Jumat, 20 Februari 2015

Si Kitten Sayang, Si Kitten Malang


Jumat (050215) pukul 9 pagi aku bawa si kitten ke Kinik Rimba (pet shop & klinik hewan) Jatikramat, Bekasi karena keadaanya semakin parah.

Sejak hari minggu sebenarnya si kitten sudah mengalami penurunan nafsu makan dan jalannya agak oleng ke kanan. Tapi aku pikir hanya sakit biasa dan tidak parah karena si tina (induknya) masih mau ngelonin dan nyusuin.

Pagi harinya aku cuma liat si tina (induknya) sama si kitten 2 (kembarannya). Beberapa jam kemudian aku lihat si kitten 1 (yang sakit) terkapar penuh lumpur di pinggir kali. Dia menggigil dan sama sekali tidak bisa bergerak. Hanya bisa merintih kesakitan.

Aku bawa dia ke dalam rumah untuk dibilas dengan air bersih dan dikeringkan dengan hair dryer lalu aku taruh di kadus. Kondisinya semakin parah karena dia sudah tak bisa bangun. Hanya “meong-meong” lemah. Aku suapin wischas junior sarden dia masih mau makan. Lalu aku biarin dia tidur.

Keesokan harinya kubawa si kitten ke klinik dengan perasaan panik.

Saat dibawa ke klinik sang dokter hewan belum datang, Drh. Ilman praktek mulai pukul 11 siang. Si penjaga klinik bilang taruh di sini saja kucingnya. Akhirnya aku taruh si kitten dengan perasaan lega. Lega karena tempat ini lebih aman jika terjadi apa-apa dengan si kitten. Aku pulang ke rumah lalu kembali ke klinik ketika dokternya sms sudah berada di sana.

“Gimana dok anak kucingnya?”

“Suhu badannya 35 derajat. Ini berarti di bawah normal (38 derajat). Tadi sudah saya suntik. Sepertinya sakitnya sudah parah dan menjalar ke bagian syaraf. Matanya bisa dioperasi kalau badannya sudah sehat. Tapi, nanti dia cuma punya satu mata seperti kucing itu (menunjuk salah satu kucing berwarna putih).”

Aku menceritakan kronologi kejadian sakitnya si kitten.

“Awalnya si kitten jalan sempoyongan dan ga mau makan, dia cuma mau nyusu sama induknya. Matanya gak kenapa-kenapa. Tapi lama-lama matanya begini dan gak bisa bangun. Padahal kembarannya aja sehat. Lalu saya harus gimana dok? sebenarnya saya dilarang bawa kucing ini ke rumah lagi. Ini diam-diam saya bawa ke klinik karena tidak tega.”

Lalu dokternya bawa si kitten ke tempat pemeriksaan buat diinfus karena dia kekurangan nutrisi banyak. Beberapa menit dokter berusaha menaruh alat infus tapi gagal karena si kitten gak bisa diam. Meronta-ronta. Akhirnya dia dikasih obat cacing berbentuk tablet berwarna putih. Waktu dokternya masukin obatnya si kitten malah melepeh itu obat. Dokternya berusaha masukin lagi obatnya sampai jarinya tergigit dan akhirnya berdarah.

Aku kagum saat dokter mengobati si kitten. Dokternya sangat peduli. Si kitten diajak ngomong dan dielus-elus. Sampai dia rela digigit si kitten.

“Pasien saya hari ini banyak yang sangar. Nih liat saya dicakar dan digigit (terlihat bekas cakar di bagian lengan).” Ungkapnya sambil tertawa datar.

Setelah itu si kitten disuapin makanan sama dokternya. Dia lahap banget malah mau nambah terus.

"Kamu laper ya? Udah berapa hari gak makan?" Ungkap Dokter sambil menggoda si kitten.

Kitten masih dalam perawatan dan aku berharap (kitten) segera sembuh dan bisa bermain-main lagi dengan kembarannya.

Ini Si Kitten beberapa hari sebelum sakit.

