Senin, 14 Februari 2022

Puasa Media Sosial. Berani Coba?

Puasa media sosial adalah jeda atau rehat sejenak dari aktivitas dunia maya. Puasa medsos adalah ikhtiar kita untuk menjaga kesehatan mental di era digital saat ini. Selain untuk menjaga kesehatan mental, banyak manfaat lain dari puasa medsos. Simak selengkapnya di video ini yaaa.

Rabu, 09 Februari 2022

Tingkatkan Gizi di Masa Pandemi

sumber foto : hellosehat.com

Pandemi belum berakhir. Namun, waktu terus berjalan. Menjelang dua tahun pandemi di Indonesia, sungguh menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan, menjaga pola makan dan tentunya menjaga protocol Kesehatan.

Di samping menjaga protokol kesehatan ada hal penting yang terkadang kita lupa, yakni menjaga pola makan. Penelitian menunjukkan bahwa virus tidak akan bertahan lama di tubuh orang yang sehat.

Menjaga pola makan adalah ikhtiar yang harus kita lakukan di masa pandemi ini. Naik turunnya kasus covid di Indonesia ternyata membuat kehidupan semakin tidak pasti. Namun, yang pasti adalah mengkonsumi makanan dan minuman yang bergizi akan membuat tubuh sehat dan menangkal virus yang hinggap.

Banyak makanan bergizi yang bisa kita konsumsi tapi, banyak juga makanan tidak sehat yang minim gizi yang beredar di kehidupan kita. Kita bisa memilih mana yang lebih baik bagi kesehatan tubuh bukan mana yang enak di lidah kita.

Sehat itu mahal tapi kalau kita sakit itu akan lebih mahal lagi biaya penyembuhannya. So, memang terkadang makanan sehat itu rasanya tidak selalu enak. Orang dulu senang mengkonsumi jamu – jamu yang pahit yang ternyata memang ampuh untuk menangkal berbagai penyakit.

Tapi, masa iya hari gini minum jamu??? Eiiiitss, tenang. Gak harus jamu yang bisa kita konsumi ko. Kalau minum jamu pahit itu terlalu ekstrem, kalian bisa ko dengan menjaga pola makan 4 sehat 5 sempurna.

Sudah tahu dong menu 4 sehat 5 sempurna? atau pura – pura lupa? Hemmm. Yuk, yakin dengan menjaga gizi yang kita konsumsi Insya Allah virus gak akan mau deket – deket sama kita. Nah, kalau sudah sehat kita bisa lengkapi dengan menjaga protokol kesehatan.

Senin, 30 Agustus 2021

Alarm Perdamaian Dunia

Hai sobat semua, tahukah bahwa tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia atau World Peace Day? Ada yang tahu bagaimana sejarah terbentuknya World Peace Day tersebut? Nah, bagi yang belum tahu, yuk kita simak artikel yang mengulas tentang World Peace Day kali ini ya.

Pasca terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Banyak negara – negara mengalami kesulitan. Masyarakatnya menderita, kelaparan dan peperangan masih berlanjut setelahnya dalam skala yang lebih kecil. Sehingga banyak negara menginginkan perdamaian dan keamanan dunia.

Karena keinginan tersebut terbentuklah PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa) yang pertama kali didirikan oleh Presiden Amerika Serikat (Franklin Delano Roosevelt), Perdana Menteri Inggris (Winston Churchill) dan Perdana Menteri Uni Soviet (Joseph Stalin) pada 24 Oktober 1945 di san Francisco, California, Amerika Serikat.

Setelah terbentuknya PBB maka pada tanggal 21 September 1982 atau tiga puluh tujuh tahun setelahnya ditetapkanlah Hari Perdamaian International atau yang lebih dikenal dengan Hari Perdamaian dunia (World Peace Day). Pada 24 November 1952 dipasang sebuah lonceng perdamaian pemberian Jepang kepada PBB. Hadiah lonceng ini diresmikan pada 8 Juni 1954. Lonceng tersebut sebagai lambang perdamaian Perserikatan Bangsa – Bangsa. Lonceng ini terbuat dari koin – koin yang dileburkan dari hasil sumbangan anak – anak seluruh benua kecuali benua Afrika. Dibunyikan setiap tahun Ketika memperingati Hari Perdamaian Dunia.

Dan untuk pertama kalinya hari peringatan World Peace Day didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB (Ban Ki Moon) untuk Pendidikan Perdamaian pada tahun 2013, sebagai sarana yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

Pendidikan Perdamaian atau Peace Education ini sebagai sarana untuk mewujudkan budaya perdamaian. Dan hal ini terus dikampanyekan di dalam sekolah – sekolah dan masyarakat. Jadi, perdamaian bisa dimulai dari sekolah dengan menerapkan aturan – aturan yang dapat diterima oleh setiap orang sehingga tercipta kondisi yang aman dan damai.

Menjelang Hari Perdamaian Dunia mari kita merefleksikan pada realita saat ini. Sudahkan semua negara – negara di dunia berdamai. Apakah peperangan sudah benar – benar berakhir? Sayang seribu sayang peperangan memang belum berakhir. Masih saja ada konflik, gencatan senjata seperti Palestina dengan Israel. Lalu yang sedang ramai adalah konflik Negara Afghanistan dengan kelompok Taliban.

Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah badai Covid 19 yang sedang menerjang dunia yang seharusnya bersatu melawan penyebaran virus yang menimbulkan banyak kematian justru malah ada kelompok – kelompok yang ingin merebut kekuasaan dengan cara – cara kekerasan dan paksaan.

Hari Perdamaian Dunia rasanya kurang bermakna ketika seluruh Dunia masih merasakan kondisi mencekam, kerusakan dan keributan yang justru sangat berlawanan dengan tujuan – tujuan awal terbentuknya berbagai asosiasi – asosiasi perdamaian.

