah kita siap memperbaiki jiwa yang selama ini jauh dari jalanNya?
Ramadhan bagi saya adalah waktu yang tepat untuk kita kembali ke jalan yang benar. Jalan yang selama ini kita tinggalkan.
Manusia sebagai makhluk yang dinamis terkadang lupa akan eksistensinya sebagai makhluk yang beriman. Ibadah yang kita lakukan selama ini mungkin masih jauh dari kata sempurna, seperti kata seseorang yang mengatakan bahwa "sholat itu penting, jangan yang penting sholat, puasa itu penting, jangan yang penting puasa."
Artinya apa? Ibadah yang kita lakukan hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban. Tidak benar – benar memaknai ibadah sebagai bentuk syukur kita kepadaNya atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Selain itu, manusia sebagai makhluk sosial menjadi tempatnya salah dan khilaf dan terkadang tanpa sadar telah melukai orang lain dengan ucapan maupun tidakannya.
Menjadi manusia yang sadar diri atas segala kesalahannya adalah hal yang penting. Itulah arti dari mendapat hidayah (mencari kebenaran). Setelah kita tahu kesalahan kita, maka kita akan memperbaikinya dengan sungguh – sungguh.
Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan dan dosa. Untuk itu, marilah kita bermuhasabah sekecil atau sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, Allah akan mengampuni jika kita sungguh – sungguh menyadari akan kesalahan itu dan mau memperbaiki.
Selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.
Ramadhan bagi saya adalah waktu yang tepat untuk kita kembali ke jalan yang benar. Jalan yang selama ini kita tinggalkan.
Manusia sebagai makhluk yang dinamis terkadang lupa akan eksistensinya sebagai makhluk yang beriman. Ibadah yang kita lakukan selama ini mungkin masih jauh dari kata sempurna, seperti kata seseorang yang mengatakan bahwa "sholat itu penting, jangan yang penting sholat, puasa itu penting, jangan yang penting puasa."
Artinya apa? Ibadah yang kita lakukan hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban. Tidak benar – benar memaknai ibadah sebagai bentuk syukur kita kepadaNya atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Selain itu, manusia sebagai makhluk sosial menjadi tempatnya salah dan khilaf dan terkadang tanpa sadar telah melukai orang lain dengan ucapan maupun tidakannya.
Menjadi manusia yang sadar diri atas segala kesalahannya adalah hal yang penting. Itulah arti dari mendapat hidayah (mencari kebenaran). Setelah kita tahu kesalahan kita, maka kita akan memperbaikinya dengan sungguh – sungguh.
Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan dan dosa. Untuk itu, marilah kita bermuhasabah sekecil atau sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, Allah akan mengampuni jika kita sungguh – sungguh menyadari akan kesalahan itu dan mau memperbaiki.
Selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.
Selasa, 22 Maret 2022
Menjaga Kewarasan Seorang Ibu
Kasih ibu kepada beta. Tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia. Begitulah lirik lagu untuk para ibu yang sering kita dengar.
Ibu adalah wanita yang dulunya pernah menjadi anak perempuan yang lucu dan menggemaskan.
Masa anak - anak seharusnya diisi dengan hal - hal baik, penuh kasih sayang oleh keluarga khususnya orang tua. Namun, terkadang hidup tidak selalu berjalan mulus. Tuntutan ekonomi seringkali membuat orang tua frustasi.
Seorang teman mengatakan bahwa setiap keluarga akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, kecemasan, kehilangan dsb. Hal ini sudah tercantum dalam kitab suci umat muslim. Namun, terkadang kita lupa akan peringatan itu dan selalu ingin hidup bahagia, tenang dan damai. Lalu ketika tiba-tiba Allah memberikan kita ujian hidup, lantas iman kita goyah, hati kita tidak ikhlas menerima ujian tersebut. Padahal di kitab suci pun sudah dijelaskan bahwa Allah tidak akan menguji seseorang di luar kesanggupannya.
Terlebih doktrin yang masih kental di daerah - daerah perdesaan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi, karena nanti akan menjadi istri dan ibu yang mengurus suami dan anak - anak.
Saya rasa menjadi istri dan ibu yang baik justru butuh kuliah khusus karena sudah banyak yang menjalankannya dan terkadang banyak juga yang tidak sanggup dan menyerah.
Masalah keluarga yang beragam dan kompleks terkadang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga inti. Harus ada pihak luar yang lebih kompeten dan tidak memihak.
Hari ini kita digegerkan oleh berita seorang Ibu di Brebes yang tega menganiaya 3 anaknya, hingga salah satunya meninggal dunia.
Banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi, baik dari faktor internal maupun eksternal. Karena sesuatu terjadi pasti ada sebab dan akibat.
Yang jelas seorang Ibu harus diberikan support nafkah lahir maupun batin, Karena perempuan cenderung menggunakan perasaannya dibandingkan dengan logikanya.
Seorang suami juga harus membantu istri menjalani pekerjaan rumah dan merawat anak - anak sehingga tidak membebankan sepenuhnya kepada istri.
Teruntuk Ibu di Brebes yg kasusnya lg viral. Semoga Ibu segera diberikan terapi oleh ahlinya. Saya tau pasti ibu juga mengalami banyak hal yg tak menyenangkan mungkin sejak ibu masih kecil sampai ibu dewasa dan ketika berkeluarga keadaan psikologis ibu diperparah oleh keadaan. Itulah pentingnya kita peka terhadap saudara, tetangga dan sekitar kita. Agar hal2 spt ini tidak terjadi lagi. Seorang ibu harus diberikan kebahagiaan dan ketenangan batin. Karena menjadi ibu di jaman yang penuh tuntutan sekarang ini tidaklah mudah.
Ibu adalah wanita yang dulunya pernah menjadi anak perempuan yang lucu dan menggemaskan.