Cicak Versus Buaya Jilid 3


Jumat, 23 Januari 2015 Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap oleh Bareskrim Polri di Cimanggis Depok ketika mengantar anaknya ke sekolah. Polri menangkap BW dengan tuduhan pemalsuan keterangan pada kasus Pilkada Kotawringin, Kalimantan pada 2010.

Menurut Mahfud MD ketika dikonfirmasi oleh pihak Metro TV, Pilkada Kotawaringin pada 2010 bebas dari kasus. Dan menurutnya, tudingan Polri kepada BW hanya mengada-ngada. “Kita lihat saja nanti. Karena pada Pilkada Kotawingin itu sama sekali tidak ada kasus. Semuanya sudah clear Lagi pula, kenapa baru dibuka sekarang? Sudah lewat lima tahun yang lalu.”

Menurut Polri, BW merupakan kuasa hukum salah satu calon Pilkada Kotawaringin yang memberikan keterangan palsu pada persidangan sengketa Pilkada yang melibatkan Akil Muchtar.

Pada 15 Januari Polri menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait adanya pemalsuan keterangan yang dilakukan oleh BW. Saat ini, Polri mengatakan memiliki tiga bukti berupa dokumen, surat, dan saksi.

Siang hari sekitar pukul 13.00 ratusan aktivis mendatangi gedung KPK. Mereka menyerukan aksi #saveKPK.

Lalu, sore harinya Presiden Joko Widodo melakukan press conferences terkait penangkapan BW. Dalam konferensi pers tersebut, Presiden didampingi oleh JK (Wapres), Abraham Samad (Ketua KPK), dan Rony Sompi (Humas Polri). Menurut Presiden Jokowi, kedua institusi (KPK dan Polri) harus mengatasi permasalahan hukum secara objektif dan mengindari gesekan.

Menurut kuasa hukum BW, saat ini kliennya sedang menjalani pemeriksaan di Kapolri. Dan kasus ini merupakan kasus KUHP biasa bukan tentang penyuapan.

Masyarakat menuding ada tekanan-tekanan politik yang terjadi antara pihak Polri dan KPK. Sebelumnya, Calon Kapolri Komjend Pol Budi Gunawan dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus pemberian grasi, pencucian uang dan rekening gendut. Hal ini direspon Polri dengan menyerang KPK dalam kasus BW.

Beberapa hari kemudian secara berurutan para petinggi KPK dinyatakan tersangka oleh Polri dalam kasus-kasus lain. Maka masyarakat menilai Polri ingin melumpuhkan KPK.

Diolah dari berbagai sumber

Vonis Sang Putri Mahkota


Dahulu kala di sebuah negeri hidup seorang Putri Mahkota pewaris tunggal kerajaan. Sang putri lalu menikah dengan pangeran tampan dan dikaruniai seorang bayi laki-laki.

Sang putri juga memperoleh kepercayaan penuh dari rakyat untuk menggantikan pemerintahan sebelumnya. Ia berjanji pada rakyat untuk memberantas korupsi dan menyejahterakan kehidupan rakyat miskin.

Ajaib! Negeri tersebut berubah menjadi sangat makmur dan sejahtera. Jumlah rakyat miskin berkurang. Hasil bumi melimpah.

Suatu ketika sang pangeran jatuh sakit. Sang putri terpaksa harus merawatnya dengan kasih sayang penuh. Ia tidak mau sang pangeran dirawat orang lain.

“Perintahkan kepada kementerian untuk mengurus proyek pembangunan Wisma Olahraga! Bilang kalau saya saat ini harus fokus merawat pangeran yang sedang sakit.” Ucapnya ketika sedang memimpin rapat.

Menteri-mentri yang ditugaskan justru berkhianat. Mereka memanipulasi jumlah angka yang harus dikeluarkan pemerintah . Biaya proyek membengkak tanpa sepengetahuan sang putri. Namun, sang putri terlanjur menandatangani surat persetujuan atas proyek tersebut.

Sang putri menangis. Matanya sembab, sambil mengusap peluh di kening.

