Milyaran orang di bumi tidak ada yang benar - benar suci. Mereka pasti pernah
melakukan kesalahan. Bahkan ada yang berulang kali melakukan kesalahan dan tidak
pernah mau menyadari. Tapi, tenang itu semua bisa diatasi.
Lanjut, padahal kita harus sama - sama memahami bahwa kita ada untuk saling
mengasihi bukan untuk saling mengoreksi. Jika ada salah maka perbaiki dengan
hati bukan dengan emosi.
Manusia cenderung ingin "diingini" pada setiap keputusannya. Padahal mustahil
jika setiap keputusan kita itu harus bisa diterima. Kadang orang lain punya cara
pandang yang berbeda.
Ini yang sering menimbulkan konflik. Hingga pada akhirnya saling menyalahkan.
Bukankah lebih indah jika kita saling memahami?
Setiap kita punya latarbelakang berbeda - beda, hidup dan dibesarkan di
lingkungan yang berbeda, mempunyai hobi menonton film dan membaca buku yang
berbeda pula. Jadi isi kepala kita pasti berbeda.
Tentang sebuah kesalahan adalah tentang bagaimana kita bisa menyikapi setiap
kesalahan itu dengan melihat secara utuh dari berbagai aspek (latarbelakang,
pengalaman) hingga nantinya kita bisa memahami kesalahan itu untuk bisa
diperbaiki dengan hati yang lapang, bukan emosi yang meradang.
Bogor, 30 April 2022.
Jumat, 29 April 2022
Minggu, 24 April 2022
Merefleksi Keinginan
Keikhlasan dan Kebijaksanaan akan mengantarkan kita pada kesadaran diri bahwa yang sesungguhnya manusia ingini hanyalah ketenangan dan kedamaian hidup.
Ketenangan dan kedamaian hidup terkadang dikamuflase oleh keberlimpahan dan kemewahan. Yang justru merusak kedamaian dan ketenangan itu sendiri.
Sudah terlalu jauh manusia salah arah, salah tujuan hidup dengan terus mengejar keinginan – keinginan yang lama - lama telah mengkontaminasi kejernihan hati dan pikirannya.
Ikhlas adalah menerima yang ada dan yang tidak ada. Yang sudah kita miliki dan yang belum kita miliki.
Bijaksana yaitu respon yang tepat dan seimbang terhadap sikap seseorang atau sesuatu yang terjadi dan yang tidak terjadi.
Obsesi terkadang mampu mendobrak benteng kebijaksanaan yang pernah dimiliki.
Impian kita terkadang mampu mengikis keikhlasan sehingga tak mampu bertahan pada realita dunia. Ekspektasi tinggi adalah awal dari sebuah sakit hati.
Bagaikan menggoes sepeda, kadang hidup di bawah dan di atas. Atau seperti bumi yang senantiasa berotasi yang mengakibatkan malam berganti siang, gelap berganti terang.
Seperti cara kerja alam semesta ini yang terus berotasi dan berevolusi tanpa henti seperti itu pula manusia untuk bisa bertahan meski harus berada di titik terendah yang membuat lelah hingga mencapai titik tertinggi yang membuatnya terkadang lupa diri.
Ketenangan dan kedamaian hidup terkadang dikamuflase oleh keberlimpahan dan kemewahan. Yang justru merusak kedamaian dan ketenangan itu sendiri.
Sudah terlalu jauh manusia salah arah, salah tujuan hidup dengan terus mengejar keinginan – keinginan yang lama - lama telah mengkontaminasi kejernihan hati dan pikirannya.
Ikhlas adalah menerima yang ada dan yang tidak ada. Yang sudah kita miliki dan yang belum kita miliki.
Bijaksana yaitu respon yang tepat dan seimbang terhadap sikap seseorang atau sesuatu yang terjadi dan yang tidak terjadi.
Obsesi terkadang mampu mendobrak benteng kebijaksanaan yang pernah dimiliki.
Impian kita terkadang mampu mengikis keikhlasan sehingga tak mampu bertahan pada realita dunia. Ekspektasi tinggi adalah awal dari sebuah sakit hati.
Bagaikan menggoes sepeda, kadang hidup di bawah dan di atas. Atau seperti bumi yang senantiasa berotasi yang mengakibatkan malam berganti siang, gelap berganti terang.