Masa anak - anak seharusnya diisi dengan hal - hal baik, penuh kasih sayang oleh keluarga khususnya orang tua. Namun, terkadang hidup tidak selalu berjalan mulus. Tuntutan ekonomi seringkali membuat orang tua frustasi.
Seorang teman mengatakan bahwa setiap keluarga akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, kecemasan, kehilangan dsb. Hal ini sudah tercantum dalam kitab suci umat muslim. Namun, terkadang kita lupa akan peringatan itu dan selalu ingin hidup bahagia, tenang dan damai. Lalu ketika tiba-tiba Allah memberikan kita ujian hidup, lantas iman kita goyah, hati kita tidak ikhlas menerima ujian tersebut. Padahal di kitab suci pun sudah dijelaskan bahwa Allah tidak akan menguji seseorang di luar kesanggupannya.
Terlebih doktrin yang masih kental di daerah - daerah perdesaan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi, karena nanti akan menjadi istri dan ibu yang mengurus suami dan anak - anak.
Saya rasa menjadi istri dan ibu yang baik justru butuh kuliah khusus karena sudah banyak yang menjalankannya dan terkadang banyak juga yang tidak sanggup dan menyerah.
Masalah keluarga yang beragam dan kompleks terkadang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga inti. Harus ada pihak luar yang lebih kompeten dan tidak memihak.
Hari ini kita digegerkan oleh berita seorang Ibu di Brebes yang tega menganiaya 3 anaknya, hingga salah satunya meninggal dunia.
Banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi, baik dari faktor internal maupun eksternal. Karena sesuatu terjadi pasti ada sebab dan akibat.
Yang jelas seorang Ibu harus diberikan support nafkah lahir maupun batin, Karena perempuan cenderung menggunakan perasaannya dibandingkan dengan logikanya.
Seorang suami juga harus membantu istri menjalani pekerjaan rumah dan merawat anak - anak sehingga tidak membebankan sepenuhnya kepada istri.
Teruntuk Ibu di Brebes yg kasusnya lg viral. Semoga Ibu segera diberikan terapi oleh ahlinya. Saya tau pasti ibu juga mengalami banyak hal yg tak menyenangkan mungkin sejak ibu masih kecil sampai ibu dewasa dan ketika berkeluarga keadaan psikologis ibu diperparah oleh keadaan. Itulah pentingnya kita peka terhadap saudara, tetangga dan sekitar kita. Agar hal2 spt ini tidak terjadi lagi. Seorang ibu harus diberikan kebahagiaan dan ketenangan batin. Karena menjadi ibu di jaman yang penuh tuntutan sekarang ini tidaklah mudah.
Senin, 14 Februari 2022
Puasa Media Sosial. Berani Coba?
Puasa media sosial adalah jeda atau rehat sejenak dari aktivitas dunia maya. Puasa medsos adalah ikhtiar kita untuk menjaga kesehatan mental di era digital saat ini. Selain untuk menjaga kesehatan mental, banyak manfaat lain dari puasa medsos. Simak selengkapnya di video ini yaaa.
Rabu, 09 Februari 2022
Tingkatkan Gizi di Masa Pandemi
sumber foto : hellosehat.com
Pandemi belum berakhir. Namun, waktu terus berjalan. Menjelang dua tahun pandemi di Indonesia, sungguh menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan, menjaga pola makan dan tentunya menjaga protocol Kesehatan.
Di samping menjaga protokol kesehatan ada hal penting yang terkadang kita lupa, yakni menjaga pola makan. Penelitian menunjukkan bahwa virus tidak akan bertahan lama di tubuh orang yang sehat.
Menjaga pola makan adalah ikhtiar yang harus kita lakukan di masa pandemi ini. Naik turunnya kasus covid di Indonesia ternyata membuat kehidupan semakin tidak pasti. Namun, yang pasti adalah mengkonsumi makanan dan minuman yang bergizi akan membuat tubuh sehat dan menangkal virus yang hinggap.
Banyak makanan bergizi yang bisa kita konsumsi tapi, banyak juga makanan tidak sehat yang minim gizi yang beredar di kehidupan kita. Kita bisa memilih mana yang lebih baik bagi kesehatan tubuh bukan mana yang enak di lidah kita.
Sehat itu mahal tapi kalau kita sakit itu akan lebih mahal lagi biaya penyembuhannya. So, memang terkadang makanan sehat itu rasanya tidak selalu enak. Orang dulu senang mengkonsumi jamu – jamu yang pahit yang ternyata memang ampuh untuk menangkal berbagai penyakit.
Tapi, masa iya hari gini minum jamu??? Eiiiitss, tenang. Gak harus jamu yang bisa kita konsumi ko. Kalau minum jamu pahit itu terlalu ekstrem, kalian bisa ko dengan menjaga pola makan 4 sehat 5 sempurna.
Sudah tahu dong menu 4 sehat 5 sempurna? atau pura – pura lupa? Hemmm. Yuk, yakin dengan menjaga gizi yang kita konsumsi Insya Allah virus gak akan mau deket – deket sama kita. Nah, kalau sudah sehat kita bisa lengkapi dengan menjaga protokol kesehatan.
Pandemi belum berakhir. Namun, waktu terus berjalan. Menjelang dua tahun pandemi di Indonesia, sungguh menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan, menjaga pola makan dan tentunya menjaga protocol Kesehatan.
Di samping menjaga protokol kesehatan ada hal penting yang terkadang kita lupa, yakni menjaga pola makan. Penelitian menunjukkan bahwa virus tidak akan bertahan lama di tubuh orang yang sehat.
