Senin, 30 Agustus 2021

Alarm Perdamaian Dunia

Hai sobat semua, tahukah bahwa tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia atau World Peace Day? Ada yang tahu bagaimana sejarah terbentuknya World Peace Day tersebut? Nah, bagi yang belum tahu, yuk kita simak artikel yang mengulas tentang World Peace Day kali ini ya.

Pasca terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Banyak negara – negara mengalami kesulitan. Masyarakatnya menderita, kelaparan dan peperangan masih berlanjut setelahnya dalam skala yang lebih kecil. Sehingga banyak negara menginginkan perdamaian dan keamanan dunia.

Karena keinginan tersebut terbentuklah PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa) yang pertama kali didirikan oleh Presiden Amerika Serikat (Franklin Delano Roosevelt), Perdana Menteri Inggris (Winston Churchill) dan Perdana Menteri Uni Soviet (Joseph Stalin) pada 24 Oktober 1945 di san Francisco, California, Amerika Serikat.

Setelah terbentuknya PBB maka pada tanggal 21 September 1982 atau tiga puluh tujuh tahun setelahnya ditetapkanlah Hari Perdamaian International atau yang lebih dikenal dengan Hari Perdamaian dunia (World Peace Day). Pada 24 November 1952 dipasang sebuah lonceng perdamaian pemberian Jepang kepada PBB. Hadiah lonceng ini diresmikan pada 8 Juni 1954. Lonceng tersebut sebagai lambang perdamaian Perserikatan Bangsa – Bangsa. Lonceng ini terbuat dari koin – koin yang dileburkan dari hasil sumbangan anak – anak seluruh benua kecuali benua Afrika. Dibunyikan setiap tahun Ketika memperingati Hari Perdamaian Dunia.

Dan untuk pertama kalinya hari peringatan World Peace Day didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB (Ban Ki Moon) untuk Pendidikan Perdamaian pada tahun 2013, sebagai sarana yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

Pendidikan Perdamaian atau Peace Education ini sebagai sarana untuk mewujudkan budaya perdamaian. Dan hal ini terus dikampanyekan di dalam sekolah – sekolah dan masyarakat. Jadi, perdamaian bisa dimulai dari sekolah dengan menerapkan aturan – aturan yang dapat diterima oleh setiap orang sehingga tercipta kondisi yang aman dan damai.

Menjelang Hari Perdamaian Dunia mari kita merefleksikan pada realita saat ini. Sudahkan semua negara – negara di dunia berdamai. Apakah peperangan sudah benar – benar berakhir? Sayang seribu sayang peperangan memang belum berakhir. Masih saja ada konflik, gencatan senjata seperti Palestina dengan Israel. Lalu yang sedang ramai adalah konflik Negara Afghanistan dengan kelompok Taliban.

Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah badai Covid 19 yang sedang menerjang dunia yang seharusnya bersatu melawan penyebaran virus yang menimbulkan banyak kematian justru malah ada kelompok – kelompok yang ingin merebut kekuasaan dengan cara – cara kekerasan dan paksaan.

Hari Perdamaian Dunia rasanya kurang bermakna ketika seluruh Dunia masih merasakan kondisi mencekam, kerusakan dan keributan yang justru sangat berlawanan dengan tujuan – tujuan awal terbentuknya berbagai asosiasi – asosiasi perdamaian.

Hari ini sudah saatnya kita memutuskan untuk berdamai mulai dari lingkup terkecil hingga mencakup perdamaian dalam lingkup berbangsa dan bernegara. Mari ciptakan lingkungan yang aman dan damai di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selamat Hari Perdamaian Dunia. Perdamaian Abadi adalah hak kita semua. Selamat membunyikan alarm perdamaian di hati masing – masing. Semoga Perdamaian abadi kita dapatkan.