Hari ini sudah saatnya kita memutuskan untuk berdamai mulai dari lingkup terkecil hingga mencakup perdamaian dalam lingkup berbangsa dan bernegara. Mari ciptakan lingkungan yang aman dan damai di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selamat Hari Perdamaian Dunia. Perdamaian Abadi adalah hak kita semua. Selamat membunyikan alarm perdamaian di hati masing – masing. Semoga Perdamaian abadi kita dapatkan.

Sabtu, 21 Agustus 2021

Mencari Makna Kemerdekaan

Tujuh puluh enam tahun yang lalu dengan semangat yang berapi – api, dengan segala pengorbanan, seorang pemuda berani memutuskan negeri ini harus merdeka.

Berabad – abad sudah kita dijajah, berabad – abad sudah kita dikekang, diperas keringat demi memakmurkan tanah tuan penjajah.

Berabad – abad sudah rakyat ditindas di tanahnya sendiri. Dipaksa bekerja tanpa henti. Diambil segala sumber daya alamnya. Dirampas kebebasannya.

Namun, apakah mereka semakin makmur? Apakah keadilan semakin dekat? Tidak, kawan. Tak ada hasil untuk diri sendiri. Tak ada kemakmuran di tanah sendiri. Hanya ada harapan semu.

Hari ini, mari sejenak kita mengenang masa – masa kelam penjajahan. Menghayati setiap tetes darah perjuangan para pahlawan. Bukan hanya untuk diingat – ingat, tetapi untuk ditiru. Tentu bukan dengan perang antarnegara.

Mari kita membalas jasa para pahlawan dengan mengucap syukur dengan terus berjuang melawan ego pribadi di atas kepentingan bersama.

Jangan ada lagi perpecahan. Jangan ada lagi penindasan. Perbedaan tentu ada, tetapi bukan untuk diperdebatkan. Kekuasaan pun tentu ada, tetapi bukan untuk menindas yang lemah.
Mari kita bersama – sama bergandeng tangan, meneguhkan hati kita agar kelak Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil dan makmur.

Minggu, 06 Juni 2021

Qiana Cahaya Maulidya

Assalamu'alaikum anak Umma yang cantik ...
Terima kasih sudah menjadi bidadari kecil Umma dan Ayah.
Kehadiranmu menjadi pelengkap kebahagiaan Umma.
lega rasanya ketika Umma sudah memiliki Jagoan sholeh dan Bidadari sholeha. Ibu mana yang nggak bahagia ketika keinginannya memiliki anak kedua seorang perempuan, Allah kabulkan.
Karena hanya Allah yang berhak mengizinkan atau tidaknya seorang wanita bisa memiliki anak atau tidak.
Let's to start the story of you, Qiana ...
Sabtu, 31 Oktober 2020 di sebuah klinik kandungan di Bogor, yang berencana hanya ingin melakukan USG 4D.
Pemeriksaan yang sangat lama sekitar 30 sampai 45 menit, yang biasanya hanya 5 sampai 10 menit. Dokter Vera Nirmala, Spog begitu detail melihat perkembanganmu di layar USG. Kebingungan mulai datang ketika Usia kandungan dengan BB Janin yang tidak sesuai. Menurut dokter kandungan sebelumnya yang Umma temui 2 minggu lalu, bahwa berdasarkan ukuran lingkar kepala, lingkar perut, BB janin maka bisa disimpulkan kalau usia kandungan baru masuk 8 bulan. HPL pada akhir November atau awal Desember, lalu dokter menyarankan untuk periksa lagi sebulan kemudian.Dan, Umma nggak ada pikiran negatif soal ini. Percaya aja sama dokter kandungan senior yang di mana - mana ada jadwal Praktiknya. Di FMC, di RS Mulia, di RSUD.
Tapi, tetep ada opsi lain untuk ke beberapa kali periksa ke bidan. Dan Umma malah dimarahin sama bidannya terkait BB janin yang kecil, "gimana sih bu kan anak kedua seharusnya udah pengalaman". Padahal ya perasaan udah maksimal juga ngejaganya, udah minum suplemen dan susu tinggi protein untuk menaikkan BBmu. Namun, ternyata dalam waktu dua minggu kemudian anak cantik Umma lahir dengan BB 1990 gram. Dan beberapa bulan kemudian barulah terjawab teka teki kenapa BBmu rendah, ternyata ada pembengkakan tiroid di leher Umma.
..... bersambung ....

Rabu, 09 Desember 2020

Maskerku

Inilah sahabatku saat ini
Sejak covid 19 menjadi pandemi
Yang membuat manusia terisolasi di bumi
Menjadi tidak bebas berekspresi

Inilah sahabatku saat ini
Yang melindungi diri
Dari bahaya virus berukuran mini
Namun bisa membuat kita mati

Inilah sahabatku saat ini
Yang membuat kami beradaptasi
Dengan berteman sepi
Tanpa ramai di sana sini

Inilah sahabatku saat ini
Yang selalu ada setiap hari
Sejak pagi hingga malam menghampiri
Inilah maskerku yang begitu berarti