Menjaga pola makan adalah ikhtiar yang harus kita lakukan di masa pandemi ini. Naik turunnya kasus covid di Indonesia ternyata membuat kehidupan semakin tidak pasti. Namun, yang pasti adalah mengkonsumi makanan dan minuman yang bergizi akan membuat tubuh sehat dan menangkal virus yang hinggap.
Banyak makanan bergizi yang bisa kita konsumsi tapi, banyak juga makanan tidak sehat yang minim gizi yang beredar di kehidupan kita. Kita bisa memilih mana yang lebih baik bagi kesehatan tubuh bukan mana yang enak di lidah kita.
Sehat itu mahal tapi kalau kita sakit itu akan lebih mahal lagi biaya penyembuhannya. So, memang terkadang makanan sehat itu rasanya tidak selalu enak. Orang dulu senang mengkonsumi jamu – jamu yang pahit yang ternyata memang ampuh untuk menangkal berbagai penyakit.
Tapi, masa iya hari gini minum jamu??? Eiiiitss, tenang. Gak harus jamu yang bisa kita konsumi ko. Kalau minum jamu pahit itu terlalu ekstrem, kalian bisa ko dengan menjaga pola makan 4 sehat 5 sempurna.
Sudah tahu dong menu 4 sehat 5 sempurna? atau pura – pura lupa? Hemmm. Yuk, yakin dengan menjaga gizi yang kita konsumsi Insya Allah virus gak akan mau deket – deket sama kita. Nah, kalau sudah sehat kita bisa lengkapi dengan menjaga protokol kesehatan.
Senin, 30 Agustus 2021
Alarm Perdamaian Dunia
Hai sobat semua, tahukah bahwa tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia atau World Peace Day? Ada yang tahu bagaimana sejarah terbentuknya World Peace Day tersebut? Nah, bagi yang belum tahu, yuk kita simak artikel yang mengulas tentang World Peace Day kali ini ya.
Pasca terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Banyak negara – negara mengalami kesulitan. Masyarakatnya menderita, kelaparan dan peperangan masih berlanjut setelahnya dalam skala yang lebih kecil. Sehingga banyak negara menginginkan perdamaian dan keamanan dunia.
Karena keinginan tersebut terbentuklah PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa) yang pertama kali didirikan oleh Presiden Amerika Serikat (Franklin Delano Roosevelt), Perdana Menteri Inggris (Winston Churchill) dan Perdana Menteri Uni Soviet (Joseph Stalin) pada 24 Oktober 1945 di san Francisco, California, Amerika Serikat.
Setelah terbentuknya PBB maka pada tanggal 21 September 1982 atau tiga puluh tujuh tahun setelahnya ditetapkanlah Hari Perdamaian International atau yang lebih dikenal dengan Hari Perdamaian dunia (World Peace Day). Pada 24 November 1952 dipasang sebuah lonceng perdamaian pemberian Jepang kepada PBB. Hadiah lonceng ini diresmikan pada 8 Juni 1954. Lonceng tersebut sebagai lambang perdamaian Perserikatan Bangsa – Bangsa. Lonceng ini terbuat dari koin – koin yang dileburkan dari hasil sumbangan anak – anak seluruh benua kecuali benua Afrika. Dibunyikan setiap tahun Ketika memperingati Hari Perdamaian Dunia.
Dan untuk pertama kalinya hari peringatan World Peace Day didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB (Ban Ki Moon) untuk Pendidikan Perdamaian pada tahun 2013, sebagai sarana yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.
Pendidikan Perdamaian atau Peace Education ini sebagai sarana untuk mewujudkan budaya perdamaian. Dan hal ini terus dikampanyekan di dalam sekolah – sekolah dan masyarakat. Jadi, perdamaian bisa dimulai dari sekolah dengan menerapkan aturan – aturan yang dapat diterima oleh setiap orang sehingga tercipta kondisi yang aman dan damai.
Menjelang Hari Perdamaian Dunia mari kita merefleksikan pada realita saat ini. Sudahkan semua negara – negara di dunia berdamai. Apakah peperangan sudah benar – benar berakhir? Sayang seribu sayang peperangan memang belum berakhir. Masih saja ada konflik, gencatan senjata seperti Palestina dengan Israel. Lalu yang sedang ramai adalah konflik Negara Afghanistan dengan kelompok Taliban.
Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah badai Covid 19 yang sedang menerjang dunia yang seharusnya bersatu melawan penyebaran virus yang menimbulkan banyak kematian justru malah ada kelompok – kelompok yang ingin merebut kekuasaan dengan cara – cara kekerasan dan paksaan.
Hari Perdamaian Dunia rasanya kurang bermakna ketika seluruh Dunia masih merasakan kondisi mencekam, kerusakan dan keributan yang justru sangat berlawanan dengan tujuan – tujuan awal terbentuknya berbagai asosiasi – asosiasi perdamaian.
Hari ini sudah saatnya kita memutuskan untuk berdamai mulai dari lingkup terkecil hingga mencakup perdamaian dalam lingkup berbangsa dan bernegara. Mari ciptakan lingkungan yang aman dan damai di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selamat Hari Perdamaian Dunia. Perdamaian Abadi adalah hak kita semua. Selamat membunyikan alarm perdamaian di hati masing – masing. Semoga Perdamaian abadi kita dapatkan.
Pasca terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Banyak negara – negara mengalami kesulitan. Masyarakatnya menderita, kelaparan dan peperangan masih berlanjut setelahnya dalam skala yang lebih kecil. Sehingga banyak negara menginginkan perdamaian dan keamanan dunia.
Karena keinginan tersebut terbentuklah PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa) yang pertama kali didirikan oleh Presiden Amerika Serikat (Franklin Delano Roosevelt), Perdana Menteri Inggris (Winston Churchill) dan Perdana Menteri Uni Soviet (Joseph Stalin) pada 24 Oktober 1945 di san Francisco, California, Amerika Serikat.