Sabtu, 21 Agustus 2021

Mencari Makna Kemerdekaan

Tujuh puluh enam tahun yang lalu dengan semangat yang berapi – api, dengan segala pengorbanan, seorang pemuda berani memutuskan negeri ini harus merdeka.

Berabad – abad sudah kita dijajah, berabad – abad sudah kita dikekang, diperas keringat demi memakmurkan tanah tuan penjajah.

Berabad – abad sudah rakyat ditindas di tanahnya sendiri. Dipaksa bekerja tanpa henti. Diambil segala sumber daya alamnya. Dirampas kebebasannya.

Namun, apakah mereka semakin makmur? Apakah keadilan semakin dekat? Tidak, kawan. Tak ada hasil untuk diri sendiri. Tak ada kemakmuran di tanah sendiri. Hanya ada harapan semu.

Hari ini, mari sejenak kita mengenang masa – masa kelam penjajahan. Menghayati setiap tetes darah perjuangan para pahlawan. Bukan hanya untuk diingat – ingat, tetapi untuk ditiru. Tentu bukan dengan perang antarnegara.

Mari kita membalas jasa para pahlawan dengan mengucap syukur dengan terus berjuang melawan ego pribadi di atas kepentingan bersama.

Jangan ada lagi perpecahan. Jangan ada lagi penindasan. Perbedaan tentu ada, tetapi bukan untuk diperdebatkan. Kekuasaan pun tentu ada, tetapi bukan untuk menindas yang lemah.
Mari kita bersama – sama bergandeng tangan, meneguhkan hati kita agar kelak Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil dan makmur.

Minggu, 06 Juni 2021

Qiana Cahaya Maulidya

Assalamu'alaikum anak Umma yang cantik ...
Terima kasih sudah menjadi bidadari kecil Umma dan Ayah.
Kehadiranmu menjadi pelengkap kebahagiaan Umma.
lega rasanya ketika Umma sudah memiliki Jagoan sholeh dan Bidadari sholeha. Ibu mana yang nggak bahagia ketika keinginannya memiliki anak kedua seorang perempuan, Allah kabulkan.
Karena hanya Allah yang berhak mengizinkan atau tidaknya seorang wanita bisa memiliki anak atau tidak.
Let's to start the story of you, Qiana ...
Sabtu, 31 Oktober 2020 di sebuah klinik kandungan di Bogor, yang berencana hanya ingin melakukan USG 4D.
Pemeriksaan yang sangat lama sekitar 30 sampai 45 menit, yang biasanya hanya 5 sampai 10 menit. Dokter Vera Nirmala, Spog begitu detail melihat perkembanganmu di layar USG. Kebingungan mulai datang ketika Usia kandungan dengan BB Janin yang tidak sesuai. Menurut dokter kandungan sebelumnya yang Umma temui 2 minggu lalu, bahwa berdasarkan ukuran lingkar kepala, lingkar perut, BB janin maka bisa disimpulkan kalau usia kandungan baru masuk 8 bulan. HPL pada akhir November atau awal Desember, lalu dokter menyarankan untuk periksa lagi sebulan kemudian.Dan, Umma nggak ada pikiran negatif soal ini. Percaya aja sama dokter kandungan senior yang di mana - mana ada jadwal Praktiknya. Di FMC, di RS Mulia, di RSUD.
Tapi, tetep ada opsi lain untuk ke beberapa kali periksa ke bidan. Dan Umma malah dimarahin sama bidannya terkait BB janin yang kecil, "gimana sih bu kan anak kedua seharusnya udah pengalaman". Padahal ya perasaan udah maksimal juga ngejaganya, udah minum suplemen dan susu tinggi protein untuk menaikkan BBmu. Namun, ternyata dalam waktu dua minggu kemudian anak cantik Umma lahir dengan BB 1990 gram. Dan beberapa bulan kemudian barulah terjawab teka teki kenapa BBmu rendah, ternyata ada pembengkakan tiroid di leher Umma.
..... bersambung ....