Senin, 31 Agustus 2020

Ketidakadilan Gender di Era Demokrasi

Di zaman yang sudah modern ini kita dituntut dengan segudang kebutuhan hidup yang semakin kompleks. Namun sejalan dengan hal tersebut semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi di tengah – tengah kita, seharusnya membuat masyakarat lebih terbuka secara wawasan dan keilmuan. Terlebih akses untuk mendapatkan informasi mengenai hukum dan sosial semakin mudah. Lalu mengapa masih terjadi kasus kekerasan pada perempuan dan anak?
Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang terisolasi secara keilmuan dan wawasan mengenai keadilan gender. Pola pikir yang masih sempit di tengah semakin luasnya akses informasi membuat masyarakat enggan untuk berbagi masalah hidup. Mereka beranggapan bahwa masalah keluarga yang kerap dialami oleh sebagian masyakarat dianggap aib yang tidak pantas diketahui oleh siapapun.
Masih maraknya tindak kekerasan psikis atau fisik yang dialami perempuan dan anak menjadi evaluasi bagi kita semua khususnya kaum intelek dan masyarakat pada umumnya untuk lebih peka terhadap kerabat yang tinggal dekat dengan lingkungan kita. Lalu bagaimana peran kita seharusnya dalam menyikapi hal tersebut?
Manusia dengan segala problematikanya yang kompleks saat ini membutuhkan ruang untuk “berbagi” apa yang dialami agar tidak menumpuk dan akhirnya membuat kondisi semakin parah. Sebagai contoh ketika ada anak korban “broken home” mengalami depresi dan akhirnya melampiaskan ke hal – hal yang menyimpang lalu terjadilah kekerasan kepada dirinya sendiri atau orang lain. Tentu akar permasalahannya di sini di awali dari kedua orangtuanya. Terlebih ketika perceraian tersebut dilatarbelakangi oleh ketidakadilan gender.
Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan pada anak dan perempuan, seperti faktor ekonomi, sosial dan budaya. Namun, jika kita ambil benang merahnya maka dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengendalian emosi dan pikiran dari seseorang terhadap permasalahan yang dihadapi sehingga melampiaskan dengan cara yang salah.
Pentingnya pengendalian diri pada setiap manusia adalah modal kita dalam menyikapi permasalahan hidup. Keterlibatan lembaga – lembaga pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang kompleks ini sungguh bukanlah pekerjaan yang mudah. Semua lembaga harus dapat bekerjasama dalam mensosialisasikan tentang pengendalian diri dan keterkaitannya dengan keadilan gender, baik itu dari lembaga keagamaan, lembaga sosial, hukum dan sebagainya.
Program – program yang disusun dari setiap lembaga harus dapat menyentuh langsung masyarakat lapisan bawah yang sering terisolir dalam mengakses keilmuan. Bahkan program tersebut harus ada pada setiap lembaga khususnya lembaga keagamaan, lembaga sosial dan lembaga hukum.
Penghapusan konsep bahwa perempuan adalah kaum yang lemah atau "second class society" harus segera dibuang dari pikiran masyarakat. Kaum perempuan adalah kaum yang mandiri yang memiliki potensi sama dengan laki – laki bahkan bisa lebih unggul. Namun, beda soal ketika kita mengkorelasikan dengan agama yaitu, laki – laki adalah pemimpin. Hal ini perlu kajian khusus yang mendalam agar tidak terjadi distorsi dalam pemahaman tersebut.

Sabtu, 29 Agustus 2020

Lembaga Pendidikan Anak Hebat Unit Cijujung

Lembaga Pendidikan Anak Hebat atau yang biasa disebut Ahe merupakan layanan pendidikan yang hadir dengan biaya terjangkau. Di tengah himpitan ekonomi terlebih karena pandemi Covid 19 yang masih menghantui masyarakat Indonesia.
Kami sadar akan kebutuhan dasar anak-anak. Kami sadar bahwa pemenuhan hak-hak anak saat ini masih belum terlaksana dengan baik.
Keberagaman masyarakat berdasarkan tingkat ekonomi masih menjadi hambatan dalam pemenuhan hak-hak anak. Sebagai contoh, anak yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah sering sekali terabaikan dalam layanan pendidikan. Padahal seluruh anak adalah sama, mereka mempunyai hak yang harus terpenuhi terlebih itu menyangkut masa depan mereka. Sehingga kelak mereka akan dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Pendidikan menjadi hal mendasar yang harus dimiliki oleh siapapun terlebih anak-anak. Tentu tidak cukup jika hanya dengan pemberian materi-materi dari pendidik kepada peserta didik, terlebih jika peserta didiknya adalah anak-anak. Secara psikologi mereka butuh suasana yang menyenangkan agar dapat menikmati setiap proses pembelajaran.
Kami berkomitmen untuk terciptanya suasana menyenangkan dalam belajar membaca. Yakni dengan 6 langkah yang Ahe, yaitu :
1. Senam Otak
2. Remidi
3. Membaca modul
4. Pengayaan
5. Menulis
6. Permainan (gawangan, jual beli, sekilas pandang)
Kami siap membantu para orangtua dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak, yaitu memberikan layanan pendidikan yang mumpuni kepada mereka. Kami siap melayani dengan sistem individual baik secara luring atau daring dan sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan program bimbingan belajar prasekolah,SD dan SMP.
Segera daftar dan tentukan jadwal di 089664431046.

Senin, 03 Desember 2018

Selamat 1 Tahun Farhan


"Alhamdulillah, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?" Begitulah sekiranya kalimat yang pantas Ibu ucapkan ketika mengingat pemberian Allah SWT yang begitu sempurna, yang menganugrahiku dengan seorang anak. Ibu adalah salah satu wanita yang beruntung di dunia ini, sayang. Ibu merasa Allah sangat baik, sangat sayang sama Ibu. Betapa banyak wanita yang bahkan sudah bertahun-tahun belum juga diberikan keturunan.
Time flies so fast, dear. Hampir satu tahun usiamu di dunia ini. Dear, you are my everything, my spirit, my inspiration and my life goals. Anyway, setiap kali Ibu mengingat saat-saat sebelum mengeluarkanmu ke dunia ini, lalu sesaat setelah kamu lahir ke dunia, air mata Ibu selalu menetes. AIr mata ini mungkin bukti bahwa menjadi seorang "Ibu" adalah hal yang luar biasa penuh perjuangan dan pengorbanan yang nantinya akan berbuah kebahagiaan. Terkadang air mata bukan hanya simbol kesedihan,dear. Tapi juga simbol betapa bahagianya seseorang.
Untuk ayah, terimakasih sudah menjadi suami dan bapak siaga. Terimakasih telah merawatku pasca operasi sesar. Kesabaran, ketulusan Dan cinta yang ayah berikan begitu sangat berarti saat itu.