Setelah terbentuknya PBB maka pada tanggal 21 September 1982 atau tiga puluh tujuh tahun setelahnya ditetapkanlah Hari Perdamaian International atau yang lebih dikenal dengan Hari Perdamaian dunia (World Peace Day). Pada 24 November 1952 dipasang sebuah lonceng perdamaian pemberian Jepang kepada PBB. Hadiah lonceng ini diresmikan pada 8 Juni 1954. Lonceng tersebut sebagai lambang perdamaian Perserikatan Bangsa – Bangsa. Lonceng ini terbuat dari koin – koin yang dileburkan dari hasil sumbangan anak – anak seluruh benua kecuali benua Afrika. Dibunyikan setiap tahun Ketika memperingati Hari Perdamaian Dunia.
Dan untuk pertama kalinya hari peringatan World Peace Day didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB (Ban Ki Moon) untuk Pendidikan Perdamaian pada tahun 2013, sebagai sarana yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.
Pendidikan Perdamaian atau Peace Education ini sebagai sarana untuk mewujudkan budaya perdamaian. Dan hal ini terus dikampanyekan di dalam sekolah – sekolah dan masyarakat. Jadi, perdamaian bisa dimulai dari sekolah dengan menerapkan aturan – aturan yang dapat diterima oleh setiap orang sehingga tercipta kondisi yang aman dan damai.
Menjelang Hari Perdamaian Dunia mari kita merefleksikan pada realita saat ini. Sudahkan semua negara – negara di dunia berdamai. Apakah peperangan sudah benar – benar berakhir? Sayang seribu sayang peperangan memang belum berakhir. Masih saja ada konflik, gencatan senjata seperti Palestina dengan Israel. Lalu yang sedang ramai adalah konflik Negara Afghanistan dengan kelompok Taliban.
Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah badai Covid 19 yang sedang menerjang dunia yang seharusnya bersatu melawan penyebaran virus yang menimbulkan banyak kematian justru malah ada kelompok – kelompok yang ingin merebut kekuasaan dengan cara – cara kekerasan dan paksaan.
Hari Perdamaian Dunia rasanya kurang bermakna ketika seluruh Dunia masih merasakan kondisi mencekam, kerusakan dan keributan yang justru sangat berlawanan dengan tujuan – tujuan awal terbentuknya berbagai asosiasi – asosiasi perdamaian.
Hari ini sudah saatnya kita memutuskan untuk berdamai mulai dari lingkup terkecil hingga mencakup perdamaian dalam lingkup berbangsa dan bernegara. Mari ciptakan lingkungan yang aman dan damai di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selamat Hari Perdamaian Dunia. Perdamaian Abadi adalah hak kita semua. Selamat membunyikan alarm perdamaian di hati masing – masing. Semoga Perdamaian abadi kita dapatkan.
Sabtu, 21 Agustus 2021
Mencari Makna Kemerdekaan
Tujuh puluh enam tahun yang lalu dengan semangat yang berapi – api, dengan segala pengorbanan, seorang pemuda berani memutuskan negeri ini harus merdeka.
Berabad – abad sudah kita dijajah, berabad – abad sudah kita dikekang, diperas keringat demi memakmurkan tanah tuan penjajah.
Berabad – abad sudah rakyat ditindas di tanahnya sendiri. Dipaksa bekerja tanpa henti. Diambil segala sumber daya alamnya. Dirampas kebebasannya.
Namun, apakah mereka semakin makmur? Apakah keadilan semakin dekat? Tidak, kawan. Tak ada hasil untuk diri sendiri. Tak ada kemakmuran di tanah sendiri. Hanya ada harapan semu.
Hari ini, mari sejenak kita mengenang masa – masa kelam penjajahan. Menghayati setiap tetes darah perjuangan para pahlawan. Bukan hanya untuk diingat – ingat, tetapi untuk ditiru. Tentu bukan dengan perang antarnegara.
Mari kita membalas jasa para pahlawan dengan mengucap syukur dengan terus berjuang melawan ego pribadi di atas kepentingan bersama.
Jangan ada lagi perpecahan. Jangan ada lagi penindasan. Perbedaan tentu ada, tetapi bukan untuk diperdebatkan. Kekuasaan pun tentu ada, tetapi bukan untuk menindas yang lemah.
Mari kita bersama – sama bergandeng tangan, meneguhkan hati kita agar kelak Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil dan makmur.
Berabad – abad sudah kita dijajah, berabad – abad sudah kita dikekang, diperas keringat demi memakmurkan tanah tuan penjajah.
Berabad – abad sudah rakyat ditindas di tanahnya sendiri. Dipaksa bekerja tanpa henti. Diambil segala sumber daya alamnya. Dirampas kebebasannya.
Namun, apakah mereka semakin makmur? Apakah keadilan semakin dekat? Tidak, kawan. Tak ada hasil untuk diri sendiri. Tak ada kemakmuran di tanah sendiri. Hanya ada harapan semu.
Hari ini, mari sejenak kita mengenang masa – masa kelam penjajahan. Menghayati setiap tetes darah perjuangan para pahlawan. Bukan hanya untuk diingat – ingat, tetapi untuk ditiru. Tentu bukan dengan perang antarnegara.
Mari kita membalas jasa para pahlawan dengan mengucap syukur dengan terus berjuang melawan ego pribadi di atas kepentingan bersama.
Jangan ada lagi perpecahan. Jangan ada lagi penindasan. Perbedaan tentu ada, tetapi bukan untuk diperdebatkan. Kekuasaan pun tentu ada, tetapi bukan untuk menindas yang lemah.
Mari kita bersama – sama bergandeng tangan, meneguhkan hati kita agar kelak Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil dan makmur.
Minggu, 06 Juni 2021
Qiana Cahaya Maulidya
Assalamu'alaikum anak Umma yang cantik ...