Seperti cara kerja alam semesta ini yang terus berotasi dan berevolusi tanpa henti seperti itu pula manusia untuk bisa bertahan meski harus berada di titik terendah yang membuat lelah hingga mencapai titik tertinggi yang membuatnya terkadang lupa diri.
Rabu, 20 April 2022
Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?
Judul kali ini terinspirasi dari soundtrack film Kartini. Namun, jika kita dalami kalimat dari judul ini mungkin kita akan terus menghayati diri kita sebagai perempuan yang utuh. Hingga mendapatkan pemahaman dari jawaban "memang kenapa bila aku perempuan?"
Ya, perempuan adalah makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan dengan segala kemampuan dan kodrat yang hanya melekat pada dirinya.
Kodrat inilah yang membuat kita berbeda dari laki - laki. Kodrat kita sebagai perempuan yaitu, haid, hamil dan menyusui.
Pertanyaan dari "memang kenapa bila aku perempuan" muncul dari stigma negatif yang melekat pada perempuan yang dimulai sejak zaman kegelapan. Perempuan dijadikan budak, perempuan tidak bisa bebas memilih, perempuan dijadikan second class dan masih banyak lagi.
Di tengah maraknya perbudakan dan diskriminasi yang dialami oleh perempuan, Kartini hadir sebagai cahaya di tengah kegelapan. Hingga kita semua meyakini bahwa habis gelap terbitlah terang.
Sebagai perempuan mungkin dengan kodrat yang membuat kita dipandang lebih lemah, karena haid mengandung dan menyusui dijadikan beban dan tanggung jawab yang berat. Bukan dijadikan sebagai sebuah keistimewaan yang membuat kita lebih kuat.
Segala stigma negatif yang masih melekat pada perempuan, perlahan akan runtuh jika kita saling menginspirasi.
Laki - laki dan perempuan harus saling mendukung. Jangan ada yang merasa lebih kuat, lebih hebat dan lebih utama.
Ya, perempuan adalah makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan dengan segala kemampuan dan kodrat yang hanya melekat pada dirinya.
Kodrat inilah yang membuat kita berbeda dari laki - laki. Kodrat kita sebagai perempuan yaitu, haid, hamil dan menyusui.
Pertanyaan dari "memang kenapa bila aku perempuan" muncul dari stigma negatif yang melekat pada perempuan yang dimulai sejak zaman kegelapan. Perempuan dijadikan budak, perempuan tidak bisa bebas memilih, perempuan dijadikan second class dan masih banyak lagi.
Di tengah maraknya perbudakan dan diskriminasi yang dialami oleh perempuan, Kartini hadir sebagai cahaya di tengah kegelapan. Hingga kita semua meyakini bahwa habis gelap terbitlah terang.
Sebagai perempuan mungkin dengan kodrat yang membuat kita dipandang lebih lemah, karena haid mengandung dan menyusui dijadikan beban dan tanggung jawab yang berat. Bukan dijadikan sebagai sebuah keistimewaan yang membuat kita lebih kuat.
Segala stigma negatif yang masih melekat pada perempuan, perlahan akan runtuh jika kita saling menginspirasi.
Laki - laki dan perempuan harus saling mendukung. Jangan ada yang merasa lebih kuat, lebih hebat dan lebih utama.
Kamis, 07 April 2022
Curahan Hati Angie Setelah 10 Tahun di Bui
Seorang wanita cantik mantan politisi di era tahun 2000an yang bernama Angelina Sondakh atau yang akrab dipanggil Mba Angie tampil di acara talk show Kompas TV yang dipandu oleh Rosiana Silalahi.
Angie adalah panggilan akrabnya. Mereka terlihat sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Di awal perbincangan Mba Rosie mengatakan bahwa dia marah dengan sosok perempuan di depannya. Namun, di akhir talk show pemandu acara tersebut mengungkapkan bahwa dia mau mempercayai semua perkataan Angie dari awal hingga akhir acara. Dia menyimpulkan bahwa, Angie benar - benar sudah menyesali perbuatannya. Dia berharap kehidupan Angie setelah ini menjadi lebih baik dan Angie tidak lagi mengkhianati kepercayaan orang - orang terdekat hingga masyarakat luas yang telah memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Saya kagum dengan sosok Ibu satu anak ini. Terlihat sekali hatinya berusaha kuat dan tegar meskipun dihadapi dengan ujian yang sangat berat semenjak menjadi politisi.