Malam itu, 9 Januari 2018. Sehabis shalat maghrib muncul tanda-tanda persalinan. Ibu diantar oleh kakek, Enin dan Onty menemui Dr. Putra Ismayaabral, S. Pog untuk tindakan lebih lanjut. Betapa terkejut ketika dokter mengatakan untuk segera dilakukan operasi. Ibu langsung menghubungi ayah yang pada malam itu baru pulang kerja. Lalu ayah dan kakek nenek dari bogor langsung meluncur ke RS. Masmitra. Saat itu ibu sudah dibius dan tidak merasakan apapun. Tapi ibu mendengar suara tangisan bayi, suaramu. Suara yang telah lama ibu dan ayah rindukan.
Selesai operasi, ibu dipindahkan ke ruang pemulihan dan perawatan. Dingin menusuk tulang ibu rasakan setelah tindakan sesar. Ditambah rasa mual yang tak bisa ibu tahan. Setelah efek bius hilang, ibu merasakan sakit nyeri yang teramat sangat. Setiap detik ibu beristighfar. Ibu saat itu hanya fokus ke diri ibu sendiri. Sorry, dear. Ibu melupakanmu ketika itu karena ibu masih merasakan hal yang belum pernah ibu rasakan sebelumnya.
Tiga hari yang penuh ujian, tiga hari Ibu tanpa bisa tidur sedetikpun. Ibu lihat ruang sebelah sudah dengan bayi mungil nya. Ibu tanya ke ayah bagaimana keadaan anak ibu, ayah bilang alhamdulillah dede sehat, kulit nya putih bersih, rambutnya hitam tebal, dan wajahnya rupawan. Masya Allah, ibu saat itu hanya bisa lihat kamu dari HP ayah. Perlahan ibu belajar duduk, berdiri dan berjalan. Sampai ibu menyadari betapa nikmat yang Allah berikan. Nikmat menjadi ibu.7
Hari ini, setahun sudah malaikat kecil Ibu tumbuh di dunia. Setahun sudah kita lewati semua tawa dan canda. Malaikat kecil yang tumbuh menjadi anak yang menyenangkan, pintar dan sangat aktif. Perkembanganmu sangat cepat, dear. Di usia ini kamu sudah bisa jalan, gigimu sudah 7 dan kamu sangat disukai siapapun.
Dear, my son, Muhammad Farhan Abqori. Barakallah. Happy 1st Birthday. Tumbuhlah menjadi anak yang baik. Tumbuhlah menjadi anak yang ceria. Selamat ulang tahun, semoga Allah memberkahimu. Aamiin Ya Rabbal 'aalamiin.

Senin, 20 November 2017

Jadi Bisa Mendunia dengan Paket Internet Traveloka


Perkembangan teknologi yang semakin maju pesat membuat kebutuhan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat modern. Selain untuk tuntutan komunikasi dan informasi dengan munculnya berbagai macam media sosial, seperti facebook, whatsApp, twitter, bbm, line, instagram, dan sebagainya internet dan kemudahannya saat ini menjadi penting karena semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan internet untuk bermacam aktivitas, seperti transaksi jual beli, transportasi online, mengakses berita, hiburan, dan masih banyak lagi. Menurut data statistik penggunaan internet di Indonesia saat ini mencapai enam besar di Dunia, di bawahnya adalah negara Tiongkok, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang.
Internet memudahkan masyarakat dalam menjalankan peran sebagai masyarakat modern. Aku pun begitu, mau tak mau paket internet di smartphone harus selalu aktif. Mulai dari berangkat ke kantor, memesan makan malam karena nggak sempat masak, membaca berita yang lagi hits, transfer uang ke rekening orangtua, pesan tiket honeymoon, sampai bersosialisasi dengan teman-teman dengan media sosial.
Pekerjaanku sebagai social worker pada program keluarga harapan kementerian sosial RI sangat menuntut kebutuhan internet. Penggunaan aplikasi input data online di smartphone baru saja dilaunching untuk memudahkan dalam menjalankan tugas-tugas pendataan Keluarga Penerima Manfaat, seperti validasi data, pemutakhiran data, dan sebagainya.
Selain itu sebagai mahasiswa pascasarjana aku juga dituntut untuk selalu memiliki wawasan luas dengan adanya paket internet ini sangat memudahkanku mengakses jurnal ilmiah, e-book, event workshop, seminar dan informasi seputar dunia pendidikan. Nggak bisa dibayangkan jika sehari saja internet terputus dari kehidupanku. Dunia terasa berhenti berputar.
Setelah dilamar pada November tahun lalu dan dipersunting pada Maret 2017 oleh pemuda bernama Muhammad Agisna Andree, kebutuhanku semakin bertambah. Apalagi kini aku sedang mengandung anak pertama. Banyak keperluan rumah tangga yang harus terpenuhi, sementara kita berdua sama-sama berkarir sehingga untuk memenuhi kebutuhan itu semua kita lebih sering menggunakan internet.
Di mana dan kapan saja jadi bisa mendunia dengan paket internet traveloka. Tinggal klik aplikasi traveloka, pilih menu pulsa dan paket internet, ketik nomer handphone prabayar atau BOLT lalu klik cari produk, pilih internet dan jenis paketnya, isi data, lanjut ke pembayaran dan pilih metode pembayaran. Metode pembayarannya pun beragam, bisa dengan transfer, lewat atm, kartu kredit, indomart, alfamart, dan sebagainya. Selesai. Nggak sampai dua menit paket internet terisi. Transaksi dijamin aman karena setiap selesai transaksi akan ada pemberitahuan dari pihak traveloka ke email kita.
Jadi bisa mendunia dengan paket internet traveloka. Traveloka banyak lebihnya. Ditambah ada poin untuk setiap trasaksi yang nantinya poin tersebut bisa ditukar dengan produk traveloka. T.O.P. B.G.T buat traveloka.
Selain untuk kebutuhan sendiri, pulsa dan paket internet traveloka ini menjadi mediaku untuk berbisnis sekaligus menolong teman ataupun saudara. Misalnya, ada temen yang butuh pulsa atau paket internet. Aku nggak segan untuk menawarkannya. Karena harga yang ditawarkan oleh traveloka tergolong lebih murah sehingga lumayan dapet untung dan poin juga.
Jangan sampai ketinggalan informasi yang lagi hits cuma karena paket internetmu habis. Jangan sampai kalah exist dengan teman-temanmu cuma karena nggak punya paket internet. Nggak mau kan dibilang kudet? Hari gini nggak punya paket internet?
Semenjak ada aplikasi traveloka dismartphoneku, kegiatan sehari-hari menjadi semakin mudah. Kebutuhan hidup semakin cepat terpenuhi. Hemat waktu, biaya, dan tenaga. Aku sangat merekomendasikan untuk siapa saja menggunakan traveloka. Karena saat ini semua bisa didapat dalam satu genggaman. Dunia sudah beralih ke internet. Dunia dalam genggamanku, traveloka kebutuhanku.
referensi : https://kominfo.go.id/content/detail/4286/pengguna-internet-indonesia-nomor-enam-dunia/0/sorotan_media