Terima kasih sudah menjadi bidadari kecil Umma dan Ayah.
Kehadiranmu menjadi pelengkap kebahagiaan Umma.
lega rasanya ketika Umma sudah memiliki Jagoan sholeh dan Bidadari sholeha. Ibu mana yang nggak bahagia ketika keinginannya memiliki anak kedua seorang perempuan, Allah kabulkan.
Karena hanya Allah yang berhak mengizinkan atau tidaknya seorang wanita bisa memiliki anak atau tidak.
Let's to start the story of you, Qiana ...
Sabtu, 31 Oktober 2020 di sebuah klinik kandungan di Bogor, yang berencana hanya ingin melakukan USG 4D.
Pemeriksaan yang sangat lama sekitar 30 sampai 45 menit, yang biasanya hanya 5 sampai 10 menit. Dokter Vera Nirmala, Spog begitu detail melihat perkembanganmu di layar USG. Kebingungan mulai datang ketika Usia kandungan dengan BB Janin yang tidak sesuai. Menurut dokter kandungan sebelumnya yang Umma temui 2 minggu lalu, bahwa berdasarkan ukuran lingkar kepala, lingkar perut, BB janin maka bisa disimpulkan kalau usia kandungan baru masuk 8 bulan. HPL pada akhir November atau awal Desember, lalu dokter menyarankan untuk periksa lagi sebulan kemudian.Dan, Umma nggak ada pikiran negatif soal ini. Percaya aja sama dokter kandungan senior yang di mana - mana ada jadwal Praktiknya. Di FMC, di RS Mulia, di RSUD.
Tapi, tetep ada opsi lain untuk ke beberapa kali periksa ke bidan. Dan Umma malah dimarahin sama bidannya terkait BB janin yang kecil, "gimana sih bu kan anak kedua seharusnya udah pengalaman". Padahal ya perasaan udah maksimal juga ngejaganya, udah minum suplemen dan susu tinggi protein untuk menaikkan BBmu. Namun, ternyata dalam waktu dua minggu kemudian anak cantik Umma lahir dengan BB 1990 gram. Dan beberapa bulan kemudian barulah terjawab teka teki kenapa BBmu rendah, ternyata ada pembengkakan tiroid di leher Umma.
..... bersambung ....
Terima kasih sudah menjadi bidadari kecil Umma dan Ayah.
Kehadiranmu menjadi pelengkap kebahagiaan Umma.
lega rasanya ketika Umma sudah memiliki Jagoan sholeh dan Bidadari sholeha. Ibu mana yang nggak bahagia ketika keinginannya memiliki anak kedua seorang perempuan, Allah kabulkan.
Karena hanya Allah yang berhak mengizinkan atau tidaknya seorang wanita bisa memiliki anak atau tidak.
Let's to start the story of you, Qiana ...
Sabtu, 31 Oktober 2020 di sebuah klinik kandungan di Bogor, yang berencana hanya ingin melakukan USG 4D.
Pemeriksaan yang sangat lama sekitar 30 sampai 45 menit, yang biasanya hanya 5 sampai 10 menit. Dokter Vera Nirmala, Spog begitu detail melihat perkembanganmu di layar USG. Kebingungan mulai datang ketika Usia kandungan dengan BB Janin yang tidak sesuai. Menurut dokter kandungan sebelumnya yang Umma temui 2 minggu lalu, bahwa berdasarkan ukuran lingkar kepala, lingkar perut, BB janin maka bisa disimpulkan kalau usia kandungan baru masuk 8 bulan. HPL pada akhir November atau awal Desember, lalu dokter menyarankan untuk periksa lagi sebulan kemudian.Dan, Umma nggak ada pikiran negatif soal ini. Percaya aja sama dokter kandungan senior yang di mana - mana ada jadwal Praktiknya. Di FMC, di RS Mulia, di RSUD.
Tapi, tetep ada opsi lain untuk ke beberapa kali periksa ke bidan. Dan Umma malah dimarahin sama bidannya terkait BB janin yang kecil, "gimana sih bu kan anak kedua seharusnya udah pengalaman". Padahal ya perasaan udah maksimal juga ngejaganya, udah minum suplemen dan susu tinggi protein untuk menaikkan BBmu. Namun, ternyata dalam waktu dua minggu kemudian anak cantik Umma lahir dengan BB 1990 gram. Dan beberapa bulan kemudian barulah terjawab teka teki kenapa BBmu rendah, ternyata ada pembengkakan tiroid di leher Umma.
..... bersambung ....
Rabu, 09 Desember 2020
Maskerku
Inilah sahabatku saat ini
Sejak covid 19 menjadi pandemi
Yang membuat manusia terisolasi di bumi
Menjadi tidak bebas berekspresi
Inilah sahabatku saat ini
Yang melindungi diri
Dari bahaya virus berukuran mini
Namun bisa membuat kita mati
Inilah sahabatku saat ini
Yang membuat kami beradaptasi
Dengan berteman sepi
Tanpa ramai di sana sini
Inilah sahabatku saat ini
Yang selalu ada setiap hari
Sejak pagi hingga malam menghampiri
Inilah maskerku yang begitu berarti
Sejak covid 19 menjadi pandemi
Yang membuat manusia terisolasi di bumi
Menjadi tidak bebas berekspresi
Inilah sahabatku saat ini
Yang melindungi diri
Dari bahaya virus berukuran mini
Namun bisa membuat kita mati
Inilah sahabatku saat ini
Yang membuat kami beradaptasi
Dengan berteman sepi
Tanpa ramai di sana sini
Inilah sahabatku saat ini
Yang selalu ada setiap hari
Sejak pagi hingga malam menghampiri
Inilah maskerku yang begitu berarti
Senin, 31 Agustus 2020
Ketidakadilan Gender di Era Demokrasi
Di zaman yang sudah modern ini kita dituntut dengan segudang kebutuhan hidup yang semakin kompleks. Namun sejalan dengan hal tersebut semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi di tengah – tengah kita, seharusnya membuat masyakarat lebih terbuka secara wawasan dan keilmuan. Terlebih akses untuk mendapatkan informasi mengenai hukum dan sosial semakin mudah. Lalu mengapa masih terjadi kasus kekerasan pada perempuan dan anak?
Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang terisolasi secara keilmuan dan wawasan mengenai keadilan gender. Pola pikir yang masih sempit di tengah semakin luasnya akses informasi membuat masyarakat enggan untuk berbagi masalah hidup. Mereka beranggapan bahwa masalah keluarga yang kerap dialami oleh sebagian masyakarat dianggap aib yang tidak pantas diketahui oleh siapapun.
Masih maraknya tindak kekerasan psikis atau fisik yang dialami perempuan dan anak menjadi evaluasi bagi kita semua khususnya kaum intelek dan masyarakat pada umumnya untuk lebih peka terhadap kerabat yang tinggal dekat dengan lingkungan kita. Lalu bagaimana peran kita seharusnya dalam menyikapi hal tersebut?
Manusia dengan segala problematikanya yang kompleks saat ini membutuhkan ruang untuk “berbagi” apa yang dialami agar tidak menumpuk dan akhirnya membuat kondisi semakin parah. Sebagai contoh ketika ada anak korban “broken home” mengalami depresi dan akhirnya melampiaskan ke hal – hal yang menyimpang lalu terjadilah kekerasan kepada dirinya sendiri atau orang lain. Tentu akar permasalahannya di sini di awali dari kedua orangtuanya. Terlebih ketika perceraian tersebut dilatarbelakangi oleh ketidakadilan gender.
Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan pada anak dan perempuan, seperti faktor ekonomi, sosial dan budaya. Namun, jika kita ambil benang merahnya maka dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengendalian emosi dan pikiran dari seseorang terhadap permasalahan yang dihadapi sehingga melampiaskan dengan cara yang salah.
Pentingnya pengendalian diri pada setiap manusia adalah modal kita dalam menyikapi permasalahan hidup. Keterlibatan lembaga – lembaga pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang kompleks ini sungguh bukanlah pekerjaan yang mudah. Semua lembaga harus dapat bekerjasama dalam mensosialisasikan tentang pengendalian diri dan keterkaitannya dengan keadilan gender, baik itu dari lembaga keagamaan, lembaga sosial, hukum dan sebagainya.
Program – program yang disusun dari setiap lembaga harus dapat menyentuh langsung masyarakat lapisan bawah yang sering terisolir dalam mengakses keilmuan. Bahkan program tersebut harus ada pada setiap lembaga khususnya lembaga keagamaan, lembaga sosial dan lembaga hukum.
Penghapusan konsep bahwa perempuan adalah kaum yang lemah atau "second class society" harus segera dibuang dari pikiran masyarakat. Kaum perempuan adalah kaum yang mandiri yang memiliki potensi sama dengan laki – laki bahkan bisa lebih unggul. Namun, beda soal ketika kita mengkorelasikan dengan agama yaitu, laki – laki adalah pemimpin. Hal ini perlu kajian khusus yang mendalam agar tidak terjadi distorsi dalam pemahaman tersebut.
Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang terisolasi secara keilmuan dan wawasan mengenai keadilan gender. Pola pikir yang masih sempit di tengah semakin luasnya akses informasi membuat masyarakat enggan untuk berbagi masalah hidup. Mereka beranggapan bahwa masalah keluarga yang kerap dialami oleh sebagian masyakarat dianggap aib yang tidak pantas diketahui oleh siapapun.
Masih maraknya tindak kekerasan psikis atau fisik yang dialami perempuan dan anak menjadi evaluasi bagi kita semua khususnya kaum intelek dan masyarakat pada umumnya untuk lebih peka terhadap kerabat yang tinggal dekat dengan lingkungan kita. Lalu bagaimana peran kita seharusnya dalam menyikapi hal tersebut?
Manusia dengan segala problematikanya yang kompleks saat ini membutuhkan ruang untuk “berbagi” apa yang dialami agar tidak menumpuk dan akhirnya membuat kondisi semakin parah. Sebagai contoh ketika ada anak korban “broken home” mengalami depresi dan akhirnya melampiaskan ke hal – hal yang menyimpang lalu terjadilah kekerasan kepada dirinya sendiri atau orang lain. Tentu akar permasalahannya di sini di awali dari kedua orangtuanya. Terlebih ketika perceraian tersebut dilatarbelakangi oleh ketidakadilan gender.
Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan pada anak dan perempuan, seperti faktor ekonomi, sosial dan budaya. Namun, jika kita ambil benang merahnya maka dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengendalian emosi dan pikiran dari seseorang terhadap permasalahan yang dihadapi sehingga melampiaskan dengan cara yang salah.
Pentingnya pengendalian diri pada setiap manusia adalah modal kita dalam menyikapi permasalahan hidup. Keterlibatan lembaga – lembaga pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang kompleks ini sungguh bukanlah pekerjaan yang mudah. Semua lembaga harus dapat bekerjasama dalam mensosialisasikan tentang pengendalian diri dan keterkaitannya dengan keadilan gender, baik itu dari lembaga keagamaan, lembaga sosial, hukum dan sebagainya.
Program – program yang disusun dari setiap lembaga harus dapat menyentuh langsung masyarakat lapisan bawah yang sering terisolir dalam mengakses keilmuan. Bahkan program tersebut harus ada pada setiap lembaga khususnya lembaga keagamaan, lembaga sosial dan lembaga hukum.
