Ramadhan akan tiba dalam beberapa hari lagi. Sudahkah kita siap menjadi pribadi yang lebih utuh sebagai umat muslim? Sudahkah kita siap memperbaiki jiwa yang selama ini jauh dari jalanNya?
Ramadhan bagi saya adalah waktu yang tepat untuk kita kembali ke jalan yang benar. Jalan yang selama ini kita tinggalkan.
Manusia sebagai makhluk yang dinamis terkadang lupa akan eksistensinya sebagai makhluk yang beriman. Ibadah yang kita lakukan selama ini mungkin masih jauh dari kata sempurna, seperti kata seseorang yang mengatakan bahwa "sholat itu penting, jangan yang penting sholat, puasa itu penting, jangan yang penting puasa."
Artinya apa? Ibadah yang kita lakukan hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban. Tidak benar – benar memaknai ibadah sebagai bentuk syukur kita kepadaNya atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Selain itu, manusia sebagai makhluk sosial menjadi tempatnya salah dan khilaf dan terkadang tanpa sadar telah melukai orang lain dengan ucapan maupun tidakannya.
Menjadi manusia yang sadar diri atas segala kesalahannya adalah hal yang penting. Itulah arti dari mendapat hidayah (mencari kebenaran). Setelah kita tahu kesalahan kita, maka kita akan memperbaikinya dengan sungguh – sungguh.
Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan dan dosa. Untuk itu, marilah kita bermuhasabah sekecil atau sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, Allah akan mengampuni jika kita sungguh – sungguh menyadari akan kesalahan itu dan mau memperbaiki.
Selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.
Selasa, 29 Maret 2022
Selasa, 22 Maret 2022
Menjaga Kewarasan Seorang Ibu
Kasih ibu kepada beta. Tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia. Begitulah lirik lagu untuk para ibu yang sering kita dengar.
Ibu adalah wanita yang dulunya pernah menjadi anak perempuan yang lucu dan menggemaskan.
Masa anak - anak seharusnya diisi dengan hal - hal baik, penuh kasih sayang oleh keluarga khususnya orang tua. Namun, terkadang hidup tidak selalu berjalan mulus. Tuntutan ekonomi seringkali membuat orang tua frustasi.
Seorang teman mengatakan bahwa setiap keluarga akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, kecemasan, kehilangan dsb. Hal ini sudah tercantum dalam kitab suci umat muslim. Namun, terkadang kita lupa akan peringatan itu dan selalu ingin hidup bahagia, tenang dan damai. Lalu ketika tiba-tiba Allah memberikan kita ujian hidup, lantas iman kita goyah, hati kita tidak ikhlas menerima ujian tersebut. Padahal di kitab suci pun sudah dijelaskan bahwa Allah tidak akan menguji seseorang di luar kesanggupannya.
Terlebih doktrin yang masih kental di daerah - daerah perdesaan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi, karena nanti akan menjadi istri dan ibu yang mengurus suami dan anak - anak.
Saya rasa menjadi istri dan ibu yang baik justru butuh kuliah khusus karena sudah banyak yang menjalankannya dan terkadang banyak juga yang tidak sanggup dan menyerah.
Masalah keluarga yang beragam dan kompleks terkadang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga inti. Harus ada pihak luar yang lebih kompeten dan tidak memihak.
Hari ini kita digegerkan oleh berita seorang Ibu di Brebes yang tega menganiaya 3 anaknya, hingga salah satunya meninggal dunia.
Banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi, baik dari faktor internal maupun eksternal. Karena sesuatu terjadi pasti ada sebab dan akibat.
Yang jelas seorang Ibu harus diberikan support nafkah lahir maupun batin, Karena perempuan cenderung menggunakan perasaannya dibandingkan dengan logikanya.
Seorang suami juga harus membantu istri menjalani pekerjaan rumah dan merawat anak - anak sehingga tidak membebankan sepenuhnya kepada istri.
Teruntuk Ibu di Brebes yg kasusnya lg viral. Semoga Ibu segera diberikan terapi oleh ahlinya. Saya tau pasti ibu juga mengalami banyak hal yg tak menyenangkan mungkin sejak ibu masih kecil sampai ibu dewasa dan ketika berkeluarga keadaan psikologis ibu diperparah oleh keadaan. Itulah pentingnya kita peka terhadap saudara, tetangga dan sekitar kita. Agar hal2 spt ini tidak terjadi lagi. Seorang ibu harus diberikan kebahagiaan dan ketenangan batin. Karena menjadi ibu di jaman yang penuh tuntutan sekarang ini tidaklah mudah.
Ibu adalah wanita yang dulunya pernah menjadi anak perempuan yang lucu dan menggemaskan.
Masa anak - anak seharusnya diisi dengan hal - hal baik, penuh kasih sayang oleh keluarga khususnya orang tua. Namun, terkadang hidup tidak selalu berjalan mulus. Tuntutan ekonomi seringkali membuat orang tua frustasi.
Seorang teman mengatakan bahwa setiap keluarga akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, kecemasan, kehilangan dsb. Hal ini sudah tercantum dalam kitab suci umat muslim. Namun, terkadang kita lupa akan peringatan itu dan selalu ingin hidup bahagia, tenang dan damai. Lalu ketika tiba-tiba Allah memberikan kita ujian hidup, lantas iman kita goyah, hati kita tidak ikhlas menerima ujian tersebut. Padahal di kitab suci pun sudah dijelaskan bahwa Allah tidak akan menguji seseorang di luar kesanggupannya.
Terlebih doktrin yang masih kental di daerah - daerah perdesaan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi, karena nanti akan menjadi istri dan ibu yang mengurus suami dan anak - anak.
Saya rasa menjadi istri dan ibu yang baik justru butuh kuliah khusus karena sudah banyak yang menjalankannya dan terkadang banyak juga yang tidak sanggup dan menyerah.
Masalah keluarga yang beragam dan kompleks terkadang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga inti. Harus ada pihak luar yang lebih kompeten dan tidak memihak.
Hari ini kita digegerkan oleh berita seorang Ibu di Brebes yang tega menganiaya 3 anaknya, hingga salah satunya meninggal dunia.
Banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi, baik dari faktor internal maupun eksternal. Karena sesuatu terjadi pasti ada sebab dan akibat.
Yang jelas seorang Ibu harus diberikan support nafkah lahir maupun batin, Karena perempuan cenderung menggunakan perasaannya dibandingkan dengan logikanya.
Seorang suami juga harus membantu istri menjalani pekerjaan rumah dan merawat anak - anak sehingga tidak membebankan sepenuhnya kepada istri.
Teruntuk Ibu di Brebes yg kasusnya lg viral. Semoga Ibu segera diberikan terapi oleh ahlinya. Saya tau pasti ibu juga mengalami banyak hal yg tak menyenangkan mungkin sejak ibu masih kecil sampai ibu dewasa dan ketika berkeluarga keadaan psikologis ibu diperparah oleh keadaan. Itulah pentingnya kita peka terhadap saudara, tetangga dan sekitar kita. Agar hal2 spt ini tidak terjadi lagi. Seorang ibu harus diberikan kebahagiaan dan ketenangan batin. Karena menjadi ibu di jaman yang penuh tuntutan sekarang ini tidaklah mudah.
Langganan:
Komentar (Atom)