Air mata yang terus menetes selama acara berlangsung adalah bukti bahwa mantan koruptor ini sangat menyesali perbuatannya. Banyak nilai - nilai kebaikan yang bisa kita ambil dari pernyataan dan pengalaman hidupnya. Setiap perkataannya bahkan membuat saya kagum. Terlihat sekali bahwa wanita ini pintar dan tegar.
Lagi - lagi saya sering mengingat pesan yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sungguh relevan dan benar adanya. Back to the topic, ada beberapa pernyataan mba Angie ini yang sangat menarik buat saya pribadi bahkan mungkin juga masyarakat luas, yakni :
1. Tentang Kehidupan Politik di Indonesia
2. Tentang Kehidupan di Penjara
3. Tentang Menjadi Ibu yang Baik
Okey, saya akan bahas poin pertama. Kehidupan politik di Indonesia menurut Mba Angie masih jauh dari kata bersih. Tidak ada yang bisa menjamin seseorang yang terjun ke dunia politik menjadi manusia yang lebih baik. Tentu, menurut saya ini bukan rahasia umum lagi. Hanya saja sering diabaikan oleh banyak orang. Angie mengenang ketika dia merasa lebih bahagia bermain bersama orangutan dan alam tanpa mengenal korupsi. Namun, ketika itu dia mencoba terjun ke dunia politik karena mengira manusia - manusia di sana lebih manusia (mulia), namun ternyata salah.
Di dalam politik Money Power is addiction. Kita akan terus mencari lebih banyak lagi dan lagi bahkan sampai kita tidak akan pernah puas.
"DPR di jaman saya sangat kotor, ketika lingkungan kita kotor dan kita memilih menjadi bersih maka kita akan tergeser. Pilihannya adalah ikutan kotor atau tergeser." Dan semua pengalamannnya menjadi pembelajaran bahwa dia tidak ingin kembali ke politik .
"Ada aktor besar yang menjerumuskan saya, namun biarlah itu menjadi rahasia saya dan tidak akan saya umbar. Saya pecaya bahwa alam semesta ini tidak diam dan bekerja. Allah tidak tidur."
Yang kedua, tentang kehidupan di penjara. Beliau mengatakan bahwa, "di penjara saya banyak mendapatkan pelajaran hidup yang bernilai. Di penjara saya belajar kesederhanaan, makan dengan tempe saja bisa kenyang. Definisi kebahagiaan menurut saya sebelum dan sesudah masuk penjara menjadi berbeda. Dulu saya kira kemewahan adalah sumber kebahagiaan, barang - barang branded yang saya dulu banyak koleksi hanya kesenangan semu." Beliau juga mengatakan mendapatkan beberapa sahabat dari penjara.
Yang ketiga adalah tentang menjadi Ibu yang baik. Menjadi koruptor dan dihukum 10 tahun perjara membuat ibu muda yang kala itu baru memiliki satu balita kehilangan momen berharga sebagai seorang ibu.
"Saya merasa bukan Ibu yang baik. Saya menjadi contoh yang buruk buat anak saya."
Namun, saya harus membayar itu semua dengan berusaha menjadi ibu yang baik buat Keanu. Saya ingin dia percaya dengan ibunya saat ini. Saya menyesal telah memberi makan anak saya dengan uang haram. Saat ini saya hanya ingin hidup sederhana dengan anak dan keluarga saya. Angie pun mengingat kejadian ketika dia terpaks harus membersihkan parit dan berkubang dengan sampah demi bertemu dengan anaknya.