Penghapusan konsep bahwa perempuan adalah kaum yang lemah atau "second class society" harus segera dibuang dari pikiran masyarakat. Kaum perempuan adalah kaum yang mandiri yang memiliki potensi sama dengan laki – laki bahkan bisa lebih unggul. Namun, beda soal ketika kita mengkorelasikan dengan agama yaitu, laki – laki adalah pemimpin. Hal ini perlu kajian khusus yang mendalam agar tidak terjadi distorsi dalam pemahaman tersebut.
Sabtu, 29 Agustus 2020
Lembaga Pendidikan Anak Hebat Unit Cijujung
Lembaga Pendidikan Anak Hebat atau yang biasa disebut Ahe merupakan layanan pendidikan yang hadir dengan biaya terjangkau. Di tengah himpitan ekonomi terlebih karena pandemi Covid 19 yang masih menghantui masyarakat Indonesia.
Kami sadar akan kebutuhan dasar anak-anak. Kami sadar bahwa pemenuhan hak-hak anak saat ini masih belum terlaksana dengan baik.
Keberagaman masyarakat berdasarkan tingkat ekonomi masih menjadi hambatan dalam pemenuhan hak-hak anak. Sebagai contoh, anak yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah sering sekali terabaikan dalam layanan pendidikan. Padahal seluruh anak adalah sama, mereka mempunyai hak yang harus terpenuhi terlebih itu menyangkut masa depan mereka. Sehingga kelak mereka akan dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Pendidikan menjadi hal mendasar yang harus dimiliki oleh siapapun terlebih anak-anak. Tentu tidak cukup jika hanya dengan pemberian materi-materi dari pendidik kepada peserta didik, terlebih jika peserta didiknya adalah anak-anak. Secara psikologi mereka butuh suasana yang menyenangkan agar dapat menikmati setiap proses pembelajaran.
Kami berkomitmen untuk terciptanya suasana menyenangkan dalam belajar membaca. Yakni dengan 6 langkah yang Ahe, yaitu :
1. Senam Otak
2. Remidi
3. Membaca modul
4. Pengayaan
5. Menulis
6. Permainan (gawangan, jual beli, sekilas pandang)
Kami siap membantu para orangtua dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak, yaitu memberikan layanan pendidikan yang mumpuni kepada mereka. Kami siap melayani dengan sistem individual baik secara luring atau daring dan sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan program bimbingan belajar prasekolah,SD dan SMP.
Segera daftar dan tentukan jadwal di 089664431046.
Kami sadar akan kebutuhan dasar anak-anak. Kami sadar bahwa pemenuhan hak-hak anak saat ini masih belum terlaksana dengan baik.
Keberagaman masyarakat berdasarkan tingkat ekonomi masih menjadi hambatan dalam pemenuhan hak-hak anak. Sebagai contoh, anak yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah sering sekali terabaikan dalam layanan pendidikan. Padahal seluruh anak adalah sama, mereka mempunyai hak yang harus terpenuhi terlebih itu menyangkut masa depan mereka. Sehingga kelak mereka akan dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Pendidikan menjadi hal mendasar yang harus dimiliki oleh siapapun terlebih anak-anak. Tentu tidak cukup jika hanya dengan pemberian materi-materi dari pendidik kepada peserta didik, terlebih jika peserta didiknya adalah anak-anak. Secara psikologi mereka butuh suasana yang menyenangkan agar dapat menikmati setiap proses pembelajaran.
Kami berkomitmen untuk terciptanya suasana menyenangkan dalam belajar membaca. Yakni dengan 6 langkah yang Ahe, yaitu :
1. Senam Otak
2. Remidi
3. Membaca modul
4. Pengayaan
5. Menulis
6. Permainan (gawangan, jual beli, sekilas pandang)
Kami siap membantu para orangtua dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak, yaitu memberikan layanan pendidikan yang mumpuni kepada mereka. Kami siap melayani dengan sistem individual baik secara luring atau daring dan sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan program bimbingan belajar prasekolah,SD dan SMP.
Segera daftar dan tentukan jadwal di 089664431046.
Senin, 03 Desember 2018
Selamat 1 Tahun Farhan
Time flies so fast, dear. Hampir satu tahun usiamu di dunia ini. Dear, you are my everything, my spirit, my inspiration and my life goals. Anyway, setiap kali Ibu mengingat saat-saat sebelum mengeluarkanmu ke dunia ini, lalu sesaat setelah kamu lahir ke dunia, air mata Ibu selalu menetes. AIr mata ini mungkin bukti bahwa menjadi seorang "Ibu" adalah hal yang luar biasa penuh perjuangan dan pengorbanan yang nantinya akan berbuah kebahagiaan. Terkadang air mata bukan hanya simbol kesedihan,dear. Tapi juga simbol betapa bahagianya seseorang.
Untuk ayah, terimakasih sudah menjadi suami dan bapak siaga. Terimakasih telah merawatku pasca operasi sesar. Kesabaran, ketulusan Dan cinta yang ayah berikan begitu sangat berarti saat itu.
Malam itu, 9 Januari 2018. Sehabis shalat maghrib muncul tanda-tanda persalinan. Ibu diantar oleh kakek, Enin dan Onty menemui Dr. Putra Ismayaabral, S. Pog untuk tindakan lebih lanjut. Betapa terkejut ketika dokter mengatakan untuk segera dilakukan operasi. Ibu langsung menghubungi ayah yang pada malam itu baru pulang kerja. Lalu ayah dan kakek nenek dari bogor langsung meluncur ke RS. Masmitra. Saat itu ibu sudah dibius dan tidak merasakan apapun. Tapi ibu mendengar suara tangisan bayi, suaramu. Suara yang telah lama ibu dan ayah rindukan.