Rabu, 11 Mei 2016

Untukmu


Aku berdiam dalam tanya
Bertanya dalam diam
Tentang sebuah rasa yang tak pernah padam
Namun, semakin menghujam

Aku berdiam dalam tanya
Bertanya dalam diam
Tentang sebuah kerinduan
Yang Kau bilang sebagai ujian

Kala aku berkata dalam tatapan yang luar biasa hampa
Kamu bertanya, hatiku dimana?
Ketika Kamu terjaga
Ketika Kamu tertawa

Jika sudah Kau memberi kebahagiaan
Jangan Kau pergi untuk kemudian meninggalkan kesedihan
Jika sudah Kau memberi harapan
Jangan Kau pergi untuk kemudian meninggalkan kenangan

Bersambung......

Kamis, 28 April 2016

Islam dan Fundamentalisme


Semua kaum Muslim mengakui bahwa ajaran Islam bersumber dari Al-Qur’an dan al-Hadis, dua sumber yang bersifat transeden dan mengatasi ruang dan waktu.
Namun suatu telaah terhadap Islam tentu tidak dapat hanya dengan memahami kedua seumber yang transeden itu, sebab suatu ajaran senantiasa mengalami proses aktualisasi ke dalam realitas sosial para penganutnya. Aktualisasi doktrin ke dalam realitas sosial penganutnya itulah yang disebut dengan corak keberagamaan (religiositas) kuam muslimin.
Corak keberagamaan senantiasa dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, faktor internal yang meliputi kecenderungan corak pemahaman dan penafsiran terhadap doktrin agama yang bersangkutan. Kedua, faktor eksternal, yang meliputi pengaruh orang-orang penting di sekitarnya, termasuk guru-gurunya, keterlibatannya dalam sejarah etnik, budaya, dan faktor-faktor ekonomi serta politik.
Sepanjang sejarah Islam telah muncul corak keberagamaan yang tidak terbilang banyaknya, bahkan nyaris sejumlah kelompok yang menganut agama itu. Mulai dari kelompok yang menekankan aspek legal formal yang dikembangkan para fuqaha’, kelompok yang menekankan aspek spriritualitas, para sufi, sampai pada kecenderungan tradisionalisme dan modernisme , yang muncul beberapa abad terakhir. Dan, yang menarik dari kemunculan corak beragama tersebut adalah bahwa sering kali kemunculan yang satu sering diklaim merupakan alternatif, jika bukannya merupakan counter terhadap yang lain.
Ciri utama fundamentalisme adalah interpretasi mereka yang rigid (kaku) dan literalis (harfiah) terhadap doktrin agama. Ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, di antaranya: (1) penafsiran seperti itu penting menurut mereka demi menjaga kemurnian doktrin dan pelaksanaanya, (2) diyakini bahwa penerapan doktrin secara utuh (kaffah) merupakan satu-satunya cara dalam menyelamatkan agama dari kehancuran.
Penafsiran rigid dan literalis tersebut terlihat paling tidak dalam tiga hal. Pertama, memandang cakupan doktrin agama. Kedua, kedudukan sistem pemerintahan yang diselenggarakan Nabi Muhammad SAW. di Madinah. Ketiga, dalam memandang kemajemukan masyarakat.

