Selasa, 13 Februari 2024

Kesadaran Adalah Kunci Menikmati Hidup



Ketika sebuah situasi lantas membuat kita sedih, nggak habis pikir dan bertanya - tanya. Mengapa dan mengapa? Penghakiman pun sering terbesit di benak. Apakah Tuhan adil? Ketika orang baik diperlakukan seperti itu? Kenapa harus dia yang menerima musibah itu? Kenapa harus ada orang jahat? Lagi - lagi kita mungkin sedih, kesal, marah dibuatnya. 

Gapapa, nangis aja. Keluarin aja. Setelah itu, ambil hikmahnya. Bahwa takdir adalah kehendakNya. Allah cuma pengen kasih lihat ke kita tentang hidup itu punya lika likunya. Belajarlah dari hidup yang kadang rasanya pahit, tapi mungkin itu jalan menuju rasa yang manis yang harus kita lalui. Agar sampai di titik kita yakin sepenuhnya bahwa yang terjadi adalah kuasaNya.

Hidup punya dramanya masing - masing. Layaknya sebuah layar bioskop. Yang banyak menampilkan banyak film. Lucu, sedih, romantisme dan sebagainya. Layar adalah layar. Tanpa layar, film tidak akan pernah bisa ditampilkan. Namun, layar ini sering dilupakan karena adanya film yang diputar. Padahal layar dan film ini sebenarnya terpisah. Dan layar adalah alat untuk menampilkan berbagai macam film. 

Layar adalah kita. Kesadaran. Yang apapun film yang ditampilkan tidak akan membuat kita hanyut di dalamnya. Kesedihan, kesenangan adalah buah dari pengalaman yang terjadi dengan diri kita yang sebenarnya bisa kita amati, pahami dan nikmati di setiap momennya tanpa perlu penolakan yang berlebihan. 

Minggu, 11 Februari 2024

Kesadaran Adalah Awal Terbukanya Hati dan Pikiran

Kesadaran adalah awal dari terbukanya hati dan pikiran. Jika hati dan pikiran kita sudah terbuka maka kita akan terkoneksi dengan cahaya ilahi. 

Terkoneksi dengan bahasa semesta. Bahasa rasa yang kadang tidak logis namun nyata.

Layaknya seorang sakti yang mampu membaca pikiran, yang mampu membaca kejadian yang akan datang tanpa harus digembar gemborkan. 

Cukup dengan diam seolah kita sedang menerima pesan yang semesta sampaikan. 

Kesadaran adalah cara kita untuk menyelaraskan vibrasi, frekuensi dan energi dengan sang Pencipta. 

Level yang sulit untuk dicapai oleh kita yang masih egosentris. Kita yang masih melekat pada wujud dan materi.