Selesai operasi, ibu dipindahkan ke ruang pemulihan dan perawatan. Dingin menusuk tulang ibu rasakan setelah tindakan sesar. Ditambah rasa mual yang tak bisa ibu tahan. Setelah efek bius hilang, ibu merasakan sakit nyeri yang teramat sangat. Setiap detik ibu beristighfar. Ibu saat itu hanya fokus ke diri ibu sendiri. Sorry, dear. Ibu melupakanmu ketika itu karena ibu masih merasakan hal yang belum pernah ibu rasakan sebelumnya.
Tiga hari yang penuh ujian, tiga hari Ibu tanpa bisa tidur sedetikpun. Ibu lihat ruang sebelah sudah dengan bayi mungil nya. Ibu tanya ke ayah bagaimana keadaan anak ibu, ayah bilang alhamdulillah dede sehat, kulit nya putih bersih, rambutnya hitam tebal, dan wajahnya rupawan. Masya Allah, ibu saat itu hanya bisa lihat kamu dari HP ayah. Perlahan ibu belajar duduk, berdiri dan berjalan. Sampai ibu menyadari betapa nikmat yang Allah berikan. Nikmat menjadi ibu.7
Hari ini, setahun sudah malaikat kecil Ibu tumbuh di dunia. Setahun sudah kita lewati semua tawa dan canda. Malaikat kecil yang tumbuh menjadi anak yang menyenangkan, pintar dan sangat aktif. Perkembanganmu sangat cepat, dear. Di usia ini kamu sudah bisa jalan, gigimu sudah 7 dan kamu sangat disukai siapapun.
Dear, my son, Muhammad Farhan Abqori. Barakallah. Happy 1st Birthday. Tumbuhlah menjadi anak yang baik. Tumbuhlah menjadi anak yang ceria. Selamat ulang tahun, semoga Allah memberkahimu. Aamiin Ya Rabbal 'aalamiin.
Senin, 20 November 2017
Jadi Bisa Mendunia dengan Paket Internet Traveloka
Internet memudahkan masyarakat dalam menjalankan peran sebagai masyarakat modern. Aku pun begitu, mau tak mau paket internet di smartphone harus selalu aktif. Mulai dari berangkat ke kantor, memesan makan malam karena nggak sempat masak, membaca berita yang lagi hits, transfer uang ke rekening orangtua, pesan tiket honeymoon, sampai bersosialisasi dengan teman-teman dengan media sosial.
Pekerjaanku sebagai social worker pada program keluarga harapan kementerian sosial RI sangat menuntut kebutuhan internet. Penggunaan aplikasi input data online di smartphone baru saja dilaunching untuk memudahkan dalam menjalankan tugas-tugas pendataan Keluarga Penerima Manfaat, seperti validasi data, pemutakhiran data, dan sebagainya.
Selain itu sebagai mahasiswa pascasarjana aku juga dituntut untuk selalu memiliki wawasan luas dengan adanya paket internet ini sangat memudahkanku mengakses jurnal ilmiah, e-book, event workshop, seminar dan informasi seputar dunia pendidikan. Nggak bisa dibayangkan jika sehari saja internet terputus dari kehidupanku. Dunia terasa berhenti berputar.
Setelah dilamar pada November tahun lalu dan dipersunting pada Maret 2017 oleh pemuda bernama Muhammad Agisna Andree, kebutuhanku semakin bertambah. Apalagi kini aku sedang mengandung anak pertama. Banyak keperluan rumah tangga yang harus terpenuhi, sementara kita berdua sama-sama berkarir sehingga untuk memenuhi kebutuhan itu semua kita lebih sering menggunakan internet.
Di mana dan kapan saja jadi bisa mendunia dengan paket internet traveloka. Tinggal klik aplikasi traveloka, pilih menu pulsa dan paket internet, ketik nomer handphone prabayar atau BOLT lalu klik cari produk, pilih internet dan jenis paketnya, isi data, lanjut ke pembayaran dan pilih metode pembayaran. Metode pembayarannya pun beragam, bisa dengan transfer, lewat atm, kartu kredit, indomart, alfamart, dan sebagainya. Selesai. Nggak sampai dua menit paket internet terisi. Transaksi dijamin aman karena setiap selesai transaksi akan ada pemberitahuan dari pihak traveloka ke email kita.
Jadi bisa mendunia dengan paket internet traveloka. Traveloka banyak lebihnya. Ditambah ada poin untuk setiap trasaksi yang nantinya poin tersebut bisa ditukar dengan produk traveloka. T.O.P. B.G.T buat traveloka.
Selain untuk kebutuhan sendiri, pulsa dan paket internet traveloka ini menjadi mediaku untuk berbisnis sekaligus menolong teman ataupun saudara. Misalnya, ada temen yang butuh pulsa atau paket internet. Aku nggak segan untuk menawarkannya. Karena harga yang ditawarkan oleh traveloka tergolong lebih murah sehingga lumayan dapet untung dan poin juga.
Jangan sampai ketinggalan informasi yang lagi hits cuma karena paket internetmu habis. Jangan sampai kalah exist dengan teman-temanmu cuma karena nggak punya paket internet. Nggak mau kan dibilang kudet? Hari gini nggak punya paket internet?
Semenjak ada aplikasi traveloka dismartphoneku, kegiatan sehari-hari menjadi semakin mudah. Kebutuhan hidup semakin cepat terpenuhi. Hemat waktu, biaya, dan tenaga. Aku sangat merekomendasikan untuk siapa saja menggunakan traveloka. Karena saat ini semua bisa didapat dalam satu genggaman. Dunia sudah beralih ke internet. Dunia dalam genggamanku, traveloka kebutuhanku.
referensi : https://kominfo.go.id/content/detail/4286/pengguna-internet-indonesia-nomor-enam-dunia/0/sorotan_media
Langganan:
Postingan (Atom)