Memandang Cakupan Doktrin Keagamaan

Kaum fundamentalis dan modernis sama-sama berkeyakinan bahwa doktrin agama sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan al-Hadis adalah doktrin yang universal, mencakup segala aspek kehidupan manusia. Namun, keduanya berbeda dalam menginterpretasikan universalitas Islam dan arti mencakup segala spek kehidupan manusia.
Bagi kaum modernis universalitas itu adalah prinsip-prinsip umum yang disimpulkan melalui perenungan intelektual (ijtihad) mengenai doktrin serta kajian ilmiah terhadap kehidupan sosial masyarakat di dunia ini. Adapun perinciannya dapat diserahkan kepada pertimbangan rasional sesuai dengan situasi dan kondisi.
Metode berpikir seperti ini memang sangat sukar diterima oleh kaum fundamentalis, sebab dapat berimplikasi pada pengadopsian sistem yang diproduksi Barat, untuk kajian-kajian dan bahkan konstitusi-konstitusi keislaman. Oleh karena sebab itu, kaum fundamentalis memandang bahwa kaum modernis sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap terjadinya sekulariasasi di dunia Islam karena pengaruh Barat, seperti pernah ditulis Fazlur Rahman: “Fundamentalisme post modernis ekarang, dalam skala penting adalah baru, karena antuasiasme dasarnya adalah anti-Barat. Isu kesukaan neofundamentalis adalah larangan atas bunga bank, keluarga berencana, kedudukan wanita, pengunpulan zakat, dan seterusnya hal-hal yang membedakan Islam dengan Barat. Sementara kaum modernis terkait dengan Barat.”
Dalam memandang cakupan doktrin itu kaum fundamentalisme menafsirkan bahwa seluruh doktrin adalah universal dan berlaku tanpa dibatasi ruang dan waktu. Proses intelektualisasi menjadi tidak penting. Fundamentalis lebih menekankan ketaatan dan kesediaan menundukkan diri kepada kehendak Tuhan, dan bukan perbincangan intelektual. Oleh karenanya, sering kali kaum fundamentalis berhujjah bahwa yang lebih penting lagi bagi mereka adalah “iman” dan bukan “diskusi”. Iman justru membuat orang mengerti dan bukan mengerti yang membuat orang menjadi beriman.
Rasionalitas menurut kaum fundamentalis pada umumnya cenderung hanya menjadi alat untuk melegitimasi keinginan nafsu dalam mempermudah agama. Menurut mereka yang paling penting adalah memelihara sikap “militan” dalam menegakkan agama, dan bukan memelihara semangat intelektualisme yang cenderung membuat orang tidak berbuat apa-apa.

Kedudukan Sistem Pemerintahan yang Diselenggarakan Nabi Muhammad SAW

Keinginan untuk melakukan idealisasi terhadap zaman awal Islam, pada masa Rasul dan para Khalifah nan saleh, namun menempuh cara yang berbeda-beda. Kaum modernis menekankan bahwa yang harus ditiru dari zaman awal itu adalah prinsip-prinsipnya yang universal, struktur pemerintahan pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafa al-Rasyidun tidak perlu dijelmakan kembali dalam bentuk aslinya tetapi hanya prinsip-prinsipnya, seperti tanggung jawab, musyawarah, keadilan, dan sebagainya. Sementara aplikasinya dapat disesuaikan menurut kondisi zaman.
Berbeda dengan itu kaum fundamentalis secara rigid ingin menegakkan pemerintahan zaman Nabi Muhammad SAW dan Khulafa a-Rasyidun itu sebab dipandang sebagai sesuatu yang berlaku untuk semua zaman dan kondisi.
Begitulah, kaum modernis tidak memandang penting menegakkan simbol-simbol yang bercorak distingtif akan tetapi senantiasa memikirkan bagaimana caranya agar prinsip-prinsip Islam dapat menjiwai kehidupan masyarakat dan negara. Kaum fundamentalis sebaliknya, ingin menegakkan simbol-simbol itu, sebab mereka menganggap Islam adalah sebuah sistem yang lengkap dan mencakup berbagai sistem di dalamnya, ekonomi, politik, pendidikan, dan sebagainya.

Sikap Memandang Kemajemukan Masyarakat

Kaum fundamentalis cenderung bersifat negatif terhadap kemajemukan masyarakat. Mereka membedakan secara tegas dua jenis masyarakat; masyarakat Islam dengan masyarakat jahiliyah. Perbedaan antara keduanya jelas, yang satu haq dan yang lain bathil. Sementara Al-Qur’an melarang untuk mencampuradukkan antara keduanya. Dengan demikian, mereka sangat menutup diri terhadap sumbangan peradaban lain, sungguh pun tidak selamanya dilaksanakan secara konsisten. Kebaikan tidak perlu diambil dari masyarakat jahiliah yang bercorak “kafir” dan thaghut itu. Kaum fundamentalis sangat terbiasa dengan ata-kata menjalankan Islam secara kaffah dan untuk itu keadaan masyarakat selalu harus dikembalikan seperti zaman Nabi dan para sahabat.
Analisis di atas memperlihatkan bahwa fundamentalisme muncul sering kali disebabkan sikap oposisi dan kecemburuan sosial, dan tidak membangun suatu kerangka intelektual yang canggih seperti yang dilakukan oleh kaum modernis atau neo-modernis. Oleh karenanya fundamentalisme akan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat yang sulit berkembang akibat adanya penguasa yang tidak begitu peduli pada keadaan sosial, dan di tengah masyarakat yang tidak berkembang cara berpikir ilmiah dan cara hidup rasional.

Referensi :
1. Bruce Lawrenc. 1990. Defenders of God: The Fundamentalist Revolt Againts the Modern Age. New York: I.B. Tauris.
2. Fazlur Rahman. 1984. Islam and Modernity: Transformational of an Intellectual Tradition. Chicago: The University of Chicago Press.
3. Yusril Ihza Mahendra. Fundamentalime sebagai Corak Keagamaan.(KKA 74/Tahun VII/1993).
4. Abdul A’la al-Maududi. 1981. Mu’asiyat al-Islam. Lahore: Pan Islamic Publisher.
5. Sayyid Qutb. 1976. Ma’allim fi al-Tarikh. Kuwait: Lifso.