“Saya dijebak. Mereka orang kepercayaan saya. Tapi mereka pengkhianat!” Ucapnya kepada hakim.

Sang putri lantas pergi meninggalkan ruang persidangan. Ia divonis lima tahun penjara dan denda ratusan juta. Sang pangeran meninggal dunia karena serangan jantung setelah mendengar kabar tersebut.

Kejar Paket C


Bagi adik-adik yang sebentar lagi menghadapi Ujian Nasional (UN), kalian gak usah cemas, khawatir, apalagi sampai nyontek dan membeli kunci jawaban. Kenapa? Karena itu hanya akan membodohi diri sendiri. Buktikan tanggungjawabmu selama tiga tahun menuntut ilmu dari pagi hingga sore hari di sekolah, ditambah les tambahan. Berapa banyak waktu dan tenaga yang kamu korbankan? Berapa banyak uang orangtuamu yang sudah dikeluarkan? Dengan tidak menyontek berarti kamu menghargai pengorbananmu dan pengorbanan orangtuamu selama ini. Dan banyangkan kalau kamu nyontek bagaimana nanti kamu bisa mempertanggjawabkan masa depanmu? Kuliahmu? Pekerjaanmu?

Lalu bagaimana jika kamu sudah belajar tekun dan memilih jujur, tidak menyontek tapi ternyata tidak lulus? Jangan khawatir apalagi sampai ingin bunuh diri. Ketidaklulusanmu sesungguhnya juga bisa karena kesalahan sistem pendidikan yang ada. Dan kabar baiknya kamu yang memilih jujur ini sudah lebih baik dari mereka yang lulus dengan nilai tinggi tapi dari hasil nyontek atau membeli kunci jawaban. Ingat! Masa depan kalian tidak ditentukan dari hasil UN.

Saya akan kasih beberapa contoh pegalaman kakak-kakak kita yang pernah tidak lulus UN dan ada juga yang memilih tidak sekolah SMA.

Apakah mereka bodoh sehingga tidak lulus? Apakah mereka tidak mampu bayar uang sekolah sehingga tidak bisa sekolah? TIDAK. Lalu bagaimana nasib mereka? Putus asakah? Malu? Tidak bisa kuliah? Atau masa depan suram?

TIDAK juga!

Mereka semua akhirnya BISA melanjutkan KULIAH di perguruan tinggi terkemuka dengan prestasi yang membanggakan! Langsung aja yuk, kita simak uraiannya.

1. Andri Riski Putra

Saya dari awal memilih tidak mengikuti sekolah menengah atas (SMA). Alasannya adalah saya merasa tidak perlu sekolah sampai 3 tahun, saya melihat banyak kekacauan sistem pendidikan. Jika kelulusan hanya ditentukan oleh Ujian Nasional (UN), bagaimana kalau ada yang selama tiga tahun sekolah, namun saat ujian nasional dia gagal meraih standar nilai kelulusan dan dinyatakan tidak lulus?

Sementara selama ini banyak beredar bocoran kunci jawaban yang membuat peserta ujian mengambil jalan pintas dengan membeli kunci jawaban tersebut dan mereka lulus dengan nilai tinggi. Bahkan ternyata kabar bocoran kunci jawaban itu diperoleh dari pihak sekolah adalah benar adanya. Hal ini menjadi sangat ironi karena terjadi hampir di seluruh sekolah.

Itulah mengapa saya memilih tidak bersekolah tapi bisa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Bagaimana caranya? Saat itu saya langsung mengikuti Kejar Paket C. Setelah lulus ujian Paket C saya belajar dengan tekun dari pagi sampai malam. Saya mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan akhirnya saya diterima di Univeristas Indonesia, Fakultas Hukum.

Setelah saya lulus sebagai Sarjana Hukum, saya bekerja sebagai Junior Associate Assegaf Hamzah & Partner, Junior Associate Hadiputranto, Penggagas Masjidschoooling, dan saat ini saya adalah Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pemimpin Anak Bangsa. Saya juga menerbitkan buku berjudul, "Orang Jujur Tidak Sekolah".