Saya yakin mba, alam semesta memang bekerja sesuai dengan tugasnya. Dan saat ini alam sedang bekerja memulihkan stigma negatif mba Angie menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Angie adalah panggilan akrabnya. Mereka terlihat sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Di awal perbincangan Mba Rosie mengatakan bahwa dia marah dengan sosok perempuan di depannya. Namun, di akhir talk show pemandu acara tersebut mengungkapkan bahwa dia mau mempercayai semua perkataan Angie dari awal hingga akhir acara. Dia menyimpulkan bahwa, Angie benar - benar sudah menyesali perbuatannya. Dia berharap kehidupan Angie setelah ini menjadi lebih baik dan Angie tidak lagi mengkhianati kepercayaan orang - orang terdekat hingga masyarakat luas yang telah memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Saya kagum dengan sosok Ibu satu anak ini. Terlihat sekali hatinya berusaha kuat dan tegar meskipun dihadapi dengan ujian yang sangat berat semenjak menjadi politisi.
Air mata yang terus menetes selama acara berlangsung adalah bukti bahwa mantan koruptor ini sangat menyesali perbuatannya. Banyak nilai - nilai kebaikan yang bisa kita ambil dari pernyataan dan pengalaman hidupnya. Setiap perkataannya bahkan membuat saya kagum. Terlihat sekali bahwa wanita ini pintar dan tegar.
Lagi - lagi saya sering mengingat pesan yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sungguh relevan dan benar adanya. Back to the topic, ada beberapa pernyataan mba Angie ini yang sangat menarik buat saya pribadi bahkan mungkin juga masyarakat luas, yakni :
1. Tentang Kehidupan Politik di Indonesia
2. Tentang Kehidupan di Penjara
3. Tentang Menjadi Ibu yang Baik
Okey, saya akan bahas poin pertama. Kehidupan politik di Indonesia menurut Mba Angie masih jauh dari kata bersih. Tidak ada yang bisa menjamin seseorang yang terjun ke dunia politik menjadi manusia yang lebih baik. Tentu, menurut saya ini bukan rahasia umum lagi. Hanya saja sering diabaikan oleh banyak orang. Angie mengenang ketika dia merasa lebih bahagia bermain bersama orangutan dan alam tanpa mengenal korupsi. Namun, ketika itu dia mencoba terjun ke dunia politik karena mengira manusia - manusia di sana lebih manusia (mulia), namun ternyata salah.
Di dalam politik Money Power is addiction. Kita akan terus mencari lebih banyak lagi dan lagi bahkan sampai kita tidak akan pernah puas.
"DPR di jaman saya sangat kotor, ketika lingkungan kita kotor dan kita memilih menjadi bersih maka kita akan tergeser. Pilihannya adalah ikutan kotor atau tergeser." Dan semua pengalamannnya menjadi pembelajaran bahwa dia tidak ingin kembali ke politik .
"Ada aktor besar yang menjerumuskan saya, namun biarlah itu menjadi rahasia saya dan tidak akan saya umbar. Saya pecaya bahwa alam semesta ini tidak diam dan bekerja. Allah tidak tidur."
Yang kedua, tentang kehidupan di penjara. Beliau mengatakan bahwa, "di penjara saya banyak mendapatkan pelajaran hidup yang bernilai. Di penjara saya belajar kesederhanaan, makan dengan tempe saja bisa kenyang. Definisi kebahagiaan menurut saya sebelum dan sesudah masuk penjara menjadi berbeda. Dulu saya kira kemewahan adalah sumber kebahagiaan, barang - barang branded yang saya dulu banyak koleksi hanya kesenangan semu." Beliau juga mengatakan mendapatkan beberapa sahabat dari penjara.
Yang ketiga adalah tentang menjadi Ibu yang baik. Menjadi koruptor dan dihukum 10 tahun perjara membuat ibu muda yang kala itu baru memiliki satu balita kehilangan momen berharga sebagai seorang ibu.
"Saya merasa bukan Ibu yang baik. Saya menjadi contoh yang buruk buat anak saya."
Namun, saya harus membayar itu semua dengan berusaha menjadi ibu yang baik buat Keanu. Saya ingin dia percaya dengan ibunya saat ini. Saya menyesal telah memberi makan anak saya dengan uang haram. Saat ini saya hanya ingin hidup sederhana dengan anak dan keluarga saya. Angie pun mengingat kejadian ketika dia terpaks harus membersihkan parit dan berkubang dengan sampah demi bertemu dengan anaknya.
Saya yakin mba, alam semesta memang bekerja sesuai dengan tugasnya. Dan saat ini alam sedang bekerja memulihkan stigma negatif mba Angie menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Langganan:
Komentar (Atom)

