Kamis, 30 Juni 2022

Mengenal Diri

sumber gambar : narasipost

Mengenal diri. Kata ini terdengar aneh dan membingungkan. 

Memangnya ada manusia yang nggak kenal sama dirinya sendiri? Atau muncul pertanyaan, "mengenal diri semacam apa yang dimaksud di sini?"

Bukan hanya tau identitas diri. Tapi lebih dalam dari itu. Konsep mengenal diri adalah cara kita memandang diri kita sendiri sampai ke akar - akarnya. 

Ketika ada pertanyaan, "who am I?" Jawabannya tentu akan mengacu pada sifat diri, kelebihan diri dan kekurangan diri.

Untuk dapat menjawab pertanyaan itu butuh proses yang terkadang tidak bisa singkat. 

Butuh proses dan waktu yang lebih intens agar kita bisa menjawab dengan sejujur - jujurnya dan sadar penuh atas hal itu.

Mengenal diri sangat penting. Karena betapa banyak anak nakal yang disebabkan karena mereka nggak kenal sama dirinya sendiri.

Beruntung bagi seorang anak yang dibesarkan dengan figur pengasuh yang baik, yang mampu melihat secara utuh anak mereka dengan penuh cinta kasih. 

Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan apa yang mau mereka lakukan untuk kenyamanan dirinya bukan hanya untuk kenginan orang tuanya semata.

Sebaiknya sebagai orang tua kita harus refleksi dan menyadari bahwa tidak ada istilah anak nakal. Yang ada hanyalah anak yang sedang mencari perhatian karena kurangnya pengenalan diri mereka sendiri.

Anak yang sudah mengenal dirinya akan lebih nyaman dalam berbuat hal yang positif yang mereka sukai. Mereka akan bertindak secara spontan dan lebih ekspresif bukan agresif.

Mengenal diri sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Mari kita luangkan waktu untuk lebih mengenal siapa kita sesungguhnya. Karena kita akan lebih mudah mencintai dan menghargai orang lain ketika kita sudah bisa mengenal dan mencintai diri sendiri.

Rabu, 15 Juni 2022

Memento Mori : Mengingat Hari Kematian

Hari ini makin banyak orang yang membicarakan tentang kematian.

Apa yang harus dikhawatirkan dengan kematian jika itu adalah sebuah kepastian.

Tak harus menunggu tua untuk mempersiapkan kematian.

Tak juga harus menunggu sakit untuk mengingat kematian.

 

Kapanpun, dimanapun kematian akan selalu mengintai.

Menjaga diri agar tubuh tetap sehat adalah usaha untuk memperpanjang kehidupan manusia.

Namun, jika takdir berkata lain. Apa yang bisa kita perbuat?

Jika Tuhan berkata, “waktunya kamu pulang.”

 

Mengingat hari kematian akan meluruhkan keangkuhan dan kesombongan.

Melihat lebih banyak sisi baik dari kehidupan.

Mengambil setiap hikmah yang ada pada insan yang lebih dulu berpulang.

Dan menyambut hidup dengan lebih bermakna dan bernilai.

Rabu, 08 Juni 2022

Kehilangan

 

Apa yang sebenarnya kita miliki di dunia ini?

Bahkan diri kita sendiri bukan pemilik aslinya?

Lalu kenapa kita merasa sedih ketika kehilangan?

Kehilangan barang kesayangan terlebih kehilangan orang2 tersayang.

Adalah karena sifat memiliki yang membuat kita enggan untuk terpisahkan.

Adalah hal yang wajar ketika air mata ini terjatuh bahkan mengalir deras ketika tiba hari kematian orang yang kita sayang. 

Kehilangan seseorang dari kehidupan itu berarti kita tak bisa lagi melihat, menyentuh dan bahkan memeluknya. 

Yang hidup menangisi kepergian yang sudah tiada.

Sementara bayi yang baru lahir ke duniapun menangis untuk pertama kalinya dia di dunia.

Mengapa?

Ya, karena sejatinya dunia ini begitu rumit. 

Dunia ini sungguh membuat kita lelahkan?

Mungkinkah orang yabg meninggal dunia sama sekali tidak merasakan kesedihan?

Justru senang karena bisa kembali kepada sang pencipta.

Sementara, kita yang ditinggalkanlah yang merasakan kesedihan itu. Karena tak bisa lagi memilikinya.

Rasa sayang yang teramat membuat diri kita enggan terpisahkan. 

Selamat menunggu fase kehilangan dalam hidupmu. Bersiaplah untuk air mata yang seketika menetes. Pikiran yang kalut dan hati yang begitu rapuh.

Semoga kita bisa melalui fase ini dengan sabar dan ikhlas serta meyakini bahwa suatu saat kita semua akan dikumpulkan lagi di akhir hayat kita.