2. Farikha Mardhatillah

Saya pernah tidak lulus Ujian Nasional tingkat SMA. Lalu saya mengambil Kejar Paket C. Setelah dinyatakan lulus dengan mengantongi IJAZAH PAKET C saya belajar tekun dengan mengikuti bimbingan belajar di sebuah bimbel. Saya memilih program IPS di bimbel tersebut walaupun saya asli anak IPA. Alhamdulillah saya lolos pada Ujian Masuk Bersama (UMB) dan diterima di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulllah Jakarta dengan mengambil Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Saya mengikuti berbagai kegiatan ektra di kampus lalu saya juga mencari beasiswa dan penghasilan sendiri sebagai pengajar bimbel dan les privat.

Alhamdulillah saya mampu menyandang Sarjana Komunikasi Islam dalam waktu yang pas (4 tahun) dengan IPK 3,55.

3. Ikriema Adawiyah

Saya juga tidak lulus UN tingkat SMA. Saya melanjutkan Kejar Paket C. Setelah lulus saya mendaftarkan diri di Kampus Unindra Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Saya menikah saat semester 5. Suami saya cuti kuliah lalu bekerja untuk mencari nafkah. Saya tetap melanjutkan kuliah. Meski setelah itu saya hamil, saya selalu mengikuti kegiatan perkuliahan dan kegiatan positif lainnya. Saya mengajar anak-anak di sekitar rumah, memasak, mengurus suami, dan ikut berbagai lomba menulis. Dari salah satu lomba tersebut, tulisan saya akhirnya lolos seleksi dan dibukukan bersama beberapa penulis lain. Itu adalah kumpulan cerpen pertama saya. Saya merasa terharu saat dinyatakan menang. Karena cerpen tersebut adalah kisah nyata saya bersama suami yang pertama kali dibukukan. Kumpulan cerpen tersebut sudah beredar luas di toko buku.

Lalu bagaimana nasib kuliah saya? Sementara saya juga harus pintar membagi waktu. Saya ingin lulus tepat waktu. Keluarga sangat mendukung saya agar menyelesaikan kuliah. Berkat dukungan keluarga dan suami saya bisa menyelesaikan kuliah dalam waktu 4 tahun. Saya sangat bahagia karena memiliki suami dan anak yang menjadi motivasi saya selama ini.

Nah kan, ternyata Ujian Nasional bukan sesuatu yang harus ditakuti. Sebenarnya masih banyak sosok lain yang memiliki pengalaman dengan Kejar Paket C. Namun, hanya beberapa yang saya tuliskan karena keterbatasan relasi. Saya tidak bisa menghubungi mereka satu per satu. Ini akan menjadi perwakilan saja.

Saya lupa namanya. Saat itu saya mengikuti acara seminar pendidikan nasional di Gelora Bung Karno. Ada seorang mahasiswa UHAMKA yang mendapatkan penghargaan sebagai “Mahasiswa Terbaik” dan mendapat beasiswa. Lalu dia diminta menceritakan pengalamannya. Ternyata dia waktu SMA tidak lulus UN. Dia sempat malu dengan teman-temannya yang lain. Namun, setelah itu dia bangkit dan melanjutkan kuliah di UHAMKA. Dia sungguh-sungguh menjalani kuliah dan kegiatan ektra lainnya.

Mereka ini hanya segeintir orang yang beruntung. Kenapa disebut beruntung? Karena mereka tahu bahwa terkadang orang yang jujur dan sungguh-sungguh hidupnya tidak selalu berjalan lancar. Mereka senantiasa diuji. Tapi karena keyakinan dan keteguhan hati mereka mampu melewati ujian tersebut dan yang terpenting mereka telah mendapatkan kedamaian hati serta kepuasan diri. So, berbahagialah menghadapi UN. Jangan Nyotek. Jujur itu pilihan. Karena sesungguhnya proses lebih penting daripada hasil. Tetap belajar yang rajin. Good luck!^_^