Rabu, 27 April 2016

Pengembangan Pemikiran Islam: Sebab-Sebab Terjadinya Distorsi Sumber Ajaran


Terjadinya distorsi sumber ajaran agama juga disebabkan karena keterbatasan pengetahuan penganut. Proses intelektualisasi menjadi tidak penting bagi kaum fundamentalisme. Fundamentalis lebih menekankan ketaatan dan kesediaan menundukkan diri kepada kehendak Tuhan, dan bukan perbincangan intelektual. Oleh karenanya, sering kali kaum fundamentalis berhujjah bahwa yang lebih penting lagi bagi mereka adalah “iman” dan bukan “diskusi”. Iman justru membuat orang mengerti dan bukan mengerti yang membuat orang menjadi beriman.
Salah satu tradisi agung umat Islam adalah adanya “pertukaran ide” secara bebas yang menunjukkan semangat keilmuan (scholary) yang tinggi, yang membuat umat Islam pernah mewarnai pemikiran Timur dan Barat. Memang, dalam tradisi umat Islam salah satu trik yang dapat digunakan dalam mencari kebenaran adalah dengan dialog.
Sementara Al-Qur’an memiliki gagasan-gagasan universal yang dapat diterima setiap manusia yang cerdas di segala zaman dan tempat, yaitu :
Pertama, ketundukan kepada yang Maha kuasa yang teraplikasi dalam keimanan dan ketakwaan. Kedua, perasaan persamaan, kehormatan, dan persaudaraan umat manusia. Jadi integritas manusia dalam satu perasaan kesatuan tanpa memandang perbedaan ras, warna kulit, pangkat, jabatan, dan status sosial lainnya. Ketiga, adanya toleransi dalam kehidupan yang beraneka. Keempat, pembebasan wanita dan persamaan spiritualnya dengan laki-laki. Kelima, pembebasan dari segala jenis perbudakan, dan eksploitasi. Keenam, kewajiban menegakkan keadilan. Ketujuh, devaluasi kecongkakan dan kesombongan yang didasarkan pada superioritas ras, warna kulit, kekayaan, dan kekuasaan. Kedelapan, semuanya itu dapat terlaksana dengan dua syarat utama, yaitu nilai pendidikan universal yang didasarkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan ketundukkan pada yang Maha Kuasa?
Begitula, ajaran-ajaran universal yang dikedepankan Al-Qur’an itu tampaknya baru dapat terdaratkan dalam tataran kehidupan apabila didasarkan pada tiga syarat pokok:
1. Penguasaan ilmu pengetahuan secara maksimal dengan fungsionalisasi akal dan keharusan modernisasi serta rasionalisasi ajaran agama.
2. Penegakkan keadilan untuk persamaan kemanusiaan.
3. Ketundukkan dan pendekatan diri kepada Tuhan yang Mahakuasa untuk penegakkan moralitas dan kesalehan, baik individual maupun sosial.
Dan ketiga syarat utama itu telah ditekankan Allah dalam ayat pertama, surat al-A’laq : “Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmulah yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-bnar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesunguhnya hanya kepada tuhanmulah kembali (mu).” (QS.96/al-‘Alaq:1-8).
Ayat ini – bila dipahami secara mendalam – menggambarkan keadaan manusia yang senantiasa mengharapkan pengetahuan; jiwanya merindukan hubungan dengan Tuhan, prasangka, kebencian, dan kesalahpahaman membuat kegagalan usaha-usahanya serta menjauhkannya dari jalan lurus. Dalam mempercepat proses denyut jantungnya, yang tidak pernah membiarkan tinggal dalam kesenangan karena ingkar kepada Sang Pencipta.
Kata iqra’ merupakan kata kunci yang digunakan Al-Qur’an dalam usaha penguasaan ilmu pengetahuan. Kata ini (yang diambil dari kata qara’a) terulang tiga kali dalam Al-Qur’an (surah 17/al-Isra: 14; 96/al-‘Alaq; 1 dan 3). Adapun kata jadiannya dalam berbagai bentuk terulang 17 kali, selian kata qur’an yang terulang sebanyak 70 kali.
Iqra’ (qara’a) berarti menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-cirinya, dan sebagianya, yang semuanya dapat dikembalikan kepada arti pokok kata tersebut yaitu “menghimpun”.
Penggunaan kata qara’a dalam Al-Qur’an dapat menunjukkan bahwa yang diaca itu adalah kitab-kitab suci (QS. 17/al-Isra:45), tetapi bisa pula menyangkut himpunan karya-karya manusia (QS. 17/al-Isra: 14). Pada sisi lain bacaan itu objeknya tidak mesti ada teks tertulis. Boleh jadi yang tersurat dan yang terjadi.
Begitulah, Al-Qur’an menyampaikan gagasannya agar manusia menghimpun informasi melalui pengamatan (dalam konteks keseharian, umpamanya bisa melalui buku, informasi dari dunia maya, radio, televisi, majalah, dan surat kabar), penyelidikan terhadap alam dengan berbagai fenomenanya agar ia dibaca sebagai salah satu sumber ilmu. Semuanya itu dimaksudkan agar orang yang beriman dapat merealisasikan pesan universal Al-Qur’an itu, sebab di dalam kehidupan senantiasa terbukti bahwa ilmu pengetahuan merupakan kekuasaan (knowledge is power).
Dalam pandangan Islam ada dua jalan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Pertama, jalan wahyu dalam arti komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Kedua, melalui akal yang dianugerahkan Allah kepada manusia dengan memakai kesan-kesan yang diperoleh pancaindera (penelitian dan pengamatan terhadap alam) untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan.
Al-‘Aql (akal) adalah daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia yang dengannya segala sesuatu dapat diserap. Ia merupakan anugerah Allah yang tidak dimiliki makhluk lain selain manusia. Di bawah pancarannya, manusia dapat membedakan yang benar dan yang batil, bersih, dan kotor, bermanfaat dan mudarat, serta baik dan buruk.
Bahkan menurut ‘Abbas Mahmud al-‘Aqqad, akal adalah penahan hawa nafsu untuk mengetahui amanat dan beban kewajibannya. Ia adalah pemahaman dan pemikiran yang selalu berubah sesuai dengan masalah yang dihadapi. Ia merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan, dan ia adalah kesadaran batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata.
Dari berbagai pengertian itu dijumpai benag hijau yang menghubungkannya, yaitu al-‘aql berarti mengikat dan menahan. Orang yang menggunakan akalnya pada dasarnya adalah orang yang mampu mengikat hawa nafsunya sehingga hawa nafsu tersebut tidak dapat menguasai dirinya. Ia mampu mengendalikan diri dan dapat memahami kebenaran, sebab seorang yang dikuasai hawa nafsunya akan terhalang memahami kebenaran.
Mengenai fenomena sebab terjadinya distorsi sumber ajaran, selama beberapa dekade terakhir abad ke-20, masyarakat Muslim sebagaimana juga masyarakat lain mengalami transformasi yang amat penting di mana peran dan kedudukan kaum intelektual telah berubah secra radikal dan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses transformasi itu.
Akbar S. Ahmed, pemikir kontemporer Muslim yang melakukan analisa yang cukup mendalam mengenai bagaimana kaum muslimin menyikapi modernitas membagi mazhab pemikir Muslim itu kepada tiga yang disebutnya sebagai ‘segi tiga kesarjanaan Muslim’. Kategori yang dibuatnya cenderung menyangkut pemikiran Islam kontemporer. Pertama, golongan tradisionalisyang menyakini bahwa pesan-pesan Islam yang lebih besar jauh lebih penting daripada pertengkaran personal atau sektarin yang lebih sempit. Sebagian besar sarjana ini berupaya hidup menurut prinsip-prinsip Islam. Bahkan menurutnya sebagaian mereka lebih menyukai kehidupan sarjana aktivis daripada merasa jadi akademisi. Sebagian dari mereka sangat terkenal dalam masyarakat.
Ahmed memasukan Islamil Ragi Al-Faruqi, Ali Syariati, Al-Asyraf, dan Fazlur Rahman pada mazhab tradisionalis, meskipun banyak yang menganggapnya sebagai modernis, karena tokoh ini menurutnya tidak dapat mengesampingkan atau meninggalkan Islam. Hal itu dapat dilihat dari karya-karyanya pada bagian terakhir kehidupannya yang tumbuh lebih konservatif.
Kedua, golongan radikal. Kaum radikalis menurutnya telah kehilangan kesabaran terhadap dan menolak para tradisionalis. Menurut Ahmed, ada garis halus yang membedakan antara tradisionalis dan radikalis, terutama bila dilihat dari karakter personal, usia, dan juga hidup mereka. Beberapa aktivis radikal bukanlah sarjana dan ingin mengimplementasikan tatanan Islam melalui perjuangan bersenjata atau konfrontasi. Biasanya mereka terdorong oleh kebencian dan rasa jijik pada apa yang mereka sebut ‘Barat’. Ahmed menginventarisasi sejumlah nama dalam mazhab ini, yaitu Shabbir Akhtar, Parez Manzoor, Ziauddin Sardar, dan M.W. Daries, serta memasukkan Kalim Shiddiqi sebagai radikalis yang paling terhormat.
Yang menarik menurut Ahmed adalah bahwa golongan radikalis memandang rendah para modernis, dan oleh para modernis mereka dicap sebagai fundamentalis. Sebagian besar sarjana Barat (berpendidikan Barat) termasuk sarjana dari generasi muda yang simpatik ditolak oleh mazhab radikal karena tercemari oleh orientalisme.
Ketiga, golongan modernis. Kelompok yang begitu beragam tingkat intelektualnya. Ciri umum dan temanya jelas. Mazhab ini berkeyakinan bahwa agama sebagai kekuatan, obat ajaib atau bimbingan tidak lagi dapat dipertahankan. Kita harus mendefinisikan lagi keberagamaan dan keberislaman kita serta harus menerima peradaban global yang didominasi Barat. Ahmed menyebut bahwa modernis secara sadar telah bergaul dengan para sosialis dan sekuler seperti terlihat pada karya-karya Hamzah Alavi, Eqbal Ahmed, Tariq Ali, Salman Rusydi, Hanif Quraishi, dan lain-lain, yang kebanyakan mereka berasal dari keluarga elit. Mereka menempatkan akal pada posisi yang tinggi, memahami takdir Allah sebagai sesuatu yang kausalitik (sesuai Sunnatulllah, natural law). Menggunakan takwil dalam memahami ayat-ayat mutajassimah dan memahami kasus-kasus ukhrawi sebagai sesuatu yang bersifat rohaniah.

Referensi :
1. Thomas Ballatine Irving et al. 1979. The Qur’an Basic Teaching. London: The Islamic Foundation.
2. Harun Nasution. 1983. Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta: UI Press.
3. Ibrahim Madkur. 1979. Al-Mu’jam al-Falsaf’i. Cairo: Al-Hai’at al-‘Ammah li al-Syu’un al-Muthabi’ al-Amiriyah.
4. Abbas Mahmud al-‘Aqqad. 1973. Al-Insan fi al-Qur’an al-Karim. Cairo: Dar al-Islam.
5. Akbar.S.Ahmed. 1992. Postmodernism and Islam: Predacement and Promise. London: Rouletdge.